← Back to list

Ketika Takhayul Bertemu Matematika

#1180: Mengapa Tanggal 13 Justru Paling Sering Jatuh pada Hari Jumat

Ivan Lanin in Komunitas Blogger M · 2026-03-19 03:12 · 1,158 claps · 2.7 min read paywalled
#jumat #13 #kalender #komunitas-blogger-medium #bahasa-indonesia
Open on Medium ↗

Sains

Ketika Takhayul Bertemu Matematika

#1180: Mengapa Tanggal 13 Justru Paling Sering Jatuh pada Hari Jumat

Ilustrasi: ChatGPT/AI

Ilustrasi: ChatGPT/AI

“Kita percaya sekali pada takhayul, ya?” kata saya sambil tertawa ketika seorang teman memberi tahu bahwa Pondok Indah Mall 5 (PIM 5) baru saja dibuka. Setelah PIM 3, mereka langsung meloncat ke PIM 5 karena menghindari angka 4. Dalam banyak budaya Asia Timur, angka itu memang dianggap membawa sial. Namun, penghindaran angka tidak hanya terjadi di kawasan ini. Di Barat, angka yang paling sering dihindari justru angka 13.

🔑 Lanjutkan membaca dengan mengklik tautan teman ini.

Angka 13 menanggung beban simbolik yang panjang. Ketakutan terhadapnya bahkan memiliki sebutan khusus, *triskaidekafobia, yang sudah tercatat dalam KBBI sebagai ‘fobia terhadap angka 13’. Hari Jumat pun tidak selalu netral dalam berbagai budaya. Dalam tradisi Jawa, Jumat Kliwon sering dikaitkan dengan hal-hal gaib. Dalam tradisi Barat, pertemuan antara hari Jumat dan tanggal 13 dikenal sebagai Friday the 13th (Jumat 13). Fobia terhadapnya disebut [paraskevidekatriafobia](https://kateglo.org/kamus/detail/paraskavedekatriafobia)*.

Ada pertanyaan yang lebih menarik daripada cerita-cerita tersebut. Apakah Jumat 13 terasa sering muncul karena kita lebih mudah mengingat kejadian yang dianggap sial atau memang kalender membuatnya sedikit lebih sering terjadi? Matematika kalender memberi jawaban yang jelas. Jika semua tanggal 13 dihitung secara sistematis, ternyata hari Jumat memang sedikit lebih sering menjadi tanggal 13 dibandingkan hari lain.

Kuncinya terletak pada pola minggu yang berulang setiap tujuh hari. Dalam kalender Gregorian, setiap tanggal memiliki nomor urut dalam tahun. Tanggal 13 Januari adalah hari ke-13, tanggal 13 Februari hari ke-44, dan tanggal 13 Maret hari ke-72. Jika angka-angka ini dibagi 7, sisanya menunjukkan posisi hari dalam pekan. Dua tanggal dengan sisa pembagian yang sama pasti jatuh pada hari yang sama.

Perhitungan ini menghasilkan pola yang menarik. Dalam satu tahun kalender, setiap hari dalam pekan pasti menjadi tanggal 13 setidaknya satu kali. Beberapa hari dapat muncul dua kali, bahkan hingga tiga kali dalam kondisi tertentu. Tahun 2026, misalnya, dimulai pada hari Kamis dan karena itu memiliki tiga Jumat 13, yaitu pada Februari, Maret, dan November.

Gambaran yang lebih jelas muncul jika kalender dilihat dalam jangka panjang. Kalender Gregorian memiliki siklus penting selama 400 tahun karena aturan tahun kabisatnya berulang dalam periode tersebut. Dalam siklus ini terdapat 303 tahun biasa dan 97 tahun kabisat. Jumlah harinya mencapai 146.097 hari dan angka ini habis dibagi 7 sehingga pola hari dalam pekan kembali ke posisi semula.

Dalam 400 tahun itu terdapat 4.800 tanggal 13. Ketika semua tanggal tersebut dihitung, distribusi harinya tidak sepenuhnya merata. Jumat muncul 688 kali sebagai tanggal 13. Sebagai perbandingan, Kamis dan Sabtu masing-masing muncul 684 kali. Selisihnya hanya empat kejadian dari 4.800 tanggal, sekitar 0,08%. Perbedaannya kecil, tetapi konsisten muncul dalam setiap siklus kalender.

Menarik melihat bagaimana manusia memberi makna pada pola yang sebenarnya bersifat mekanis. Angka dilompati di lantai gedung dan hari dihindari di kalender. Sementara itu, kalender terus bekerja mengikuti aturannya sendiri, tak peduli berapa nomor lantai yang kita lewati. Jumat 13 akan terus datang, bukan karena ia membawa sial, melainkan karena begitulah cara waktu berhitung.

Jurnal dan Kenangan

Tahun lalu, saya menulis tentang konsep *schadenfreude, kata bahasa Jerman yang berarti ‘kesenangan melihat penderitaan orang lain’. Gagasan itu saya temukan saat membaca sebuah buku ketika sedang kurang sehat. Fenomena tersebut kerap muncul dalam kehidupan sehari-hari, dari berita kriminal hingga pertandingan olahraga. Ajakan bersyukur dengan membandingkan diri dengan penderitaan orang lain pun ternyata dapat menyimpan bentuk schadenfreude* terselubung.

[embed]Schadenfreude #815: Kesenangan melihat penderitaan orang lainivanlanin.medium.com

Dua tahun lalu, saya merefleksikan perjalanan awal karier sebagai pemrogram komputer setelah menemukan kembali CV lama bertarikh 2006. Dokumen itu membangkitkan ingatan tentang berbagai perusahaan tempat saya bekerja sejak 1996, mulai dari Trabas hingga C-Consulting. Dari pengalaman itu terlihat bagaimana keterampilan pemrograman berkembang seiring proyek yang makin kompleks. Titik balik karier terjadi ketika saya beralih menjadi konsultan manajemen.

[embed]Pemrogram Komputer #450: Daftar riwayat hidup lawas membangkitkan kenangan lamamedium.com

Ingin lebih terampil berbahasa? Kunjungi toko 🏪, ikuti kelas 👨‍🏫, atau hubungi 📞 Narabahasa.


메타데이터
post_id
bf834bef5207
slug
ketika-takhayul-bertemu-matematika-bf834bef5207
url
https://medium.com/komunitas-blogger-m/ketika-takhayul-bertemu-matematika-bf834bef5207
canonical_url
https://medium.com/komunitas-blogger-m/ketika-takhayul-bertemu-matematika-bf834bef5207
author_url
https://medium.com/@ivanlanin
status
ok
fetched_at
2026-06-11 21:11:36