HUM SOC MDA MA mauii Kepala, Pundak, Kerja Lagi Selamat beristirahat bagi mereka yang lelah berjuang, dan selamat berpesta bagi mereka yang mungkin sedang lupa pada janji-janjinya
ECO MDA SOC MA mauii Kami Hidup Berburu dan Meramu “Mas, kalau presidenmu itu bilang tahi kucing rasanya manis seperti cokelat Belgia, apa Mas juga mau langsung beli sesendok?”
ECO MDA HUM SOC MA mauii Kau adalah rumahku, tempatku menyerah. Kenapa dia — pria yang punya tanah seluas Jaya Pura itu — berhak menentukan bahwa mimpi kita hanya sebatas perut kenyang?!
TCH HUM SOC MDA MA mauii Koran-Koran di Jendela Besok mungkin badai, mungkin cerah, mungkin berawan. Mungkinkah esok masih akan datang?
MA mauii Pasak-Pasak di Atas Punggung Ringkih Di negeri ini, menjadi “hebat” hanyalah sinonim dari “bertahan hidup sekuat tenaga sambil tetap tersenyum di depan kamera”.
HUM SOC MDA MA mauii Mereka Menyebutnya Efisiensi Jam digital di dinding stasiun menunjukkan pukul 08.17. Angkanya berubah setiap detik, tapi antrean di bawahnya tidak.
LIF HUM MDA MA mauii Arlo dan Cakrawala Debu “Karena kita undur-undur, Arlo! Kita berjalan mundur karena kita menghargai apa yang sudah terjadi!”
HUM MDA MA mauii OMON-OMON MAY DAY Malam itu, aku tidur tanpa mimpi, karena bermimpi pun sekarang rasanya butuh biaya administrasi.
MDA MA mauii Ruang Kadaluarsa Di Balik Pagar Seng “Bapak saya bilang, sekolah itu cuma buat nunda jadi pengangguran, Pak. Lebih baik saya ikut ke pasar sekarang, mumpung ada lapak kosong.”
HUM LIF MA mauii Bagaimana Jika? Jika rangkaian peristiwa itu berubah, maka ayahku mungkin akan menjadi pria yang jauh lebih bahagia hari ini, dengan senyum yang mencapai…