← Back to list

Kata “قُلْ” dan “كُلْ”; Serupa, tetapi Tak Sama

Pada akhirnya, bila kita menemukan fi’il amr yang terdiri dari dua huruf, kita perlu mengetahui jenis kata dasarnya. Ini amat berguna saat…

Zaimrahman · 2025-07-05 13:21 · 0 claps · 5.0 min read
#bahasa-arab #nahwu #sharaf #nahu #saraf
Open on Medium ↗

Kata “قُلْ” dan “كُلْ”; Serupa, tetapi Tak Sama

Pada akhirnya, bila kita menemukan fi’il amr yang terdiri dari dua huruf, kita perlu mengetahui jenis kata dasarnya. Ini amat berguna saat kita hendak mengubah bentuk fi’il amr tersebut ketika berhubungan dengan kata ganti yang berbeda-beda.

Photo by Tolga Ahmetler on Unsplash

Photo by Tolga Ahmetler on Unsplash

Kata Kerja Perintah

Tidak seperti di dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris, kata perintah dalam bahasa Arab mengalami perubahan dari bentuk dasar kata verbanya. Dalam bahasa Indonesia, misalnya, verba (kata kerja) dari “pergi” tidak mengalami perubahan bentuk, baik digunakan dalam kalimat deklaratif (pernyataan) maupun kalimat imperatif (perintah). Perhatikan contoh berikut.

Kalimat deklaratif: “Dia telah pergi.”

Kalimat imperatif: “Pergi, kamu!”

Kata kerja “pergi” di dalam kedua kalimat tersebut tidak mengalami perubahan bentuk. Akan tetapi, lain cerita dalam bahasa Arab. Baik dalam kalimat deklaratif maupun imperatif, sebuah kata kerja dapat mengalami perubahan. Perhatikan contoh berikut.

Kalimat deklaratif (jumlah khabariyyah): “أَكَلَ زَيْدٌ” (Zaid telah makan).

Kalimat imperatif (jumlah amriyyah): “كُلْ، يَا زَيْدُ!” (Makanlah, wahai Zaid!).

Kata kerja (fi’il) “أَكَلَ” mengalami perubahan menjadi “كُلْ” kala ia digunakan sebagai bentuk perintah. Dalam bahasa Arab, kata “كُلْ” adalah contoh dari jenis kata kerja perintah, yang biasa disebut dengan fi’il amr.

Bentuk-bentuk fi’il amr pun bervariasi, tergantung bentuk dasar kata kerjanya. Bila bentuk dasarnya berupa kata kerja yang terdiri dari tiga huruf (fi‘il tsulāthī), umumnya, saat ia berubah ke dalam bentuk fi’il amr, terdapat penambahan hamzah washl di depannya. Perhatikan contoh berikut.

Kata “نَصَرَ” berubah menjadi “اُنْصُرْ”.

Kata “فَتَحَ” berubah menjadi “اِفْتَحْ”.

Kata “ضَرَبَ” berubah menjadi “اِضْرِبْ”.

Kata Kerja Perintah Dua Huruf

Selanjutnya, masih karena berhubungan dengan bentuk dasar kata kerjanya, akan ditemukan bentuk fi’il amr yang hanya terdiri dari dua huruf. Bahkan, ada juga bentuk fi’il amr yang terdiri dari satu huruf saja. Namun, tulisan ini hanya difokuskan pada fi’il amr yang terdiri dari dari dua huruf.

Contoh dari fi’il amr yang terdiri dari dua huruf itu, sebagaimana yang terlah terlihat pada judul tulisan ini, adalah kata “قُلْ” dan “كُلْ”. Kata “قُلْ” berarti “katakanlah”, sedangkan kata “كُلْ” berarti “makanlah”.

Secara kasat mata, baik kata “قُلْ” maupun “كُلْ”, sama-sama serupa. Keserupaan tersebut dilihat dari bentuknya yang hanya terdiri dari dua huruf. Keserupaannya yang lain adalah bila menelusuri bentuk dasar dari kedua kata tersebut, kita akan menemukan kata “قَالَ — يَقُوْلُ” sebagai kata dasar “قُلْ” dan kata “أَكَلَ — يَأْكُلُ” sebagai kata dasar “كُلْ”. Keserupaan tersebut dilihat dari jumlah hurufnya yang sama-sama terdiri dari tiga huruf. Akan tetapi, dari sinilah akan diketahui perbedaannya.

Meski sama-sama terdiri dari tiga huruf, jenis kedua fi’il tersebut berbeda. Kata “قَالَ — يَقُوْلُ” adalah fi’il ajwaf, yaitu sebuah fi’il yang pada huruf tengahnya terdapat huruf ilat. Dalam bahasa Arab, huruf ilat berbentuk alif, wau, dan ya. Kata “قَالَ” memiliki huruf ilat di tengah, yaitu alif. Kata “يَقُوْلُ” memiliki huruf ilat berupa wau. Adapun pada kata “أَكَلَ — يَأْكُلُ”, keduanya adalah fi’il mahmuz, yaitu fi’il yang pada hurufnya terdapat hamzah.

Perubahan Kata Kerja Sesuai dengan Kata Ganti

Sampai saat ini kita sudah mengetahui perbedaan jenis kedua fi’il tersebut. Dari perbedaan inilah akan menimbulkan perbedaan lain yang terjadi, saat kedua fi’il amr dari kedua fi’il tersebut berhubungan dengan kata ganti (dhamīr).

Sebelum membahas kedua fi’il amr “قُلْ” dan “كُلْ”, berikut contoh perubahan fi’il amr, dengan kata “اُنْصُرْ”, yang berhubungan dengan kata ganti.

اُنْصُرْ: tolonglah (untuk satu orang lelaki). Bentuk kata ini berhubungan dengan kata ganti (dhamīr) “أَنْتَ”.

اُنْصُرِيْ: tolonglah (untuk satu orang perempuan). Bentuk kata ini berhubungan dengan kata ganti (dhamīr) “أَنْتِ”. Di dalamnya terdapat penambahan yā’ al-mu’annatsah al-mukhāṭabah.

اُنْصُرَا: tolonglah (untuk dua orang, baik untuk laki-laki maupun perempuan). Bentuk kata ini berhubungan dengan kata ganti (dhamīr) “أَنْتُمَا”. Di dalamnya terdapat penambahan alif at-tatsniyah.

اُنْصُرُوْا: tolonglah (untuk tiga orang laki-laki atau lebih). Bentuk kata ini berhubungan dengan kata ganti (dhamīr) “أَنْتُمْ”. Di dalamnya terdapat penambahan wāw al-jamā‘ah.

اُنْصُرْنَ: tolonglah (untuk tiga orang perempuan atau lebih). Bentuk kata ini berhubungan dengan kata ganti (dhamīr) “أًَنْتُنَّ”. Di dalamnya terdapat penambahan nūn an-niswah.

Semua perubahan tersebut, khususnya saat berhubungan dengan kata ganti “أنت”, “أنتما”, dan “أنتم”, ketika diterapkan pada kata “قُلْ” dan “كُلْ”, terdapat ketidaksamaan. Ketidaksamaan ini terjadi karena perbedaan jenis kata dasar yang telah disinggung sebelumnya.

Perubahan Kata “قُلْ”

Pada kata “قُلْ”, saat ia berhubungan dengan kata ganti “أَنْتِ”, “أَنْتُمَا”, dan “أَنْتُمْ”, selain terjadi perubahan dengan penambahan yā’ al-mu’annatsah al-mukhāṭabah, alif at-tatsniyah, dan wāw al-jamā‘ah, juga terdapat perubahan di tengah kata. Ini dikarenakan jenis kata dasarnya yang berupa fi’il ajwaf. Perubahan ini terjadi dengan dimunculkannya kembali huruf asli yang dibuang. Huruf asli yang dibuang tersebut merupakan huruf ilat “wau” pada kata “يَقُوْلُ”. Perhatikan perubahannya berikut ini.

قُلْ: katakanlah (untuk satu orang lelaki).

قُوْلِيْ: katakanlah (untuk satu orang perempuan).

قُوْلَا: katakanlah (untuk dua orang, baik untuk laki-laki maupun perempuan).

قُوْلُوْا: katakanlah (untuk tiga orang laki-laki atau lebih).

قُلْنَ: katakanlah (untuk tiga orang perempuan atau lebih).

Sebagai contoh dalam kalimat, di dalam Al-Qur’an terekam jelas penggunaan kata قُوْلُوْا dalam ayat ke-136 dari surat Al-Baqarah, yang berbunyi

قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ.

Perubahan yang seperti ini, berlaku pada fi’il amr yang berbentuk dasar fi’il ajwaf dengan huruf ilat yang lain. Sebut saja kata “خَفْ” yang berbentuk dasar “خَافَ — يَخَافُ” dengan huruf ilat berupa alif dan kata “بِعْ” yang berbentuk dasar “بَاعَ — يَبِيْعُ” dengan huruf ilat berupa alif pada kata “بَاعَ” dan ya pada kata “يَبِيْعُ”. Berikut perubahan kedua kata “خَفْ” dan “بِعْ” ketika berhubungan dengan kata ganti.

خَفْ: takutlah (untuk satu orang lelaki).

خَافِيْ: takutlah (untuk satu orang perempuan).

خَافَا: takutlah (untuk dua orang, baik untuk laki-laki maupun perempuan).

خَافُوْا: takutlah (untuk tiga orang laki-laki atau lebih).

خَفْنَ: takutlah (untuk tiga orang perempuan atau lebih).

بِعْ: jual-lah (untuk satu orang lelaki).

بِيْعِيْ: jual-lah (untuk satu orang perempuan).

بِيْعَا: jual-lah (untuk dua orang, baik untuk laki-laki maupun perempuan).

بِيْعُوْا: jual-lah (untuk tiga orang laki-laki atau lebih).

بِعْنَ: jual-lah (untuk tiga orang perempuan atau lebih).

Perubahan Kata “كُلْ”

Namun, itu tidak terjadi pada kata “كُلْ”. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, meski sama-sama terdiri dari dua huruf, ia memiliki jenis kata dasar berupa fi’il mahmuz. Dengan jenis kata dasar inilah, perubahan yang terjadi saat berhubungan dengan kata ganti sama seperti pada kata “اُنْصُرْ”, tanpa ada perubahan lainnya.

Perhatikan perubahannya berikut ini.

كُلْ: makanlah (untuk satu orang lelaki).

كُلِيْ: makanlah (untuk satu orang perempuan).

كُلَا: makanlah (untuk dua orang, baik untuk laki-laki maupun perempuan).

كُلُوْا: makanlah (untuk tiga orang laki-laki atau lebih).

كُلْنَ: makanlah (untuk tiga orang perempuan atau lebih).

Sebagai contoh dalam kalimat, di dalam Al-Qur’an terekam jelas penggunaan kata كُلُوْا dalam ayat ke-60 dari surat Al-Baqarah, yang berbunyi

وَإِذِ اسْتَسْقَى مُوسَى لِقَوْمِهِ فَقُلْنَا اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْحَجَرَ فَانْفَجَرَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَشْرَبَهُمْ كُلُوا وَاشْرَبُوا مِنْ رِزْقِ اللَّهِ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

Akhir

Pada akhirnya, bila kita menemukan fi’il amr yang terdiri dari dua huruf, kita perlu mengetahui jenis kata dasarnya. Ini amat berguna saat kita hendak mengubah bentuk fi’il amr tersebut ketika berhubungan dengan kata ganti yang berbeda-beda.

Sekian.

Referensi

Al-Amtsilah at-Taṣrīfiyyah Lish-Shaykh Muḥammad Ma‘ṣūm bin ‘Alī

At-Taṭbīq Aṣ-Ṣarfī Li-D-Duktūr ‘Abdu Al-Rājihī

Kuis

Bagi siapa saja yang telah membaca tulisan ini, silakan kerjakan perubahan fi’il amr berikut sesuai dengan keenam dhamir di atas.

خُذْ

هَبْ

صُمْ

Jawaban ditulis di kertas, difoto, dan dikirim ke email zaimrahman96@gmail.com. Tiga pengirim pertama dengan jawaban yang benar akan saya hadiahkan pulsa/saldo sebesar Rp25.000.

Terima kasih.


메타데이터
post_id
03dbd4cdf2b0
slug
kata-قُلْ-dan-كُلْ-serupa-tetapi-tak-sama-03dbd4cdf2b0
url
https://medium.com/@zaimrahman96/kata-%D9%82%D9%8F%D9%84%D9%92-dan-%D9%83%D9%8F%D9%84%D9%92-serupa-tetapi-tak-sama-03dbd4cdf2b0
canonical_url
https://medium.com/@zaimrahman96/kata-%D9%82%D9%8F%D9%84%D9%92-dan-%D9%83%D9%8F%D9%84%D9%92-serupa-tetapi-tak-sama-03dbd4cdf2b0
author_url
https://medium.com/@zaimrahman96
status
ok
fetched_at
2026-07-19 03:33:22