← Back to list

Akhirnya, Kulihat Kau Berlabuh di Tempat yang Tepat

Masanya sudah selesai, denialku hilangkan, berbahagia lah bersama persinggahan barumu, aku pun bahagia.

d𝘦𝘭𝘭𝘢 · 2026-05-22 04:01 · 107 claps · 3.0 min read
#love #life #self-acceptance
Open on Medium ↗
Wiki topics: 💑 · Relationships

Akhirnya, Kulihat Kau Berlabuh di Tempat yang Tepat

Masanya sudah selesai, denialku hilangkan, berbahagia lah bersama persinggahan barumu, aku pun bahagia.

by Pint

by Pint

“Kamu sudah lihat itu?” sapaan pertama di pagi ini

aku mengernyitkan dahiku, “Hm? Memangnya apa?”

Bahkan, memberi space untukku bernafas sejenak saja belum ku lakukan. Raut wajahnya terlihat serius, tampak ingin menyampaikan sesuatu.

“Dia, sudah ada pacar baru” ucapannya terhenti, lalu ia melanjutkan “aku lihat story whatsappnya semalam”

Ah, ternyata itu awal topik pembicaraan kami di pagi hari ini. Terkejut, tentu saja. Tapi aku bersikap biasa saja sih di depannya, akan ribet nantinya jika aku bereaksi lebih.

“Wow, congrats to him” kataku sambil menyisihkan tas ranselku ke kursi. Mencoba mengabaikan situasi yang akan membuatku kembali ke masa-masa buruk.

Ia memposisikan duduknya mendekat ke tempatku dan melipatkan tangannya di meja, “No reaction, huh?”

Lantas, bagaimana harus aku bereaksi? Menangis sambil menggenggam sebuah tissue? lagipula, sudah setahun berlalu lamanya, aku sudah berdamai dengan waktu dan memaafkan situasi itu.

“Biasa aja, turut bahagia malah”

Bohong, aku pandai berpura-pura. Aku tidak bahagia untuknya, tapi tidak sedih juga. Sulit untuk aku jelaskan, tapi ya.. aku biasa saja?

Akhirnya, ia membalikkan tubuhnya ke depan tanpa menanggapiku lagi. Syukurlah, hanya saja aku enggan untuk membicarakan “Dia” lagi.

Di katakan sembuh juga aku tidak yakin, di katakan berdamai aku bisa bilang iya, entahlah istilah apa yang tepat untuk menamai situasi ku ini? Berpura-pura pulih sendiri? seperti potongan lagu dari For Revenge, Penyangkalan, salah satu lagu yang akhir-akhir ini menarik perhatianku.

Kebetulan, tertera nama lagu itu di layar ponsel ku. Ku lihat sekilas sambil tersenyum tipis, dan meraih untaian kabel headset milikku itu ke telingaku.

Penggalan lirik demi lirik ku khayati, perlahan-lahan seperti menyayat pelan. Sakit.

Runtuh sudah tembok kokoh yang ku pertahankan sedaritadi, berpura-pura keahlianku, mengenang kenangan kelemahanku. Tanpa di izinkan, air mata itu terjatuh membasahi wajahku. Menangis sembari angin-angin senja menyapa.

Ini bukan sebuah movie dimana aku lah peran utamanya dan menangis sepanjang perjalanan. Ku akui, aku memang menangis. Tapi bahkan tidak mencapai 5 menit lamanya, sungguh, aku hanya menangis seperkian detik.

Mungkin, tampung air mataku sudah menyusut kering di sisa-sisa akhir karna aku sudah banyak membuang-buangnya dahulu.

“Ck, mascara ku luntur daritadi?” tanyaku kepada diriku sendiri, dengan sedikit nada kesal. “Pantesan orang-orang di jalan liatin aku terus..”

Sial, malu sekali. Bisa tergambar di benakku bagaimana rupa ku sepanjang jalan tadi, pasti seperti monster.

Ya.. sebenarnya ini kesalahan produk nya, kan? memang mascara itu gampang sekali luntur ketika terkena air. Membela diriku dengan sebuah fakta bahwa aku hanya menangis seperkian detik.

Ting!

Sebenarnya bukan seperti itu suara notification ponsel ku, tapi sudahlah anggap saja begitu. Ku tolehkan kepalaku ke arah ponsel yang sudah sedari tadi ku lemparkan ke atas kasurku.

“Suaranya dari notif Instagram sih, siapa ya?” sambil ku melangkah mendekati kasur, tanganku menggapai ponsel segipanjang itu dan menyalakan layarnya.

“Callistalouis mentioned you in their story”

Kaget, itu reaksi pertamaku. Nangis haru, itu reaksi keduaku. Senyum tiada henti, itu reaksi ketigaku. Bagaimana tidak, sebuah notification dari influencer favorite ku bahwasanya dia menyebutku di dalam instastory nya. Langsung ku klik tanpa menunggu apapun, tampilan sebuah seni gambar yang ku buat untuknya terlihat sangat jelas dengan caption manis pemberiannya.

“Would love to thank @edellsart once again for the beautiful drawing ever, i’m the happiest to receive your art and your sweetest message ever. To be painted in my favorite color too, lucky me. Amiin untuk doa baiknya, semoga kembali ke kamu berjuta-juta kali lipat, sayangku”

Menghangat hatiku, ketika membaca tulisan itu. Seperti, aku melupakan semua perasaan gundah yang aku rasakan sebelumnya. Hal se-simple itu mampu membuatku terbang seperti berada di awan.

Dari situ ku sadari, bahwa cinta dan kasih sayang akan datang dengan sendirinya, bahkan dari orang asing sekalipun. Sebuah pesan singkat yang ku terima mampu mengubah segala hal risauku menjadi sebuah rasa ketenangan.

“It’s okay if you don’t receive love from a man, because somehow, strangers will still love you for your kindness.” Gumamku yang tak terucap. Tampak ia berusaha menghibur dirinya sendiri.

Ini pertama kali ku hidup, pertama kali ku merasakan pernah jatuh cinta dengannya, pertama kali ku merasakan perpisahan dengannya, pertama kali ku merasakan melihat ‘Seseorang’ yang pernah menjadi rumahku, kini ia bersama sosok yang ia pilih.

Ini mengajariku bahwa tidak setiap insan yang bersamaku akan menjadi milikku selamanya. Terkadang, mereka memilih untuk pergi dan bersua dengan nama baru di do’a nya.

Selamat ku ucapkan, dengan hidup barumu.


메타데이터
post_id
6dafcd9b199b
slug
akhirnya-kulihat-kau-berlabuh-di-tempat-yang-tepat-6dafcd9b199b
url
https://medium.com/@sombers/akhirnya-kulihat-kau-berlabuh-di-tempat-yang-tepat-6dafcd9b199b
canonical_url
https://medium.com/@sombers/akhirnya-kulihat-kau-berlabuh-di-tempat-yang-tepat-6dafcd9b199b
author_url
https://medium.com/@sombers
status
ok
fetched_at
2026-06-15 22:55:51