← Back to list

Tata Kota Jakarta : Rapi di Pusat, Berantakan di Pinggiran

Saya sengaja menjadikan Jakarta sebagai contoh, karena saya sendiri lahir dan tumbuh besar di kota ini. Saya ingin orang-orang tahu realita…

Wizurai · 2025-06-30 21:09 · 0 claps · 1.4 min read
#urbanism #urban-perspectives #jakarta #anies-baswedan #ahok
Open on Medium ↗

Tata Kota Jakarta : Rapi di Pusat, Berantakan di Pinggiran

Saya sengaja menjadikan Jakarta sebagai contoh, karena saya sendiri lahir dan tumbuh besar di kota ini. Saya ingin orang-orang tahu realita bahwa tata kota Jakarta sebenarnya belum sepenuhnya rapi. Meskipun sudah banyak gubernur yang silih berganti membawa program perbaikan, sayangnya perbaikan itu sering hanya terlihat di pusat kota saja.

Sebagai warga Jakarta sejak kecil, saya merasakan sendiri betapa jauhnya perbedaan antara kawasan pusat dan pinggirannya. Kota ini terlihat megah di beberapa tempat, tetapi begitu kita keluar dari pusat kota, ceritanya berubah.

Di pusat kota, kita bisa menikmati trotoar lebar dan rapi, jalur sepeda, taman kota, serta transportasi umum yang modern dan terintegrasi. Namun, jika kita menyusuri daerah yang lebih jauh dari pusat, pemandangannya sangat berbeda.

Trotoar sering rusak, sempit, bahkan hilang sama sekali. Jalur sepeda tidak menyambung. Transportasi umum belum menjangkau semua wilayah dengan baik. Ruang terbuka hijau juga jauh lebih sedikit, sementara jalanan sempit sering macet.

Tata kota yang berantakan berdampak langsung pada kualitas hidup. Mobilitas warga jadi lebih sulit dan mahal, polusi meningkat, dan suhu kota makin panas. Hewan-hewan liar seperti burung dan kucing kehilangan habitatnya, karena semakin sedikit ruang terbuka hijau.

Bagi pejalan kaki, jalan kaki pun bisa terasa berbahaya karena harus berbagi ruang dengan kendaraan. Banjir juga menjadi masalah rutin karena saluran air yang tersumbat atau tertutup bangunan.

Saya juga mengakui bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Jakarta sudah berubah cukup banyak. Transportasi umum seperti MRT, LRT, dan TransJakarta semakin terintegrasi, memudahkan warga untuk bepergian tanpa kendaraan pribadi.

Selain itu, sudah ada lebih banyak ruang terbuka hijau yang bisa digunakan masyarakat, seperti taman kota dan jalur hijau. Semua ini tentu tidak lepas dari program-program yang dibuat oleh Pak Anies Baswedan, dan juga peran penting dari Pak Ahok sebelumnya. Walaupun program tersebut masih memiliki kekurangan, tetap patut diapresiasi sebagai langkah awal.

Menurut saya, pembangunan dan perbaikan tata kota seharusnya tidak hanya fokus di pusat kota saja. Yang lebih penting adalah pemerataan: trotoar yang aman dan menyambung hingga ke pinggir kota, transportasi umum yang benar-benar bisa dijangkau semua warga, serta ruang terbuka hijau yang merata.

Kota yang baik bukan hanya kota yang terlihat modern dan mewah, tetapi kota yang membuat semua warganya — termasuk pejalan kaki, anak-anak, lansia, hingga hewan liar — merasa nyaman, aman, dan sehat.


메타데이터
post_id
cd77569be363
slug
tata-kota-jakarta-rapi-di-pusat-berantakan-di-pinggiran-cd77569be363
url
https://medium.com/@wizurai_/tata-kota-jakarta-rapi-di-pusat-berantakan-di-pinggiran-cd77569be363
canonical_url
https://medium.com/@wizurai_/tata-kota-jakarta-rapi-di-pusat-berantakan-di-pinggiran-cd77569be363
author_url
https://medium.com/@wizurai_
status
ok
fetched_at
2026-06-26 08:21:59