← Back to list

Hari Terpadat

[36] Tahun ini adalah hari selasa

Muhammad Hilal · 2024-12-24 23:01 · 54 claps · 2.1 min read
#selasa #mengajar #bahasa-indonesia
Open on Medium ↗

Hari Terpadat

[36] Tahun ini adalah hari selasa

Photo by SIMON LEE on Unsplash

Photo by SIMON LEE on Unsplash

Apa saja yang saya kerjakan pada hari selasa? Saya mengajar dari pagi hingga malam.

Di pagi hari, saya mengajar Bahasa Inggris di sebuah SMP. Ini adalah SMP rintisan, jadi butuh tenaga guru agar pembelajarannya bisa lancar.

Saya direkrut di situ bukan karena saya lulusan Pendidikan Bahasa Inggris, melainkan karena saya dianggap bisa Bahasa Inggris. Apa ukurannya? Karena skor Toefl saya lebih tinggi ketimbang lainnya.

Tapi ini adalah dua hal berbeda. Bisa Bahasa Inggris belum tentu bisa mengajarkannya. Saya merasa masih butuh belajar banyak hal agar bisa mengajar Bahasa Inggris.

Namun apa boleh buat, sekolah butuh guru bahasa inggris. Biar posisi ini terisi, sementara ini saya bersedia melakukannya. Saya berharap, nanti sekolah ini punya guru Bahasa Inggris yang betul-betul lulusan Pendidikan Bahasa Inggris. Kalau sudah begitu, dengan senang hati saya akan berhenti dari posisi ini, demi kebaikan anak-anak. Kalau pun saya masih diminta mengajar di situ, saya akan mengajar mata pelajaran lain yang lebih saya kuasai.

Setelah mengajar di SMP, saya langsung bertolak ke kampus. Ada dua kelas yang saya ampu di hari Selasa. Pertama pada pukul 09:00, berikutnya pada pukul 13:00. Untungnya mata kuliahnya sama, jadi persiapannya saya kerjakan sekali mendayung. Tapi namanya saja mengajar, energi yang dibutuhkan tetaplah sama.

Setelah dua kelas kuliah ini, saya bisa istirahat beberapa saat. Di sela-selanya, saya kadang membuka laptop untuk menyicil ketikan. Saya mengetik apapun di waktu ini, kadang tugas riset, kadang serba-serbi tugas mengajar. Tulisan untuk Medium juga saya tulis di sela-sela ini.

Bakda magrib saya bisa istirahat tanpa melakukan pekerjaan apapun. Kadang saya cuma tidur-tiduran, kadang baca buku sekadarnya. Baca buku ini bukan untuk mendapat informasi baru, melainkan lebih untuk mendapat kesenangan. Baca buku buat pleasure. Ini berlangsung hingga isya.

Bakda isya saya mengajar lagi di sebuah madrasah diniyah. Saya mengajar fikih, buku pegangannya adalah kitab matan Taqrib. Sistemnya adalah bandongan. Rata-rata ini berlangsung selama 45 menit.

Saya baru tahu ternyata kata ‘bandongan’ ini rupanya sudah masuk KBBI. Lawan kata ini ‘sorogan’, juga sudah masuk KBBI, namun KBBI mengartikannya secara spefisik untuk Al-Qur’an dan hadis. Kenyataannya, praktik sorongan di pesantren bisa lebih luas daripada dua hal ini. Pengajaran kitab kuning juga bisa dilakukan secara sorongan.

Saya tidak menerapkan metode sorogan ini karena anak-anak belum punya bekal memadai untuk membaca sendiri kitab Taqrib. Hanya sekali-kali saya meminta mereka membaca kitabnya setelah maknanya saya diktekan. Tujuannya bukan untuk memahami isi kitab, melainkan untuk mengevaluasi kemampuan mereka membaca hasil tulisan sendiri.

Seusai madrasah diniyah ini, saya sudah selesai dari kegiatan mengajar. Madrasah diniyah biasanya berlangsung selesai pukul 20:15 atau paling lama 20:30. Saya bisa bersantai.

Jika tulisan untuk Medium belum selesai, saya biasanya melanjutkannya setelah mengajar madrasah diniyah ini. Saya bisa menulis pakai ponsel sambil tidur-tiduran. Berkat ikut Tantangan Menulis 100 Hari, kegiatan saya di hari selasa jadi bertambah harus menyelesaikan satu tulisan untuk terbit di Medium.

Begitulah. Hari selasa di tahun ini jadi hari paling melelahkan ketimbang hari-hari lainnya. Di hari selain selasa, saya punya waktu lebih banyak untuk melakukan hal-hal lain di luar mengajar.[]


메타데이터
post_id
047c719694f3
slug
hari-terpadat-047c719694f3
url
https://medium.com/@hilalalify/hari-terpadat-047c719694f3
canonical_url
https://medium.com/@hilalalify/hari-terpadat-047c719694f3
author_url
https://medium.com/@hilalalify
status
ok
fetched_at
2026-07-21 13:27:14