← Back to list

Aku Lupa Rasanya Menjadi Ringan

Ada masa ketika aku percaya bahwa hidup akan menjadi lebih mudah jika aku terus berusaha.

lolalittlethought in Ruang Kontemplasi · 2026-07-09 12:14 · 52 claps · 2.2 min read paywalled
#bahasa-indonesia #indonesia #ruang-kontemplasi #puisi
Open on Medium ↗

Aku Lupa Rasanya Menjadi Ringan

Foto oleh Alexander Mass di Unsplash

Foto oleh Alexander Mass di Unsplash

Ada masa ketika aku percaya bahwa hidup akan menjadi lebih mudah jika aku terus berusaha.

Aku belajar.

Aku menunggu.

Aku bersabar.

Aku mengalah.

Aku bertahan.

Aku terus berjalan meski langkahku sering terasa berat.

Namun waktu mengajariku sesuatu.

Tidak semua usaha berakhir dengan kelegaan.

Tidak semua kesabaran bertemu jawaban.

Tidak semua air mata memiliki arti bagi orang lain.

Sejak itu aku berhenti menghitung harapan.

Aku hanya menghitung berapa banyak tenaga yang masih tersisa untuk melewati hari.

Pagi tidak lagi terasa seperti awal.

Ia hanya menjadi pengingat bahwa aku harus memulai lagi perjuangan yang kemarin belum selesai.

Aku memakai pakaian.

Aku menyisir rambut.

Aku menata wajah.

Lalu aku keluar dengan senyum yang sudah begitu sering kupakai, hingga hampir menjadi topeng.

Orang-orang melihat aku baik-baik saja.

Aku tidak menyalahkan mereka.

Luka yang kusimpan tidak memiliki warna.

Ia tidak meninggalkan bekas di kulit.

Ia hanya tinggal di tempat yang tidak dapat dilihat siapa pun.

Kadang aku berpikir, betapa mudahnya manusia salah menilai.

Seseorang yang diam dianggap kuat.

Seseorang yang tersenyum dianggap bahagia.

Padahal diam sering kali lahir dari kelelahan.

Dan senyum kadang hanyalah cara paling sopan untuk menyembunyikan kehancuran.

Aku tidak lagi mengejar untuk dipahami.

Aku tahu, setiap orang sedang sibuk memikul bebannya sendiri.

Aku hanya berharap suatu hari nanti aku mampu memahami diriku sendiri.

Karena ternyata itulah bagian yang paling sulit.

Aku sering bertanya,

"Sejak kapan aku mulai kehilangan semangatku?"

Aku mencari jawabannya ke mana-mana.

Ke masa lalu.

Ke kenangan.

Ke mimpi-mimpi yang dulu pernah membuatku begitu bersemangat.

Namun semuanya terasa jauh.

Seolah aku sedang membaca kisah orang lain, bukan kisahku sendiri.

Malam selalu datang membawa kejujuran.

Di dalam gelap, aku tidak perlu berpura-pura.

Aku boleh diam.

Aku boleh lelah.

Aku boleh mengakui bahwa hari ini terlalu berat.

Aku duduk di tepi tempat tidur.

Mendengarkan detak jam yang terus bergerak.

Aku bertanya kepada waktu,

"Apakah suatu hari aku akan merasa ringan lagi?"

Waktu tidak pernah menjawab.

Ia hanya terus berjalan, seolah tidak peduli siapa yang tertinggal.

Aku mulai memahami bahwa menjadi dewasa kadang berarti tetap melangkah meski hati belum benar-benar pulih.

Tetap bangun meski semalam pikiranku tidak memberi kesempatan untuk beristirahat.

Tetap tersenyum meski bibir terasa begitu berat.

Tetap hidup meski ada hari-hari ketika harapan terlihat sangat jauh.

Aku tidak membenci kehidupan.

Aku hanya lelah menjadi seseorang yang selalu harus menyimpan semuanya sendiri.

Ada begitu banyak kata yang tidak pernah berhasil keluar.

Ada begitu banyak air mata yang kembali kutelan.

Ada begitu banyak ketakutan yang kupeluk karena tidak tahu harus kutaruh di mana.

Mungkin itulah sebabnya dadaku terasa sesak.

Bukan karena terlalu banyak luka.

Melainkan karena terlalu banyak yang tidak pernah mendapat ruang untuk diucapkan.

Jika suatu hari nanti aku akhirnya tersenyum dengan tulus,

jangan mengira perjalananku mudah.

Barangkali senyum itu lahir setelah ribuan malam yang kulewati sendirian.

Setelah begitu banyak pertanyaan yang tidak pernah mendapat jawaban.

Setelah begitu banyak langkah yang tetap kuambil, meski kakiku sudah ingin berhenti.

Dan bila esok aku kembali bangun, kembali memakai senyum yang sama, kembali berjalan melewati dunia yang tidak selalu ramah,

percayalah, itu bukan karena aku sudah tidak terluka.

Itu karena aku masih memilih untuk hidup, meski setiap hari aku masih belajar bagaimana rasanya menjadi ringan, sesuatu yang perlahan mulai kulupakan.


메타데이터
post_id
6ed75b3e8d85
slug
aku-lupa-rasanya-menjadi-ringan-6ed75b3e8d85
url
https://medium.com/ruang-kontemplasi/aku-lupa-rasanya-menjadi-ringan-6ed75b3e8d85
canonical_url
https://medium.com/ruang-kontemplasi/aku-lupa-rasanya-menjadi-ringan-6ed75b3e8d85
author_url
https://medium.com/@lolalittlethought
status
ok
fetched_at
2026-07-12 00:48:14