Kenapa Badan Sering Tumbang Saat Stres?
Rahasia "Mendengarkan" Tubuh Lewat Somatic Healing
Kenapa Badan Sering Tumbang Saat Stres?

Pernahkah Anda merasa sudah mencoba berpikir positif atau melakukan afirmasi, tapi rasa cemas di dada tidak kunjung hilang? Sering kali, kita hanya sibuk mengatur pikiran agar tetap tenang, namun lupa bahwa tubuh kita punya “ingatan” sendiri yang jauh lebih jujur. Saat kita stres, tubuh akan menunjukkan reaksi fisik duluan, seperti bahu yang menegang atau napas yang menjadi pendek.
Dalam podcast BossMama, Raden Prisha menjelaskan bahwa memori emosi itu sebenarnya tidak hanya disimpan di otak, melainkan di seluruh jaringan fasia atau selaput otot di tubuh kita. Inilah alasan mengapa pendekatan yang hanya fokus pada pikiran sering kali tidak mempan jika tubuh kita masih dalam mode siaga atau tegang.
Fenomena “Lazy Ambitious”: Ambisi vs Perlindungan Diri
Banyak dari kita yang merasa memiliki mimpi besar tapi sering kali merasa sangat malas untuk memulainya. Fenomena ini disebut sebagai lazy ambitious. Ternyata, rasa malas tersebut sering kali bukanlah tanda kurangnya motivasi, melainkan bentuk perlindungan diri (protection) agar kita merasa aman.
“Badan kita itu jauh lebih jujur daripada pikiran kita.”
Jika ambisi Anda bersifat otentik dan tulus, tubuh biasanya akan terasa ringan dan justru merasa terisi kembali (recharged) saat mengerjakannya. Sebaliknya, jika sebuah tujuan terasa sebagai beban atau kewajiban, tubuh akan bereaksi dengan rasa malas sebagai bentuk hambatan internal.
Emosi sebagai “Tamu”: Beri Mereka Ruang, Jangan Diusir
Salah satu prinsip utama dalam somatic healing adalah memandang emosi sebagai bagian dari diri (parts), bukan sesuatu yang menguasai seluruh identitas kita. Kita sering kali dilarang marah atau sedih sejak kecil, sehingga kita cenderung memendamnya. Padahal, emosi yang dipendam ibarat tamu yang dilarang masuk; mereka akan terus mengetuk pintu hingga akhirnya mendobrak masuk dan mengacaukan hidup kita.
Dalam konsep ini, bayangkan hati Anda adalah sebuah rumah besar di mana setiap emosi memiliki “kamarnya” masing-masing. Jika kita memberikan ruang bagi rasa sedih atau marah tanpa menolaknya, emosi tersebut akan tetap tenang di kamarnya tanpa membajak kesadaran kita sepenuhnya.
“Anggaplah rasa unsafe itu adalah bagian diri kamu… Dia akan tenang sampai dia butuh perhatian kamu lagi.”
Kekuatan dari Aktivitas Sepele dan Waktu “Bengong”
Siapa sangka aktivitas rumah tangga yang membosankan seperti cuci piring atau melipat baju ternyata sangat bermanfaat bagi sistem saraf? Aktivitas ini disebut sebagai sensory practice yang repetitif, yang membantu menstabilkan sistem saraf kita melalui sensasi yang berulang-ulang.
Selain itu, momen untuk bengong tanpa gangguan ponsel kini menjadi barang mewah yang sangat mahal. Saat kita memberikan ruang kosong bagi pikiran, di situlah ide-ide kreatif yang paling berharga sering kali muncul.
Koneksi Spiritual: Rahasia di Balik Sujud dan Tahajud
Somatic healing ternyata memiliki kaitan erat dengan praktik ibadah. Secara ilmiah, bagian otak yang menjadi pusat kendali respon kita, yaitu prefrontal cortex, hanya bisa mendapatkan pasokan darah paling optimal saat kita berada dalam posisi sujud.
Selain itu, waktu Tahajud juga memiliki keistimewaan luar biasa. Saat sepertiga malam terakhir, gelombang otak manusia berada dalam kondisi Alfa – frekuensi yang paling ideal untuk merasa tenang, hadir sepenuhnya (grounded), dan melakukan manifestasi doa.
Jujur pada Diri Sendiri
Langkah awal untuk sembuh dari stres yang menumpuk adalah dengan belajar jujur pada diri sendiri. Anak-anak kita, misalnya, jauh lebih peka membaca energi atau sistem saraf orang tuanya daripada mendengarkan kata-kata kita.
Jika Anda merasa sedang tidak baik-baik saja, cobalah letakkan tangan di dada dan sapa emosi tersebut:
“Aku tahu kamu ada di situ, dan itu tidak apa-apa”
Dengan memberikan perhatian pada apa yang dirasakan tubuh, Anda sedang melakukan proses pengasuhan kembali pada diri sendiri (reparenting yourself) agar hidup terasa lebih selaras dan tenang.
메타데이터
- post_id
- 006c541aabcb
- slug
- kenapa-badan-sering-tumbang-saat-stres-006c541aabcb
- url
- https://medium.com/@zaranurfadila/kenapa-badan-sering-tumbang-saat-stres-006c541aabcb
- canonical_url
- https://medium.com/@zaranurfadila/kenapa-badan-sering-tumbang-saat-stres-006c541aabcb
- author_url
- https://medium.com/@zaranurfadila
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-09 15:37:30