Review Novel Rencana Besar
Sebuah novel yang ternyata berisikan kisah cinta.
Review Novel Rencana Besar

Novel Rencana Besar Untuk Mati Dengan Tenang
Novel ini dibuka dengan mengejutkan. Suatu perspektif yang tidak biasa, tapi memang ya sesuai dengan judul buku. Kita pembaca tidak diputar-putar, penulis langsung to the point sehingga dari awal sekali pembaca sudah tahu siapa yang punya dan apa rencana besar itu. Seperti judulnya ‘Rencana Besar Untuk Mati Dengan Tenang’.
Sepanjang buku akan banyak ditemukan seorang Kakek yang bawel, kerjaannya mengomel, yang kesal dengan anak-anaknya, dan Tua dan menyesal berumur panjang. Memang akan terasa menyebalkan. Ditambah lagi alur cerita yang disusun pelan-pelan dan lambat. Jujur, perlu baca dengan tenang dan sepi untuk mengikuti jalan cerita dalam buku ini dan ketika sudah bisa mengikuti ritmenya barulah kita pembaca akan sadar betapa perjalanan hidup membentuk Kakek tersebut. And after all, it’s a big big love story.
Si tokoh utama, Kakek tersebut. menjalani hidup yang sangat sulit. Dia adalah seorang anak yatim piatu yang hidup di pasar. Hidup tersebut juga yang membawanya bertemu dengan Istrinya kelak. Penulis memastikan pembaca untuk dapat mengikuti pedih dan sulitnya perjuangan hidup Kakek, namun tidak lupa juga menuliskan bagaimana indahnya perasaan cinta yang dialami kakek tersebut utamanya kepada istrinya. Dia sangaat sayang pada istrinya, Pembaca diceritakan tentang awal hubungan mereka dan mungkin akan merasa kesemsem melihat kelakukannya saat muda. Sehingga pada satu kejadian besar dalam novel tersebut mampu membuat pembaca geram, marah, dan bersedih.
Cinta pada Istrinya membuat dia berjanji. Janji yang diucapkan tepat sebelum istrinya meninggal. Janji yang ternyata sangat sulit untuknya. Janji untuk selalu menyayangi dan mencintai anak-anak mereka. Sepanjang Novel tak henti-hentinya Kakek ini menggerutu tentang anaknya. Anaknya bodoh lah, pemalas lah, penipu lah, ingin segera dapat warisan lah. Tapi, benar dia menyayangi dan mencintai mereka, setidaknya sekalipun dia menggerutu tapi ternyata dia tidak pernah memaki anak-anaknya, bahkan sampai hari terakhir.
Ada satu cinta lagi yang juga dituliskan tentang kisah Kakek ini. Cintanya kepada masa muda. Dia berasal dari sebuah panti asuhan. Kabur lalu susah payah bertahan hidup. Dia ingin memberikan cinta itu kepada anak-anak panti asuhan. Suatu cinta yang berharap agar mereka itu tidak mengalami nasib pedih serupa dirinya.
Lengkaplah sudah semua. Pembaca mengerti pelan-pelan bahwa semua susunan cerita ini menuju pada satu puncak. Suatu acara makan malam terakhir dimana Kakek tersebut mengundang malaikat maut. Dia tidak sabar untuk segera bertemu dengan istrinya, tidak peduli sekalipun setelah itu harus masuk ke api neraka. Kita memahami rasa rindu yang dimiliki Kakek tersebut. Rasa rindu yang sangat dalam, pada cinta pertama dan bahkan satu-satunya alasan dia bertahan hidup.
Novel ini harus dinikmati perlahan, tidak perlu terburu-buru menyelesaikannya. Sebuah tulisan indah dan berkesan, namun perlu diperhatikan bahwa ada trigger warning saat membaca buku ini. Mari rasakan cinta, rindu, dan perjuangan hidup, juga rencana besar Kakek Tionghoa ini.
메타데이터
- post_id
- 03483b737bef
- slug
- review-novel-rencana-besar-03483b737bef
- url
- https://medium.com/@sayafabry/review-novel-rencana-besar-03483b737bef
- canonical_url
- https://medium.com/@sayafabry/review-novel-rencana-besar-03483b737bef
- author_url
- https://medium.com/@sayafabry
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-26 21:52:29