← Back to list

Rencana 14 miliar tahun

Bagaimana bisa sebuah dentuman sunyi di hampa yang tak bertepi, melahirkan segalanya ? Empat belas miliar tahun yang lalu, semesta meledak…

Armedd · 2026-07-29 22:30 · 0 claps · 1.6 min read
#puisi-indonesia #sastra-indonesia #antariksa
Open on Medium ↗

Rencana 14 miliar tahun

Photo by Arnaud Mariat on Unsplash

Photo by Arnaud Mariat on Unsplash

Bagaimana bisa sebuah dentuman sunyi di hampa yang tak bertepi, melahirkan segalanya ? Empat belas miliar tahun yang lalu, semesta meledak dalam bisikan ruang dan waktu. Kekosongan yang terbelah, melahirkan percikan-percikan energi pertama. Atom-atom terlempar ke segala arah, saling memeluk, saling bertabrakan, membentuk kabut, menenun galaksi. Matahari-matahari purba lahir dan padam, meninggalkan debu-debu kosmis yang melayang mencari rumah di tengah pekatnya malam.

Bertahun-tahun semesta merajut dirinya sendiri. Maturasi bumi yang perlahan belajar bernapas, pergeseran samudera, dan pergantian zaman. Semua terjadi begitu rumit, begitu presisi seolah ada jemari tak terlihat yang sabar memilah setiap atom, menyiapkan sebuah karya agung yang belum selesai. Aku selalu bertanya pada langit malam:

Untuk apa ribuan galaksi diciptakan ? Mungkin semesta hanya merasa sepi di hampa yang dingin, lalu mulai mengacak-acak materi hanya untuk membunuh kebosanan.

Mengapa materi harus bersatu dengan begitu sempurna ? Hukum termodinamika bilang segalanya menuju kekacauan. Dari milyaran percobaan yang gagal dan ledakan yang acak, fisika akhirnya lelah.

“Lalu hari itu tiba, dan semesta akhirnya memberiku jawaban.”

[embed]

Atom-atom yang melintasi ribuan cahaya ternyata tidak hanya berhenti menjadi bumi atau samudera. Sebagian dari mereka berjalan lebih jauh, menata diri dengan kehati-hatian yang luar biasa, hanya untuk menyusun keindahan yang ada pada dirimu. Kalsium dan stardust yang dulu melayang di ruang hampa, kini tersusun rapi membentuk struktur jemarimu yang hangat. Karbon dan energi purba yang bertahan melewati ribuan milenium, kini bernaung tenang di dalam binar matamu.

Photo by NASA Hubble Space Telescope on Unsplash

Photo by NASA Hubble Space Telescope on Unsplash

Dan yang paling menakjubkan dari seluruh reaksi kosmis ini.. bagaimana partikel-partikel terhebat di semesta bisa melengkung dengan begitu anggun, menciptakan garis senyum manismu. Sebuah senyuman yang seketika meredam seluruh riuh dan kekacauan di duniaku.

Kini aku paham. Segala rahasia Big Bang, segala kebetulan dan perhitungan rumit sejak awal waktu, ternyata hanya memiliki satu alasan yang sederhana

Agar setelah empat belas miliar tahun berjalan,

semua atom dalam diriku bisa berhenti melayang,

dan menemukan tujuannya di hadapanmu.


메타데이터
post_id
012016db882e
slug
rencana-14-miliar-tahun-012016db882e
url
https://medium.com/@armed367/rencana-14-miliar-tahun-012016db882e
canonical_url
https://medium.com/@armed367/rencana-14-miliar-tahun-012016db882e
author_url
https://medium.com/@armed367
status
ok
fetched_at
2026-08-19 20:17:51