Pencitraan Ala KDM vs JKW
Presiden Pencitraan vs Gubernur Kontent, Apa yang Bisa Kita Harapkan?
Pencitraan Ala KDM vs JKW
Presiden Pencitraan vs Gubernur Konten, Apa yang Bisa Kita Harapkan?
Photo by Ali Khadem on Unsplash
Saya termasuk orang yang kecewa ketika JKW bersama JK memenangi Pemilu 2014.
Mengapa?
JKW baru saja dilantik sebagai wali kota Solo periode kedua, ketika ia meninggalkan amanahnya begitu saja untuk menjadi gubernur Jakarta bersama Ahok.
Kemudian, dia meninggalkan Jakarta, demi menjadi RI 1.
Sekarang, banyak orang menyesal karena telah mengantarkan JKW ke RI 1.
tautan teman: klik disini
Apa yang paling saya ingat sebagai rakyat biasa, ketika JKW begitu membanggakan, mobil nasional Esemka.
Dimana sekarang?
Tidak ada satupun dijalan?
Padahal, dengan menjadi presiden, bukankah mudah bagi JKW merealisasikan proyek Esemka?
Kemudian, bagaimana JKW mencampur-adukkan trias politika. Sebagai eksekutif ikut cawe-cawe legislatif dan yudikatif.
Mengubah aturan Pemilu, melalui Mahkamah Konstitusi,
berhasil mengantarkan Gibran sebagai wakil Presiden.
Dan yang terakhir, bagaimana JKW merespon tuduhan ijasah palsu.
Sungguh, tidak menunjukkan sikap seorang negarawan.
Dimana JKW yang dikenal sebagai tokoh yang rajin blusukan, membumi dan pro rakyat?
Hanya pencitraan kan?
Bagaimana dengan KDM, Kang Dedi Mulyadi?
Berawal sebagai anggota DPRD Purwakarta, dipercaya sebagai bupati Purwakarta, dua periode (2008–2018). Sekarang menjabat gubernur Jawa Barat sejak Februari 2025.
Belum 100 hari menjabat, Namanya viral, karena gebrakan dan kebijakan mengundang kontroversi.
Sebagian memandang, hanya pencitraan, demi popularitas, dwngan julukan gubenur konten.
Bahkan, sebagian menilai kebijakan yang diambil sangat reaktif, melihat sekilas, langsung putuskan. Seharusnya, bukan seperti itu sebuah kebijakan publik diputuskan dan diterapkan.
Tapi, apa mau dikata? dukungan lebih besar daripada kritikan.
Rakyat sudah bosan, dengan pemimpin yang sibuk peresmian, tapi tak menyelesaikan permasalahan rakyat.
lihat saja beberapa gebrakan KDM:
Mengirim anak nakal ke barak militer.
Anak-anak menonton film tanpa didampingi orang tua, itu adalah pelanggaran hak anak dan kita hanya berdiam. Anak-anak di bawah umur merokok, minum minuman keras, itu adalah pelanggaran hak anak. Semuanya kita berdiam. Anak-anak main game online, nonton tayangan-tayangan dewasa lewat media sosial, kita berdiam," kata KDM.
lebih lanjut, KDM menegaskan:
Mengirimkan anak ke barak militer justru memenuhi hak pendidikan anak. Selain itu, bisa melindungi anak dari paparan konten digital yang tidak untuk dikonsumsi mereka.
Dan sebagai anggota masyarakat, Saya Sepakat.
Bagaimana menurutmu?
Melarang Wisuda TK sampai SMA
Wisuda memakan biaya besar, demikian juga studi tour dan perpisahan.
Ada suatu kebiasaan yang sudah menjadi ‘budaya’ di Jawa Barat bahwa tidak apa-apa berutang asal terlihat kaya. (KDM)
Bukan hanya di Jawa Barat, Pak! Demi anak, semua orang tua rela berhutang.
Sebagai orang tua, saya sepakat dengan KDM. Tapi, bila saya yang menjadi siswa? Rasanya saya ingin tetap ada wisuda, perpisahan atau studi tour.
Salah satu saja, sudah cukup.
Bagaimana menurutmu?
Memberantas Premanisme dan Preman Berbaju Ormas
Iklim produksi di Indonesia sangat terganggu, dengan adanya premanisme. baik produksi UMKM, maupun produksi perusahaan besar.
KDM menyatakan akan melakukan pembinaan kepada preman, dengan memasukan ke barak militer. Dan melibatkan mereka dalam pembangunan di Jawa Barat.
Terdengar tepat sasaran, ya?
Semoga berhasil KDM.
Kami tahu, yang kami butuhkan hanyalah pemimpin kuat yang mau menyelesaikan permasalahan langsung ke akarnya.
Masih banyak waktu bagi KDM untuk membuktikan, bahwa gebrakannya di masa masa awal kepemimpinan ini, akan membuahkan kebaikan bagi warga Jawa Barat.
Dan, bila itu terbukti, kami menunggumu di kursi eksekutif sebagai RI 2, tentunya.
RI I tetap Abah Anies Baswedan.
Paling tidak, Anies telah menyelesaikan amanahnya sebagai Gubernur Jakarta, dan KDM masih memiliki waktu untuk mengukir rekam jejak yang lebih mengesankan.
Bila demokrasi berjalan sesuai aturan main, rakyat pasti bisa memilih pemimpin yang sebenar-benarnya bekerja. Tidak ingin terulang, dimanipulasi oleh pencitraan.
Yang sepakat, beri saya 50 claps!
Yang kurang sepakat, mari diskusi di kolom komentar…
Salam hangat Dypa 🤗
메타데이터
- post_id
- ecdfad8a217e
- slug
- pencitraan-ala-kdm-vs-jkw-ecdfad8a217e
- url
- https://medium.com/@dypa/pencitraan-ala-kdm-vs-jkw-ecdfad8a217e
- canonical_url
- https://medium.com/@dypa/pencitraan-ala-kdm-vs-jkw-ecdfad8a217e
- author_url
- https://medium.com/@dypa
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-19 19:27:23