← Back to list

Dark Mode: Fitur Keren atau Cuma Gimmick?

Dark Mode sekarang hampir ada di semua aplikasi.  Mulai dari smartphone, browser, IDE, sampai aplikasi media sosial.

Fathurrahman Al Hafiz in Udacoding · 2026-01-06 14:10 · 0 claps · 1.6 min read
#dark #light #style #problems #fitur
Open on Medium ↗
Wiki topics: 📟 · Gadgets & IoT 👗 · Fashion

Dark Mode: Fitur Keren atau Cuma Gimmick?

Dark Mode sekarang hampir ada di semua aplikasi. Mulai dari smartphone, browser, IDE, sampai aplikasi media sosial.

Tapi pertanyaannya: Dark Mode itu benar-benar bermanfaat, atau cuma sekadar tren?

Mari kita bahas dari sisi pengguna dan developer.

Kenapa Dark Mode Jadi Populer?

Awalnya, Dark Mode banyak digunakan oleh developer karena:

  • Layar terminal dominan gelap
  • Lebih nyaman untuk ngoding lama
  • Mengurangi silau di ruangan gelap

Lama-kelamaan, fitur ini menyebar ke:

  • Sistem operasi
  • Aplikasi mobile
  • Website
  • Media sosial

Dan akhirnya… jadi standar baru.

Kelebihan Dark Mode (Bukan Sekadar Gaya)

  1. Lebih Nyaman di Kondisi Cahaya Rendah Di malam hari, background putih bisa terasa menyilaukan. Dark Mode membantu mata beradaptasi lebih nyaman.

Ini alasan kenapa:

  • Banyak orang mengaktifkan Dark Mode sebelum tidur
  • Aplikasi seperti YouTube, Twitter, dan VS Code menggunakannya
  1. Hemat Baterai (Kondisional) Pada layar OLED / AMOLED:
  • Warna hitam = pixel mati
  • Konsumsi daya lebih rendah

Tapi perlu dicatat:

  • Tidak semua device merasakan efek signifikan
  • LCD tidak terlalu terpengaruh
  1. Fokus Lebih Baik untuk Konten Tertentu Dark Mode cocok untuk:
  • Code editor
  • Dashboard
  • Data visualisasi
  • Video & media

Konten terlihat lebih “keluar” tanpa distraksi warna terang.

Kekurangan Dark Mode yang Jarang Dibahas

  1. Tidak Selalu Nyaman untuk Membaca Lama Beberapa riset menunjukkan:
  • Teks terang di background gelap bisa membuat mata lebih cepat lelah
  • Terutama untuk teks panjang

Makanya:

  • Banyak artikel & blog masih nyaman di Light Mode
  1. Masalah Kontras & Aksesibilitas Dark Mode sering gagal di:
  • Kontras warna yang terlalu rendah
  • Teks abu-abu di background hitam
  • Tombol tidak terlihat jelas

Jika tidak dirancang dengan benar, Dark Mode justru: ❌ Menyulitkan pengguna ❌ Tidak ramah aksesibilitas

  1. Tidak Semua Desain Cocok Brand dengan:
  • Warna cerah
  • Identitas visual kuat

Sering kesulitan:

  • Mengadaptasi desain ke Dark Mode
  • Menjaga konsistensi brand

Dari Sudut Pandang Developer

Bagi developer, Dark Mode bukan sekadar toggle warna.

Perlu dipikirkan:

  • Design system
  • Token warna
  • Kontras
  • State hover & active
  • Accessibility (WCAG)

Dark Mode yang asal dibuat = UX buruk.

Jadi… Dark Mode Itu Gimmick?

Jawabannya: Tergantung.

Fitur penting, jika:

  • Dibutuhkan user
  • Dirancang dengan benar
  • Memperhatikan aksesibilitas

Cuma gimmick, jika:

  • Ditambahkan hanya karena tren
  • Kontras buruk
  • Tidak diuji dengan baik

메타데이터
post_id
d6673cbefa27
slug
dark-mode-fitur-keren-atau-cuma-gimmick-d6673cbefa27
url
https://medium.com/@hondadaun/dark-mode-fitur-keren-atau-cuma-gimmick-d6673cbefa27
canonical_url
https://medium.com/@hondadaun/dark-mode-fitur-keren-atau-cuma-gimmick-d6673cbefa27
author_url
https://medium.com/@hondadaun
status
ok
fetched_at
2026-07-13 15:40:36