Ternyata Ngompos Itu Nggak Ribet Sama Sekali
Siapa yang pernah atau mungkin masih berpikir kalau kegiatan mengompos itu adalah kegiatan yang ribet?

Mengompos | Sumber: Dokumen Pribadi
Ternyata Ngompos Itu Nggak Ribet Sama Sekali
Siapa yang pernah atau mungkin masih berpikir kalau kegiatan mengompos itu adalah kegiatan yang ribet?
Saya pernah berpikir seperti itu, sampai akhirnya saya coba mengompos. Di luar dugaan saya. Ngompos adalah kegiatan yang sangat mudah untuk dilakukan.
Selumnya, saya ceritakan dulu bagaimana akhirnya saya tertarik untuk mengompos.
Memulai Mengompos
Pemikiran dan niat saya mengompos sudah ada dari awal bulan Maret 2025 ini. Saat itu saya memang lagi rutin-rutinnya cari tahu tentang pengolahan sampah.
Saya ingin tahu, sampah saya dikemanakan selama ini, terutama sampah organik saya.
Selama ini di rumah saya memang sampah organik dan nonorganik dipisah, tetapi kami curiga bahwa saat sampah-sampah diangkut, sampah organik dan nonorganiknya tercampur kembali.
Setelah mendalami informasi tentang pengolahan sampah di Indonesia, ternyata kegiatan memilah sampah saya selama ini tidak ada gunanya.
Ya, benar, karna sampah organik dan nonorganiknya tecampur kembali seperti dugaan kami.
Kemudian, saya mencari-cari informasi bagaimana seharusnya sampah organik dikelola.
Ketemulah saya dengan kegiatan "mengompos". Suatu kegiatan yang akan menyelamatkan bumi jika semua orang di dunia ini melakukannya.
Di pertengahan Maret saya mulai mencari bahan untuk membuat komposter, yaitu galon bekas.
Kenapa saya memilih untuk memakai galon bekas?
Karena saya nggak mau modal besar-besar dulu untuk hal ini. Saya ingin punya kesan ngompos adalah kegiatan yang mudah dan murah.
Cara pembuatannya saya lihat di media sosial. Saya juga pelajari lagi cara mengompos yang benar.
Jadilah kompos pertama saya.
Mengompos Setiap Hari
Kebetulan di rumah memang punya sekam, sisa media tanam untuk tanaman hias. Saya pakai itu untuk unsur cokelatnya.
Setiap hari saya mulai menyisihkan sisa dapur ke wadah untuk nantinya saya kompos.
Setelah beres masak, saya masukan sisa dapur tadi ke komposter.
Kegiatan mengompos pun beres.
Mengompos bukanlah kegiatan yang perlu kotor-kotoran. Bukan juga kegiatan yang menyakiti hidung sebab aromanya tidak sedap. Itu tidak akan terjadi karena kompos tidak akan bau sama sekali kalau dilakukan dengan benar.
Cara Mengompos
Untuk pemula seperti saya, menggunakan metode ember bertumpuk adalah cara terbaik.
Komposter yang masih kosong harus ditambahkan unsur coklat terlebih dahulu sebelum dimasukan unsur hijau.
Unsur cokelat bisa berupa tanah, sekam, cocopeat, daun kering, dan kardus.

Sekam | Sumber: Dokumen Pribadi
Unsur hijau bisa berupa sisa dapur seperti sayur dan buah. Daging dan ulang atau protein lainnya juga termasuk unsur hijau, tetapi bagi pemula saya sarankan hanya masukan sisa dapur sayu dan buah yang belum diolah saja ke dalam komposter untuk mencegah adanya belatung dan bau tidak sedap.
Perbandingan unsur cokelat dan hijaunya 1:1 atau ada juga yang menyebut 2:1 dengan unsur cokelatnya yang lebih banyak.
Masukan unsur cokelat ke dalam komposter yang masih kosong. Setelah itu, masukan unsur hijau. Lalu, tutup unsur hijau tersebut dengan unsur cokelat kembali.
Saat keesokan harinya ada sisa dapur lagi, bisa langsung dituang ke dalam komposter dan ditambah unsur cokelat di atasnya.
Terus lakukan itu setiap harinya. Seminggu sekali aduk kompoternya.
Nggak ribet kan? Nggak sama sekali kok kalau dipraktekan.
Ayo Mulai Mengompos
Saya sangat ingin Teman-Teman yang membaca ini ikut juga mulai mengompos di rumah demi menjaga lingkungan dan bumi kita tetap sehat.
Bagi yang sudah mengompos, terus ajak Teman-Teman lainnya agar mengomlos juga.
Karena, kalau bukan kita, siapa lagi?
Kedepannya saya mungkin akan banyak menulis tentang kegiatan mengompos.
Terima kasih telah membaca artikel ini.
…
Follow saya di Instagram dan Tiktok:
@kalaada_
메타데이터
- post_id
- 044c815b20df
- slug
- ternyata-ngompos-itu-nggak-ribet-sama-sekali-044c815b20df
- url
- https://medium.com/@kalaada/ternyata-ngompos-itu-nggak-ribet-sama-sekali-044c815b20df
- canonical_url
- https://medium.com/@kalaada/ternyata-ngompos-itu-nggak-ribet-sama-sekali-044c815b20df
- author_url
- https://medium.com/@kalaada
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-19 19:41:23