Otewe
People Overestimate What They Can Do in 1 Year and Underestimate What They Can Do in 10 Years
Otewe
People Overestimate What They Can Do in 1 Year and Underestimate What They Can Do in 10 Years
Photo by FIN on Unsplash
Quotes pada subjudul artikel ini seringkali diatribusikan pada Bill Gates, lalu berulangkali disebut-sebut dan menjadi talking points berbagai narasumber, lalu kerap juga menjadi penghibur bagi siapapun yang ingin membenarkan ketidakmampuan dalam meraih mimpi sekarang juga.
Orang-orang sering melebih-lebihkan apa yang dapat mereka lakukan dalam setahun dan meremehkan apa yang dapat mereka lakukan dalam 10 tahun.
Aku suka ragu-ragu dengan quotes seperti ini karena seolah mewajarkan ketidakidealan di masa sekarang, mentang-mentang hasilnya toh lebih kelihatan 10 tahun ke depan. Bukannya bagus kalau berhasil dalam 1 tahun, dan lebih berhasil lagi 10 tahun nanti?
Terlepas dari itu, entah kenapa, quotes itu juga yang terpikirkan saat aku baru mulai berolahraga lagi setelah bolong dua pekan. Hal ini tentu saja aku salahkan pada situasi hidup, padahal aku sendiri juga tak sedisiplin itu haha. Saat menarik beban agak berat yang sebelumnya terasa normal aja dalam rutinitas pull day-ku, aku harus menelan ego dan mengakui bahwa — oh betul aku ternyata memang melemah.
Alih-alih terdemotivasi karena hal ini atau terlalu mengambil pusing, aku malah bilang ke diri sendiri, “Ah it’s fine, I’ll get there. I’m on my way.”
Lalu, sambil duduk untuk mengambil minum dan istirahat antarset, aku berpikir iya juga ya. Jika belum menjadi fit sesuai keinginanku (apapun itu maksudnya) ya setidaknya dengan hadir di gym itu, aku tahu bahwa aku setidaknya di jalan menuju sana. Otewe.
Dan itu membantuku.
Sebagai makhluk sosial di zaman modern, kita semua tahu bahwa mengetik “otw” padahal belum mandi ke group chat untuk sebuah janjian adalah bentuk ‘otw’ yang tidak jujur dan tidak sebenar-benarnya ‘otw’. Begitupun dengan otw-otw kita yang lainnya. Otewe menjadi orang sehat. Otewe meraih mimpi. Otewe semua tujuan.
Kembali ke kutipan Bill Gates — memang, kita suka melebih-lebihkan kemampuan kita untuk disiplin dan getting things done dalam waktu yang dekat — tetapi itu pun bukan alasan untuk tidak setidaknya show up. Toh gak ngapa-ngapain selama 10 tahun tidak jua akan membawa kita ke mana-mana.
Jadi kayaknya itu mungkin resep dari pertumbuhan. Tentu, kita harus wajar dengan ketidakidealan di luar kendali, dan tidak menjadikan itu hal yang menghentikan kita untuk show up di yang berikutnya dan berikutnya dan berikutnya. Gak apa-apa ojolnya tiba-tiba mengambil jalan yang macet, toh kita otewe. Gak apa-apa hujan membuat kita harus berteduh dulu, toh kita otewe. Gak apa-apa harus tali seaptu sejenak, toh kita otewe.
Namun, kita baru boleh bilang gak apa-apa kalau setidaknya memang sudah otewe :)
Roy Amara, seorang computer scientist sekaligus pemerhati sosial, pernah menuturkan observasinya mengenai pandangan pasar terhadap teknologi. Awalnya, orang-orang cenderung terlalu hype dan melebih-lebihkan dampak dari suatu teknologi, yang disusul dengan kejenuhan karena pasar mulai dikecewakan dengan dampaknya yang tak begitu-begitu amat, tetapi pada akhirnya ternyata teknologi tersebut jadinya memang memiliki dampak long-term mendalam.
Contohnya, hype seputar kendaraan listrik awalnya membuat orang-orang berpikir bahwa kedigdayaan kendaraan berbasis BBM itu akan langsung berakhir saat itu juga, lalu orang-orang mulai jenuh dengan ide kendaraan listrik yang terdengar terlalu optimis, tetapi pada akhirnya mulai masuk dan mendominasi pasar dengan pertumbuhan yang luar biasa.
Dari renungan otewe ini, aku perhatikan bahwa hal yang sama ternyata berlaku juga bagi segala ‘teknologi’ baru yang kita terapkan pada diri sendiri. Awalnya, kita memang cenderung overhype dengan hal baru seperti olahraga, atau mengenal hal-hal tentang mental health, atau mempelajari bidang ilmu baru secara serius, atau menemukan podcast atau musical artist baru untuk didalami, atau bahkan memulai sebuah relationship, atau ‘teknologi diri’ lainnya.
Fasenya sama seperti kata Amara:
- Initial excitement: Ada kesenangan awal dengan hal baru ini dan kita membayangkan segala potensinya untuk mengubah hidup kita.
- Disillusionment: Optimisme kita berkurang ketika hal baru tidak mencapai ekspektasi besar yang sudah keburu kita tetapkan untuk jangka pendek.
- Real impact: Seiring berjalannya waktu, hal baru menjadi semakin biasa dan cocok dengan kita, pada akhirnya menjadi bagian dari hidup secara transformatif untuk jangka panjang.
Semakin direfleksikan, semakin kusadari kecocokan-kecocokannya untuk ‘teknologi baru’ kehidupan pribadi juga, meski memang merupakan pengamatan perkembangan produk dan teknologi. Dengan begitu, mungkin memang kurang bijak untuk memaksakan terlalu banyak ‘teknologi baru’ pada saat yang sama, karena kita hanya punya fokus dan waktu terbatas untuk bisa menekuninya sampai tahap real impact.
Lagi-lagi, ‘teknologi’ ini hanya bisa meraup manfaat-manfaat utamanya despite melewati fase disillusionment. Itu membutuhkan kesabaran. Dan itu membutuhkan kita untuk setidaknya otewe dulu ajah :)
메타데이터
- post_id
- 02648a4acdda
- slug
- otewe-02648a4acdda
- url
- https://medium.com/@rakeanradya/otewe-02648a4acdda
- canonical_url
- https://medium.com/@rakeanradya/otewe-02648a4acdda
- author_url
- https://medium.com/@rakeanradya
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-15 23:42:37