← Back to list

Hope[s]

Pintu rumah terbuka dengan pelan

Sea · 2026-05-12 09:41 · 0 claps · 1.9 min read
#dewtee
Open on Medium ↗

Hope[s]

Pintu rumah terbuka dengan pelan

“Alter pulang pi”

Alter melangkahkan kaki kedalam rumah dan melihat Damian biasa saja tidak terkejut.

“ayah, ngapain disini? katanya udah ga cinta papi lagi?”

“alter, naik ke kamarmu bersih bersih terus makan ga sopan sama orang tua kaya gitu”

“iya papi, maaf”

“minta maafnya sama ayah”

“alter minta maaf ayah”

“iya gapapa”

Obrolan dilanjut oleh Damian dan Theo.

“alter udah masuk SMA ya?”

“iya udah, udah punya pacar juga”

“kok kamu bolehin dia pacaran?”

“biarin, kan anak gue” ucap Theo sinis

Damian hanya menghela nafas pelan

Damian merogoh saku jasnya mengambil kartu AMEX, lalu menyerahkan ke Theo.

“Wadaw, dalam rangka apa ini?”

“pake aja, buat apapun itu jangan sungkan itu atas nama kamu” Damian menyerahkan kartu itu dengan tersenyum

“yaudah, aku pulang dulu gausah di anter sampe depan. Bahagia liat kamu sama Alter masih ceria sepertii dulu walaupun aku ga ada di sela sela kalian”

Theo hanya diam tanpa mengeluarkan satu kata pun, menatap langkah Damian yang melangkah keluar dari rumah, hati Theo merasa gelisah.

Hendak Damian membuka pintu untuk keluar, melingkar tangan di pinggangnya, sang pemeluk hanya diam tidak mengeluarkan suara, yang dipeluk pun hanya diam di tempat mencerna semuanya.

Damiam memutar tubuhnya melihat siapa yang memeluknya, Alter.

Anaknya Alter, Alter memeluk Damian erat seolah olah tidak mengizinkan Damian pergi dari rumah.

Theo hanya melihat adegan ayah dan anak berpelukan dengan duduk di sofa.

“Alter kenapa? ayah mau pulang besok ayah kesini lagi” tanya Damian dengan nada khawatir

Alter hanya menggelengkan kepalanya pelan.

“ayah disini aja kalo bisa selamanya’’

Damian menatap Theo, yang ditatap hanya diam menatap Alter.

Theo menghampiri Alter lalu mengelus kepala Alter dengan kasih sayang.

“sayang, biarin ayah pulang dulu biar istirahat, besok ketemu Alter lagi disini okay?..”

“kan bisa istirahat disini, ngapain harus pulang?”

Theo mengembuskan nafasnya pelan.

“yaudah, Damian kamu nginep dulu disini sehari, tunggu di sofa aku bersihin dulu kamar tamunya”

“gausah, ayah tidur sama Alter pi”

“yaudah, kekamar gih papi mau balik kamar itu pintunya jangan lupa dikunci papi capek papi istirahat duluan”

Dikamar Alter

“udah ya ayah dramanya, mana bayarannya?” Alter menjulurkan tangannya menngadah

“nih, beli sendiri ya. Tapi kamu beneran ngasih restu ayah ga buat rujuk sama papi?”

“ya ayah janji dulu ga akan kaya dulu lagi’’

Damian hanya menganggukkan kepalanya.

Damian melangkahkan kakinya keluar kamar dan menuju dapur. Ia melihat Theo yang menyender dimeja sedang meneguk air segelas sambil melihat Damian melangkah mendekatinya.

Damian mengambil gelas lalu menuang air kedalam gelas dan ikut bergabung di samping Theo.

“gimana?”

Pertanyaan yang membuat Damian mengerutkan alisnya.

“gimana negosiasinya sama Alter? kamu ngasih dia apa? mobil porsche? gundam? sepatu 100juta yang dia mau? atau ngasih dia kartu AMEX?”

“dari semua yang kamu sebutin ga ada salah satu dari plihan yang kamu berikan karena aku bisa beli semuanya” Damian menatap Theo dengan sombong, yang membuat Theo menatapnya malas.

“jadi gimana? kamu mau rujuk engga?” Damian menarik pinggang Theo untuk mendekat.

“gue dapet apa?”

“dapet 100 frenchise MBG, sayang”

“lucu lo begitu?’’

“engga, kan yang lucu kamu hehehehe”


메타데이터
post_id
5ed3665ce934
slug
hope-s-5ed3665ce934
url
https://medium.com/@swaves008/hope-s-5ed3665ce934
canonical_url
https://medium.com/@swaves008/hope-s-5ed3665ce934
author_url
https://medium.com/@swaves008
status
ok
fetched_at
2026-07-10 16:56:18