← Back to list

Rupawan

Keheningan malam menerpa tubuhku. Dingin menusuk tulangku. Kesepian menggerogoti benakku. Waktu semakin lama menggerus kewarasanku. Dan…

mealfazev · 2026-08-22 12:26 · 0 claps · 1.4 min read
#stories #tulisan #hidup #manusia
Open on Medium ↗

Rupawan

pc by Pint Ashwin

pc by Pint Ashwin

Keheningan malam menerpa tubuhku. Dingin menusuk tulangku. Kesepian menggerogoti benakku. Waktu semakin lama menggerus kewarasanku. Dan entah sejak kapan, semua ini telah menjadi hal yang tak terpisahkan dariku.

Ku lihat pantulan tubuhku di cermin yang penuh retak. jelek, kusam dan menjijikkan. Mungkin itu yang akan diucapkan seluruh orang. Cermin di depanku semakin membuatku terlihat buruk rupa bak menertawakan diriku yang terlalu malang. Tubuh tak ideal, wajah yang jauh dari standar kecantikan manusia, Kulit gelap. Memang ada apa dengan semua ini????

Aku juga makhluk Tuhan. Aku tidak pernah minta untuk diciptakan seperti ini. Dan Tuhan juga tidak pernah menciptakan seorang pun manusia sempurna. Lantas mengapa kalian merasa lebih tinggi seakan-akan mampu bersanding dengan Tuhan? Mengapa kalian hanya fokus dengan keburukanku bukan dengan apa yang aku tunjukkan dengan baik?Mengapa hanya menambah keburukan kalian sendiri?

Pikiranku penuh. Bisikan-bisikan betapa buruknya diriku kembali muncul.

Bising.

Ini terlalu berisik. Kepalaku rasanya terpecah berkeping-keping. Bayangan demi bayangan muncul bagaikan potongan episode. Aku dijauhi. Aku dicaci maki. Aku diperlakukan selayaknya hama. Tak ada yang mau menerimaku. Tak ada yang memelukku dengan erat ketika tangisku pecah.

Tidak. Aku bukan mengemis kepada kalian yang iba terhadapku. Aku bukan penjilat yang berharap kalian menerima dengan penuh kasihan.

Sial.

Aku benci. Mengapa mereka yang menjilat lebih beruntung dariku? Hanya dengan sedikit liur mengapa mudahnya mereka percaya? Sedangkan mereka tak ada bedanya dengan anjing liar.

SEKALI LAGI JANGAN IBA TERHADAPKU.

Aku hanya ingin semua mendapat perlakuan sama bukan karena rasa iba. Aku ingin manusia tahu bahwa aku dan berjuta manusia lainnya di luar sana punya hak yang sama untuk hidup. Semua manusia tak berhak dikucilkan. Semua manusia patut hidup dengan baik. Jangan karena berbeda, kalian memandang penuh jijik seakan akan mereka sampah yang patut dipisahkan.

Kepalaku semakin pening. Rasa sesak di dadaku kian membuncah. Napasku tersengal-sengal. Mengapa ini semakin menyakitkan? Tanganku gemetar tiada henti. Pandanganku perlahan menggelap. Yang tersisa hanya angin kencang disertai tubuh tak berdaya.


메타데이터
post_id
02f34ea4f7b3
slug
rupawan-02f34ea4f7b3
url
https://medium.com/@zevellyncnafiz/rupawan-02f34ea4f7b3
canonical_url
https://medium.com/@zevellyncnafiz/rupawan-02f34ea4f7b3
author_url
https://medium.com/@zevellyncnafiz
status
ok
fetched_at
2026-09-03 07:43:49