← Back to list

Setelah Jakarta, Kemenkes Latih Penggunaan ASIK dan Chatbot WhatsApp untuk Penurunan Stunting di…

Setelah sukses digelar di DKI Jakarta, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI kembali melaksanakan training of trainer “Percepatan Penurunan…

TTDK Kemenkes RI · 2024-10-03 06:22 · 0 claps · 2.7 min read
#satusehat #asik #digital-transformation #digital-health #dto
Open on Medium ↗
Wiki topics: DH · Digital Health & Health Tech BIZ · Business Strategy

Setelah Jakarta, Kemenkes Latih Penggunaan ASIK dan Chatbot WhatsApp untuk Penurunan Stunting di Jawa Barat

Setelah sukses digelar di DKI Jakarta, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI kembali melaksanakan training of trainer “Percepatan Penurunan Stunting melalui Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) di Jawa Barat” di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat, Rabu (12/4).

Pelatihan ini melibatkan lebih dari 180 peserta yang terdiri dari perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM-Desa) di 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat.

“Peserta yang hadir pada pelatihan hari ini nantinya akan melatih petugas di lapangan dalam menggunakan ASIK dan chatbot WhatsApp untuk pencatatan data kesehatan dan tumbuh kembang balita di Posyandu,” Head of Tribe Pelayanan Kesehatan Primer DTO, Dewi Nur Aisyah.

(Tengah) Head of Tribe Pelayanan Kesehatan Primer DTO, Dewi Nur Aisyah

(Tengah) Head of Tribe Pelayanan Kesehatan Primer DTO, Dewi Nur Aisyah

Selain penggunaan ASIK oleh tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas, dengan memanfaatkan platform yang familiar seperti WhatsApp, dapat memudahkan kader di Posyandu dalam melakukan pencatatan data pengukuran dan penimbangan balita pada level individu (by name, by address) yang akan tervalidasi secara otomatis oleh sistem.

Saat kader melakukan pencatatan melalui chatbot WhatsApp, akan muncul grafik tumbuh kembang beserta status gizi balita dan rekomendasi untuk upaya tindak lanjut. Data tersebut akan langsung terhubung dan tersimpan pada dasbor ASIK di Puskesmas yang terintegrasi dengan SATUSEHAT Platform.

Kepala Bappeda Jawa Barat, Iendra Sofyan mengungkapkan, kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan pilot project penanganan stunting melalui pemanfaatan teknologi digital yang akan dilaksanakan pada Mei 2023 mendatang di 50 kabupaten/kota lokus stunting yang berasal dari 12 provinsi prioritas.

Kepala Bappeda Jawa Barat, Iendra Sofyan

Kepala Bappeda Jawa Barat, Iendra Sofyan

Wilayah tersebut dipilih sesuai arahan Presiden Joko Widodo dalam Rapat Terbatas mengenai Percepatan Penanganan Gangguan Tumbuh Kembang Anak (Stunting) yang digelar pada 2 Januari 2023 lalu.

Kemudian, arahan tersebut ditindaklanjuti oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB) dengan menyusun daftar 50 kabupaten/kota dengan angka stunting tertinggi di Indonesia sebagai lokus piloting penanganan stunting melalui pemanfaatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

“Dari sejumlah wilayah tersebut, 10 di antaranya merupakan kabupaten/kota yang berada di Jawa Barat. Namun, dalam pelaksanaannya, 17 kabupaten/kota lainnya juga diharapkan turut melakukan inisiasi tersebut,” kata Iendra.

Sementara itu, Kepala Dinkes Jawa Barat, Nina Susana Dewi mengatakan, percepatan penurunan angka stunting harus dilaksanakan dengan menggunakan data kesehatan yang real time, terintegrasi, dan valid dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Sehingga, pemerintah dapat melakukan intervensi yang lebih terarah dan tepat sasaran.

“Hal tersebut dapat dicapai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui kolaborasi dan pelaksanaan komitmen Pemerintahan Digital untuk Penanganan Stunting. Salah satunya dengan memanfaatkan ASIK dan chatbot WhatsApp bagi nakes dan kader yang bertugas di lapangan,” kata Nina.

Sebagai penutup, Kepala BPSDM Jawa Barat, Hery Antasari berharap bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi dan membangun sikap para peserta sebagai pelayan publik yang baik, khususnya sebagai trainer yang berkualitas dan berkontribusi dalam percepatan penurunan angka stunting di Jawa Barat.

Artikel ini telah diterbitkan sebelumnya pada tanggal 14 April 2023 melalui dto.kemkes.go.id dengan judul: Setelah Jakarta, Kemenkes Latih Penggunaan ASIK dan Chatbot WhatsApp untuk Penurunan Stunting di Jawa Barat


메타데이터
post_id
059c2de4d6f8
slug
setelah-jakarta-kemenkes-latih-penggunaan-asik-dan-chatbot-whatsapp-untuk-penurunan-stunting-di-059c2de4d6f8
url
https://medium.com/@ttdkkemkes/setelah-jakarta-kemenkes-latih-penggunaan-asik-dan-chatbot-whatsapp-untuk-penurunan-stunting-di-059c2de4d6f8
canonical_url
https://medium.com/@ttdkkemkes/setelah-jakarta-kemenkes-latih-penggunaan-asik-dan-chatbot-whatsapp-untuk-penurunan-stunting-di-059c2de4d6f8
author_url
https://medium.com/@ttdkkemkes
status
ok
fetched_at
2026-06-28 10:39:35