Cita Rasa Bulan Januari
Januari. Satu. Pertama. Permulaan. Semua ‘baru’ diawali di sini.
Cita Rasa Bulan Januari

Warna-warni rasa di bulan Januari. Sumber: https://id.pinterest.com/pin/45880489949179409/
Januari. Satu. Pertama. Permulaan. Semua ‘baru’ diawali di sini.
‘Tahun baru, hidup baru’ Sudah tidak asing dengan kalimat pendek nan bermakna itu, bukan? Iya, bermakna kalau diterapkan. Kalau tidak diterapkan? Berpikirlah! Berharap apa dari seuntai kalimat tidak beraksi?
Cita rasa bulan januari.
‘Baru’ yang berhasil masuk pada kalbu batin~
Asumsi itu masuk berdiam dalam benakku. Perkenalanku dengan ‘baru’ sangat singkat. Aku mengenalnya dan melengkapinya menjadi ‘pembaruan’. ‘Lama’ yang diperbarui. Iya, Nampaknya ‘baru’ namun sesungguhnya sedang berusaha kuperbarui. Bukan untuk menjadi baru, tapi untuk menghidupi definisi baru.
Manisnya waktu pada pertemuan ~
Ada banyak pertemuan yang akhirnya terealisasikan di bulan Januari. Pertemuan wacana yang berganti kulit setiap bulan dengan intinya yang masih sama. Juga pertemuan pertama yang memberi banyak kenang manis. Waktu sangat manis pada temu untuk tercipta momen-momen ini. Cita rasa inipun diterima baik oleh Januari.
Sendu beriring romantisnya tipis hujan ~
Hujan membawa nuansa romantis. Di sela-selanya aku berbisik meminta izin. Bolehkah romantis saja yang membersamai, sendu biar berjalan sendiri, tidak perlu beriring bersama? Namun pada nyata yang datang, sendu tetap tidak mau ditinggal.
Beriring, memang begitu kolaborasinya. Entah siapa yang menciptakannya, namun mereka serasi bersama. Aku mengakuinya bersama mohon yang sempat terucap. Kenang terlintas sekejap. Sendu berizin rintik hujan. Berkolaborasi dengan nuansa itu, indah beraroma. Ratap bersedia memeluk. Pelukan yang erat. Cita rasa ini cukup romantis dalam ‘baru’ yang meliputi Januari. Romantis bersanding biru.
Hari yang tergores konsisten pada hitam putih~
Rajin menabung, menuai tabungan, rajin menggores menuai cerita. Cita rasa menuangkan dengan leluasa. Menuangkan semua rasa dengan menggores pada kertas. Semua senang dan sendu, kurang dan lebih. Semuanya dipupuk rapi dengan konsisten. Januari memeluknya. Aku menunggu untuk menuai.
Merayakan warna-warni hidup~
Berharap apa dari hidup? Berharap bersahabat lebih lama. Masih banyak pembaruan-pembaruan yang akhirnya lahir dalam perayaan hidup ini. Masih banyak kisah yang ingin kugores. Aku merayakannya bersama hidup. Melihat dia berputar, dan berusaha agar berdampingan dengan pikir dan hati, selalu.
Bulan Januari begitu berwarna. Cita rasa yang bervariasi. Banyak sempat yang menghampiri, dan banyak sepat yang akhirnya berucap selamat tinggal.
Aku dan cerita bersepakat berjalan bersama. Bergandengan, dan memperhatikan. Dikala waktu memperkenankan aku berkisah, cerita inilah yang menghiasi cita rasa kisahku. Sampai bertemu pada sempat lain, Januari. Cita rasa ini nyaman, dan bahagia, dilengkapi cinta dan tangis lain yang tidak berkenan untuk diutarakan dalam paragraf.
메타데이터
- post_id
- 030f7d4bd79d
- slug
- cita-rasa-bulan-januari-030f7d4bd79d
- url
- https://medium.com/@alfonsinaamelsasail/cita-rasa-bulan-januari-030f7d4bd79d
- canonical_url
- https://medium.com/@alfonsinaamelsasail/cita-rasa-bulan-januari-030f7d4bd79d
- author_url
- https://medium.com/@alfonsinaamelsasail
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-11 09:49:07