Belajar Tauhid : Say No for Shirk ! #5
Ahlan, Yaise! Beberapa hari ini jaringan tidak cukup bagus. pohon tumbang menjadi sebab, katanya. kukira aku berhasil sedikit belajar…
Belajar Tauhid : Say NO for Shirk! #5
Ahlan, Yaise! Beberapa hari ini jaringan tidak cukup bagus. pohon tumbang menjadi sebab, katanya. kukira aku berhasil sedikit belajar mengenai pentingnya menjaga konsistensi. tekad yang dikumpulkan berbulan-bulan lenyap dalam waktu sehari hanya karna masalah jaringan yang sedikit menyebalkan. walaupun lebih mudah menyusunnya lagi ketimbang mengumpulkan ulang catatan amal dari waktu yang sudah hilang. aku harus lebih hati hati lain kali.
Pelaku kesyirikan dan meninggal dalam kesyirikannya, yakni belum sempat melakukan taubat kepada Allah maka dosa syiriknya tidak akan diampuni. tetapi lain hal apabila ia diijinkan Allah untuk bertaubat sebelum meninggal maka Allah bii masyiiatihi *akan mengampuni dosanya sebagaimanapun besar dosa yang hamba tersebut lakukan semasa hidup.
Dan taubat yang dimaksud ialah taubat nasuha, yang terdapat 3 syarat didalamnya :
- Adanya penyesalan setelah berbuat dosa
- Meninggalkan perbuatan tersebut
- Bertekad kuat untuk tidak mengulangi lagi
Allah ﷻ berfirman :
{ قُلۡ يٰعِبَادِىَ الَّذِيۡنَ اَسۡرَفُوۡا عَلٰٓى اَنۡفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُوۡا مِنۡ رَّحۡمَةِ اللّٰهِ ؕ اِنَّ اللّٰهَ يَغۡفِرُ الذُّنُوۡبَ جَمِيۡعًا ؕ اِنَّهٗ هُوَ الۡغَفُوۡرُ الرَّحِيۡمُ}
“Katakanlah kepada hamba-hamba Ku yang telah melampaui batas terhadap dirinya sendiri dengan berbuat dosa janganlah berputus asa dari rahmat Allah, sesungguh Allah memaafkan semua dosa, sesungguhnya Ia Maha Pengampun lagi Penyayang” (Azzumar : 53).
dan Rasulullah ﷺ Bersabda :
{ ان الله يقبل توبة العبد ما لم يغرر } “Sesungguhnya Allah menerima segala taubat selama ruh belum mencapai tenggorokan (maut)” Attirmidzi dan Ibnu Majah dari Abdullah ibnu Umar radhiyallah anhumaa dan di hasankan oleh Syekh Al-albani radhiyallahu anhu.
Diketahui tidak semua sahabat nabi radhiyallahu anhum ‘lahir’ dalam keadaan islam dan banyak diantaranya memeluk islam diusia dewasa yang sebelumnya bahkan bergelimang dalam kesyirikan. Dan tidak hanya mereka para para sahabat radhiyallahu anhum, termasuk kita, dengan mempelajari tauhid serta memahaminya dengan benar akan mencegah dari kembali kepada kesyirikan itu. juga perlu bagi kita mengetahui jenis-jenis kesyirikan sehingga dapat menjauhinya.
Wallahualam
Ustad Dr. Abdullah Roy, Madinah.
’dengan kehendaknya’, seperti kamu mengatakan in shaa Allah atau apabila Allah menghendaki (terjadi).*
메타데이터
- post_id
- 9a45f2ed1503
- slug
- belajar-tauhid-lepaskan-diri-dari-rantai-rantai-kesyirikan-9a45f2ed1503
- url
- https://medium.com/@chyali.suhardi/belajar-tauhid-lepaskan-diri-dari-rantai-rantai-kesyirikan-9a45f2ed1503
- canonical_url
- https://medium.com/@chyali.suhardi/belajar-tauhid-lepaskan-diri-dari-rantai-rantai-kesyirikan-9a45f2ed1503
- author_url
- https://medium.com/@chyali.suhardi
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-24 13:42:39