← Back to list

Perasaan

Beberapa hari lalu, saya melihat teman se profesi dengan saya yang mengajar di salah satu Sekolah Negeri di daerah saya, Ku tak bisa sebut…

Ad Suhenra · 2026-04-30 13:39 · 0 claps · 1.4 min read
#empatia
Open on Medium ↗

Perasaan

Photo by aditya-saxena on Unsplash

Photo by aditya-saxena on Unsplash

Beberapa hari lalu, saya melihat teman se profesi dengan saya yang mengajar di salah satu Sekolah Negeri di daerah saya, Ku tak bisa sebut namanya, teman saya menghadapi permasalahan dalam hal keluarga dimana Ayahnya dalam kondisi kurang sehat dan sudah operasi yang ke tiga kalinya, tetapi yang namanya orang tua tentu perasaan teman saya tidak terbayangkan pasti selalu sedih, tidak fokus semua bercampur aduk. Saya yang melihat situasi teman saya sering berbagi untuk menghibur dan memberikan masukan sehingga dia tetap profesional dalam menjalankan tugasnya yaitu mengajar.

Saya bukan orang yang biasa dalam hal menghibur apalagi banyak bercerita. Saya hanya memberikan masukan di kala luang, kadang terasa relate dengan apa yang terjadi di kehidupan saya atau saya lihat di kehidupan orang lain. Kadang saya ikut sedih, sih. Sebab saya malu dengan diri saya jika tidak bisa memberikan penyejuk jiwa dan tidak mau membiarkan perasaan orang lain terus larut dalam kesedihan.

Saya mempelajari perasaan yang demikian, walaupun saya juga pernah mengalami kehilangan orang yang saya cinta Ayah saya yang meninggal dunia di waktu saya masih kelas 6 Sd.

Intinya adalah, ketika perasaan teman saya dalami ternyata keluarganya sudah membutuhkan uluran tangan untuk biaya rumah sakitnya karna sudah hampir 4 bulan Ayahnya di rawat di Rumah Sakit. Bersama teman-teman saya dengan jiwa sosialnya akhirnya kami mengumpukan bantuan ala kadarnya, dan alhamdulillah terkumpullah bantuan untuk Ayah teman saya tersebut.

Tujuan utama saya adalah meringankan kesedihan teman saya ini dan menunjukkan rasa sosial sebagai keluarga besar di sekolah tersebut

Setiap makhluk tentulah mempunyai hati, dan setiap hati adalah tempat menyimpan berbagai perasaan. Jika perasaan sedih, gembira, tawa, bahagia, muram, hampa, kosong dan berbagai perasaan lainnya pernah kita rasakan, ketahuilah itu tanda hati kita masih berfungsi.

Sekian tulisan untuk hari ini.

Terima kasih untuk pembaca yang bersedia meluangkan waktunya membaca isi pikiran saya.

Terakhir, saya ingin menyampaikan pesan untuk para pengguna Medium dari indonesia: Mari menulis dan mengekalkan ingatan!


메타데이터
post_id
2f10dd9f3400
slug
perasaan-2f10dd9f3400
url
https://medium.com/@ad3.suhendra/perasaan-2f10dd9f3400
canonical_url
https://medium.com/@ad3.suhendra/perasaan-2f10dd9f3400
author_url
https://medium.com/@ad3.suhendra
status
ok
fetched_at
2026-06-09 15:37:30