← Back to list

Jejak Pengabdian di Batu karas

Farid Qirana — Edudharma Vidyasea — Gerakan Mengajar Desa Kabupaten Pangandaran

Farid Qirana · 2025-03-07 01:29 · 33 claps · 6.8 min read
#gerakan-mengajar-desa #volunteer #batukaras #pangandaran #pengabdian
Open on Medium ↗

Jejak Pengabdian di Batu karas

Farid Qirana — Edudharma Vidyasea — Gerakan Mengajar Desa Kabupaten Pangandaran

Jalan berkelok dengan pemandangan hijau di kiri dan kanan menemani perjalanan saya dan teman menuju Desa Batukaras, Kabupaten Pangandaran. Perjalanan yang saya lakukan menggunakan kendaraan roda dua memakan waktu selama kurang lebih 8 jam. Tentu itu amat membuat lelah, tetapi dibalik rasa lelah itu, ada rasa antusias yang tak bisa saya sembunyikan. Kami datang dengan satu tujuan yaitu berbagi ilmu dan pengalaman kepada anak-anak di Desa Batukaras, serta belajar dari kehidupan mereka. Di dalam hati, saya bertanya-tanya, seperti apa kisah yang akan terukir dalam seminggu ke depan?

Kegiatan pengabdian ini menjadi pengalaman pertama saya mengikuti pengabdian yang dilaksanakan jauh dari kota tempat saya berasal yaitu Bandung. Desa Batu karas memiliki keindahan alam yang tiada dua. Sepanjang ruas jalan menuju tempat pengabdian, kami disuguhi dengan sawah yang membentang dan sungai yang mengalir tenang, serta pesona pantai yang sangat indah. Gerakan Mengajar Desa menjadi wadah bagi saya untuk terjun langsung dalam mewujudkan pendidikan yang merata, khususnya di pelosok desa.

Hari pertama pengabdian, kami disambut dengan hangat oleh siswa-siswi dan staf serta guru SDN 02 Batukaras. Kami melaksanakan kegiatan Opening Ceremony yaitu kegiatan pembukaan pengabdian yang dihadiri oleh kepala sekolah dan kepala desa Batukaras yang sekaligus membuka kegiatan pengabdian secara resmi. Antusiasme dari para siswa-siswi sangat amat terlihat semenjak hari pertama. Mereka sangat antusias berkenalan dengan kami dan terus menanyakan pembelajaran apa saja yang akan kami laksanakan bersama dengan mereka dalam kurun waktu satu minggu ini. SDN 02 Batukaras sudah terbilang sekolah yang cukup bagus dengan berbagai macam fasilitas yang sudah tersedia disana. Sekolah ini memiliki fasilitas seperti perpustakaan, ruang UKS dan lapangan yang cukup luas. Saat hari pertama kami juga silaturahmi ke kantor desa Batu karas sebagai bentuk Kerjasama dengan instansi setempat dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kali ini.

Tantangan awal bagi saya adalah suhu disana yang cukup tinggi. Saya yang terbiasa dengan suhu dingin berkisar 14°C hingga 26°C di tempat tinggal saya, harus beradaptasi dengan suhu panas di Batukaras yang rata-rata mencapai 35°C setiap harinya. Jarak sekolah yang hanya 200 meter dari bibir pantai pun membuat suhu disana semakin panas dan membuat kami gerah setiap saat.

Hari kedua pun tiba. Di hari kedua ini kami memulai aktivitas pembelajaran bersama dengan murid-murid disana. Kami memulai kegiatan dengan senam bersama di lapangan dengan para Tutor Inspiratif dan seluruh siswa-siswi serta para guru. Kami melakukan kegiata pra pembelajaran yaitu literasi, guna meningkatkan kemampuan literasi mereka. Setelah itu materi dari setiap kelasnya itu berbeda. Pengabdian kali ini berfokus pada siswa-siswi kelas 4–6 yang dimana setiap kelasnya mempunyai materi yang beragam. Contohnya dikelas 4 sendiri lebih ditekankan kepada keterampilan dasar yaitu materi keterampilan menulis dan membaca. Yang menarik pada hari itu, kami mengundang kakak kakak dari BPBD Kabupaten Pangandaran untuk memberi penyampaian materi kepada siswa-siswi kelas 4–6. Materi yang diajarkan adalah tentang mitigasi bencana. Kami pun disana melakukan simulasi gempa bumi yang dimana anak anak sangat antusias melakukan simulasi itu. Di setiap selesai kegiatan pembelajaran pun, disetiap kelasnya kami melatih mereka penampilan yang akan ditampilkan ketika akhir penutupan pengabdian ini.

Di hari ketiga, ada pematerian kesehatan dari Forum Genre Kab. Pangandaran, dimana teman-teman dari Forum Genre memberi edukasi kesehatan kepada siswa-siswi SDN 02 Batukaras. Pematerian pun berjalan asyik karena dibawakan secara interaktif oleh kakak kakak dari Forum Genre dibantu dengan kami para Tutor Inspiratif. Seperti biasa setelah pembelajaran kami pun latihan pentas untuk mempersiapkan penampilan di saat penutupan pengabdian nanti.

Hari keempat pun tiba, kami mengajarkan tentang Kewarganegaraan pada hari itu. Terlihat siswa-siswi antusias dan bersemangat bernyanyi lagu-lagu nasional yang kami nyanyikan bersama. Tak kalah menarik di hari itu pun kami berkunjung ke yayasan penyu yang dikelola oleh Yayasan Raksa Bintana yang berada di dekat Pantai Batu Hiu. Memang cukup jauh jarak dari tempat pengabdian kami kesana, tetapi kami ingin belajar tentang pelestarian penyu disana. Kami disambut dengan baik oleh petugas dan kebetulan pada saat itu sedang ada mahasiswa KKN dari Universitas Padjajaran. Tentu kami diberi edukasi oleh para mahasiswa tersebut seputar Penyu yang ada disana. Saat itu kami berniat ingin ikut serta dalam pelepasan Tukik atau Penyu kecil, tetapi sayang pada saat itu sedang bukan waktunya untuk melakukan pelepasan Penyu karena ada beberapa waktu yang memang sudah dijadwalkan. Setelah melihat penyu yang ada disana kami pun para Tutor Inspiratif diajak untuk melakukan Beach Clean Up bersama dengan para mahasiswa KKN. Kami melakukan bersih bersih pantai kurang lebih sejauh 1,5 km di bibir Pantai Batu Hiu. Banyak sekali pengetahuan dan ilmu yg didapat dari kunjungan kami ke yayasan pelestarian penyu ini. Salah satunya yaitu kita harus menjaga alam supaya tetap lestari dan jangan memanfaatkan mereka hanya untuk kepentingan pribadi.

Hari ke lima menjadi hari yang berkesan bagi saya, dimana kami melakukan aktivitas luar ruangan atau bisa disebut Outing Class. Siswa-siswi dan kami para Tutor Inspiratif mengadakan kegiatan belajar sambil bermain di lapangan pinggir pantai. Jarak dari sekolah ke lapangan tersebut tidak terlalu jauh, hanya memakan waktu sekitar 10 menit dengan berjalan. Kami disana bermain permainan tradisional seperti egrang, balap karung, tarik tambang, lari balok dan permainan lainnya. Anak anak terlihat senang sekali ketika bermain permainan. Tak lupa kami pun menyempatkan untuk makan siang sejenak. Sambil melihat deburan ombak dan disinari dengan matahari yg cerah kami pun makan bersama sama. Selepas kegiatan tersebut kami kembali kesekolah dan melaksanakan kegiatan penanaman pohon di halaman kelas sekolah. Memang pada saat itu anak anak diberi arahan untuk membawa bibit pohon supaya bisa ditanam di sekolah. Ini bertujuan supaya sekolah lebih hijau dan memberikan udara yg lebih segar.

Hari terakhir disekolah pun tiba. Kami akhirnya melaksanakan kegiatan penutupan pengabdian di SDN 02 Batukaras. Secara pribadi saya merasa pengabdian sangat cepat berlalu, anak anak yang sudah dekat dengan kami pun merasa sangat sedih. Kegiatan penutupan kala itu dihadiri oleh Kepala Sekolah SDN 02 Batukaras, namun sayangnya tidak dihadiri oleh Kepala Desa karena sedang ada agenda lain. Penutupan pun ditutup secara simbolis oleh Kepala Sekolah dan dilanjut dengan kegiatan Pentas Seni yang sudah disiapkan dari jauh jauh hari. Setiap kelasnya menampilkan penampilan yang sudah dilatihnya selama seminggu ini bersama Tutor Inspiratif kelasnya masing masing. Sangat keren dan memukau sekali penampilan dari anak anak SDN 02 Batukaras ini, dimana penampilan yg paling menarik adalah penampilan drama musikal Sherina dan Cerita Penggembala Biri-biri khas kartun Upin dan Upin. Setelah semua kelas menampilkan penampilannya, tibalah saat pembagian hadiah untuk siswa-siswi terbaik selama pembelajaran satu minggu dan penampil terbaik pentas seni. Anak anak terlihat sangat senang mendapatkan hadiah itu. Walaupun sederhana tetapi sangat berarti karena itu adalah hasil dari kemampuan mereka sendiri.

Momen sedih pun datang, kami memutar video after movie atau video recap selama satu minggu kami melakukan pengabdian disana. Diselingi dengan instrumen sedih, para siswa-siswi disana pun pecah dalam tangis. Mereka langsung menangis dan memeluk kami para Tutor Inspiratif. Mereka mengatakan bahwa tidak mau kegiatan ini berakhir dan ingin terus bersama kami para Tutor Inspiratif. Sungguh kenyataan yang tidak bisa terelakkan karena disetiap pertemuan pasti ada perpisahan. Begitu pun kami disana yang sudah melakukan pengabdian selama satu minggu harus berpisah dengan mereka dan mengakhiri rangkaian kegiatan pengabdian.

Ada satu anak yang bertanya kepada saya, “Kaka kapan kesini lagi?” sambil menangis dia bertanya, lalu saya jawab dengan nada tak pasti “Insyaallah tahun depan yaa kaka kesini lagi!”, saya menjawabnya karna ingin kembali kesini untuk mengikuti kegiatan pengabdian lagi walaupun masih belum pasti. Suasana haru pun terjadi disana, kami akhirnya mengucapkan terimakasih dan selamat tinggal kepada murid murid, staf dan guru SDN 02 Batukaras.

Sebelum mengikuti pengabdian di Desa Batukaras, saya mengira bahwa pendidikan hanyalah tentang mengajar di dalam kelas, menyampaikan materi, dan memastikan anak-anak memahami pelajaran. Namun, satu minggu bersama mereka mengubah cara pandang saya sepenuhnya. Saya melihat bagaimana pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga tentang membangun harapan, semangat, dan kepercayaan diri dalam diri anak-anak. Saat pertama kali bertemu mereka, saya disambut dengan rasa ingin tahu yang begitu besar. Mereka bertanya dengan antusias tentang apa saja yang akan dipelajari selama seminggu. Satu momen yang sangat membekas adalah ketika seorang anak bertanya, “Kak, kapan ke sini lagi?” dengan mata berkaca-kaca. Bagi saya, itu bukan sekadar pertanyaan, tetapi sebuah harapan yang mereka gantungkan kepada kami. Mereka melihat kehadiran kami bukan hanya sebagai pengajar sementara, tetapi sebagai sosok yang membawa warna baru dalam kehidupan mereka.

Saya juga belajar bahwa pengabdian tidak hanya tentang memberi, tetapi juga menerima. Saya datang dengan niat berbagi ilmu, tetapi justru saya yang banyak belajar dari mereka tentang ketulusan, kegigihan, dan kebahagiaan dalam kesederhanaan. Anak-anak ini mengajarkan saya bahwa pendidikan tidak harus selalu dalam bentuk teori di dalam kelas, tetapi juga dalam interaksi sehari-hari, dalam kebersamaan, dan dalam nilai-nilai kehidupan yang tertanam secara alami. Kini, saya tidak lagi melihat pendidikan hanya sebagai kewajiban akademik, tetapi sebagai jembatan untuk membangun masa depan. Pengalaman ini membuka mata saya bahwa setiap anak memiliki potensi besar, tetapi tanpa akses dan dukungan yang memadai, potensi itu bisa saja terkubur. Saya semakin yakin bahwa peran kita sebagai pemuda bukan hanya untuk mengejar impian sendiri, tetapi juga untuk memastikan bahwa anak-anak di pelosok negeri memiliki kesempatan yang sama untuk bermimpi dan meraihnya.

Setelah kegiatan perpisahan itu kami para Tutor Inspiratif melakukan kegiatan Sayonara Camp di Pantai Madasari. Kebersamaan dengan para Tutor Inspiratif menjadi hal yang sangat berarti pula selama kegiatan pengabdian ini. Ditemani suasana malam dan deburan ombak saat kemah itu, kami Tutor Inspiratif saling mengutarakan kesan dan pesan selama pengabdian. Kami juga melakukan kegiatan tukar kado sebagai kenang kenangan untuk setiap tutor agar mengingat kebersamaan kami dalam rangka Gerakan Mengajar Desa Kabupaten Pangandaran ini. Banyak hal yang telah kami lewati bersama selama satu minggu di Desa Batu karas ini. Mulai dari berburu sunset di pantai setiap hari, menumpangi mobil kol bak bersama-sama untuk pergi ke tempat pengabdian, berwisata bersama, hingga melakukan kegiatan-kegiatan kecil di tempat tinggal selama pengabdian.

Keharmonisan dengan mereka menjadi satu hal yang tak bisa saya ungkapkan dengan kata kata. Momen-momen sedih dan bahagia bersama akan menjadi kenangan yang indah dan menjadi cerita yang menarik dalam hidup saya. Sebuah pengalaman yang sangat seru dan berkesan bagi saya melakukan pengabdian di Desa Batukaras ini. Terimakasih kepada teman-teman Tutor Inspiratif dan Mentor Muda karena telah bersama sama menyukseskan kegiatan pengabdian ini. Kepada Desa Batukaras dan SDN 02 Batukaras juga kami ucapkan terimakasih karena telah memberikan izin bagi kami untuk melaksanakan kegiatan pengabdian disana. Terimakasih kepada Gerakan Mengajar Desa karena menjadi wadah bagi kami generasi muda untuk berkolaborasi dalam mendukung kemajuan pendidikan. Semoga kedepannya lebih banyak lagi anak muda yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa kita terutama dalam bidang Pendidikan.


메타데이터
post_id
2bbda412e905
slug
jejak-pengabdian-di-batu-karas-2bbda412e905
url
https://medium.com/@faridq1902/jejak-pengabdian-di-batu-karas-2bbda412e905
canonical_url
https://medium.com/@faridq1902/jejak-pengabdian-di-batu-karas-2bbda412e905
author_url
https://medium.com/@faridq1902
status
ok
fetched_at
2026-07-19 14:09:49