Jika memang bukan aku orangnya, maka dia pantas mendapatkan cinta yang ia dambakan
Setidaknya lebih baik begitu
Jika memang bukan aku orangnya, maka dia pantas mendapatkan cinta yang ia dambakan

Semuanya terasa mendadak. Rumah yang tadinya ramai dengan obrolan kita, tiba-tiba berubah jadi sepi sejak kamu memilih untuk melangkah keluar pintu dan tidak kembali lagi. Berdiri di sini, melihat kamu berjalan menjauh, membuat banyak pikiran campur aduk di kepala. Ada rasa kecewa, bingung, dan kosong yang susah dijelaskan.
Di tengah rasa kehilangan ini, tiba-tiba ada satu kalimat yang mendadak muncul dan lewat begitu saja di pikiran. Jika memang bukan aku orangnya, maka dia pantas mendapatkan cinta yang ia dambakan.
Mungkin itu salah judul kalau mau dipakai buat menggambarkan perasaanku sekarang. Kedengarannya terlalu ikhlas untuk ukuran orang yang baru saja ditinggal pergi. Tapi anehnya, kalimat itu tetap mengalir begitu saja, mengikuti langkah kakimu yang makin menjauh.
Sebenarnya aku ingin egois, ingin menahanmu, atau setidaknya bertanya kenapa harus berakhir seperti ini. Tapi melihat bagaimana kamu memilih untuk pergi, aku sadar tidak ada gunanya memaksakan seseorang untuk tinggal. Jadi, biarlah kalimat salah judul tadi tetap di sana, menjadi penutup dari cerita kita, sementara aku diam di tempat ini, belajar menerima kenyataan sendirian.
메타데이터
- post_id
- 05beb9f424dd
- slug
- jika-memang-bukan-aku-orangnya-maka-dia-pantas-mendapatkan-cinta-yang-ia-dambakan-05beb9f424dd
- url
- https://medium.com/@Katarid1/jika-memang-bukan-aku-orangnya-maka-dia-pantas-mendapatkan-cinta-yang-ia-dambakan-05beb9f424dd
- canonical_url
- https://medium.com/@Katarid1/jika-memang-bukan-aku-orangnya-maka-dia-pantas-mendapatkan-cinta-yang-ia-dambakan-05beb9f424dd
- author_url
- https://medium.com/@Katarid1
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-29 01:02:39