← Back to list

Sinestesia

Seperti satu buah album milik Efek Rumah Kaca. Pada harkatnya, manusia adalah Sinestesia.

Oytesarp · 2025-09-23 15:30 · 14 claps · 3.4 min read
#sinestesia #gelap #cahaya #sketsa #efek-rumah-kaca
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🎵 · Music & Audio

Sinestesia

Photo by Celine Flynn on Unsplash

Photo by Celine Flynn on Unsplash

Seperti satu buah album milik Efek Rumah Kaca. Pada harkatnya, manusia adalah Sinestesia.

Merah, Biru, Jingga, Hijau, Putih, dan Kuning. Itu bukan warna, melainkan bercak yang terlihat di antara Sebelah Mata.

Mata Lysan menjelajahi dunia dengan cara yang ganjil. Bukan, bukan karena ia rabun atau buta warna, melainkan karena indranya saling berjalin. Baginya, setiap suara mengukir warna, dan setiap sentuhan menjejakkan rasa. Helaan napas ibunya yang khawatir, terdengar bagai nada bass bergumam yang melirih dan bersemayam abu-abu. Tawa riang adiknya adalah kilatan cahaya kuning kehijauan yang melesat. Ia menyebutnya anugerah yang kerap kali terasa sebagai kutukan. Sebuah dunia yang terlalu gaduh untuk dinikmati dengan tenteram.

Hari itu, langit di atas kota bertukar menjadi kanvas kelabu yang murung. Lysan bertengger di bangku taman, mengupayakan diri menyatu dengan kesunyian yang ia lihat sebagai lembaran putih yang jernih. Namun, dunia tidak pernah menjanjikan ruang untuk kesunyian. Bianglala di kejauhan berputar, menciptakan melodi yang ia lihat sebagai garis-garis merah muda dan oranye yang bergetar. Deru kendaraan dari jalan raya terdengar mendengung, sebuah kekacauan warna abu-abu menuju violet yang menancap.

Di sampingnya, seorang wanita paruh baya duduk, memandang langit yang semakin gelap. Tetesan pertama merayap, Lysan mendengar riak-riak kecil yang baginya bersosok biru tua. Seperti suara Cholil, suara itu begitu bening dan manis, seperti melodi gitar akustik klasik yang dilantunkan di tengah gurun. Layaknya, seperti ada penampakan konser di tengah-tengah kesepian. Menanyikan Lagu Kesepian dan Desember. Karena sejatinya, Sepi dan Hujan Bulan Desember, adalah yang paling menarik dan disukainya. Kemudian, hujan membanjir. Petrichor, aroma tanah basah setelah hujan, menyelimuti taman. Lysan memejamkan mata, membiarkan aroma itu meresap ke dalam jiwanya. Mula-mula, ia hanya mencium bau tanah yang pekat dan segar, tapi kemudian aroma itu beralih menjadi sesuatu yang lain.

Ia menyaksikan nada-nada dengan frekuensi rendah dari bass yang mengalun perlahan, dan biasa dimainkannya, mengisi ruang di antara tetesan hujan. Ada sentuhan asam yang tajam dari embun yang menyelubungi dedaunan, rasa manis dari aroma bunga yang basah, nada bass yang berat dan menenteramkan dari genangan air di trotoar. Ini bukan hanya hujan, dan ini tidak sedang bulan Desember; Ini adalah sebuah komposisi, sebuah simfoni yang hanya bisa dirasakan. Lagu hujan beraroma tanah, begitu ia menjulukinya dalam hati, sebuah mahakarya alam yang terlalu rumit untuk dilukiskan dengan kata-kata lumrah. Seperti bait yang tercantum pada lagu Cinta Melulu, yang biasa terputar di Playlist orang-orang intelek dan berselera bagus. Apa adanya, dan tidak ditambahkan apa-apa.

Wanita di sampingnya tiba-tiba berucap. "Indah sekali ya, hujannya," katanya, suaranya serasa sebagai sentuhan kain sutra yang lembut dan berselubung ungu. Lysan terkesiap, suaranya begitu hening di tengah kebisingan yang ia tanggapi.

"Sangat indah," timpal Lysan, suaranya sendiri terasa hangat dan tersemat coklat muda. Ia menginginkan bisa mengurai apa yang ia rasakan. Bahwa suara tawa anak-anak yang kini berteduh terlihat seperti kembang api, dan betapa sentuhan jemari wanita itu pada payungnya terasa seperti rasa manisnya permen. Raut wajahnya semangat menanti senja yang sudah lama ditunggunya. Namun, ia tahu, tak semua orang bisa memahami dunia yang penuh pancaroba ini.

Ia teringat sebuah puisi yang pernah ia tulis, mengupayakan untuk merangkum kehidupannya dalam kata-kata. "Semoga tetap panas dan selalu hangat." gumaman harapan dari hatinya, ia tak mau perasaan yang ditulisnya di kertas menjadi dingin lama-kelamaan.

Sinestesia

Di mata, senja beraroma kayu,

Coklat hangat tumpah di cakrawala. Tapi isi langitnya kering.

Oranye bernyanyi, melodi sepi, tapi tetap mengayuh,

Pada kanvas langit, ia merajalela. Pada satu warna, kulitnya pun pula mengering.

Suara bass terasa lembut,

Sentuhan beludru dari dawai merangkak.

Nada minor berwarna lumut,

Mengalir dingin, dalam hening yang terpetik.

Lidah mencicipi warna biru,

Rasa asin dari gelombang rindu.

Gurihnya angin, dari langit yang beku,

Membawa aroma pahit, seperti empedu.

Sentuhan api, nyanyian tajam,

Bilah-bilah panas menari di kulit.

Merah membakar, di dalam malam,

Jeritan bisu yang terasa sakit.

Dunia adalah lukisan yang berbunyi,

Konser rasa yang tak pernah usai.

Entah siapa musisinya, entah siapa senimannya, dan entah apa nama festivalnya, adalah perasaan yang lambat laun terus terisi.

Di mana kita bisa melihat harmoni,

Mendengar warna, mencicipi sungai.

Ia hanya bisa duduk diam, menikmati melodi hujan itu, yang bersuara melalui gemercik. Ia membiarkan melodi samar-samar yang ia rasakan membawa pikirannya menjauh, menembus kabut warna-warni dan suara-suara yang terlalu membingungkan. Ia menyadari, meski dunia ini kerap kali terasa memayahkan, ada momen-momen tertentu yang menjadikannya luar biasa. Momen di mana ia bisa mencicipi warna, menyaksikan suara, dan mendengar aroma.

Saat hujan mereda, melodi itu pun memudar. Warna birunya menghilang. Kesunyian yang ia cari akhirnya datang, dan Lysan melihatnya sebagai lembaran putih yang jernih, menunggu untuk diisi dengan melodi, warna, dan rasa yang baru. Tetap dengan perasaan lampau yang sama. Ia menarik napas dalam, membiarkan keheningan itu sejenak menguasai indranya. Ia tahu, esok hari, saat matahari terbit, dunia akan kembali bernyanyi, lagu-lagu indie akan tetap terputar, berwarna, dan terasa lagi. Dan ia akan bersiap untuk mendengarkan setiap nada, menyaksikan setiap rasa, dan mencicipi setiap warna yang disuguhkan oleh maha alam semesta. Terima kasih Sinestesia. Pada banyak indra yang bisa menerima getaran musik dan substansi diri, terima kasih enam lagu menakjubkannya.


메타데이터
post_id
019090fea0ec
slug
sinestesia-019090fea0ec
url
https://medium.com/@90s.alfian/sinestesia-019090fea0ec
canonical_url
https://medium.com/@90s.alfian/sinestesia-019090fea0ec
author_url
https://medium.com/@90s.alfian
status
ok
fetched_at
2026-06-24 11:06:28