Amnesia Senja
Menjadi Asing di Depan Sepasang Matamu
Amnesia Senja
Menjadi Asing di Depan Sepasang Matamu
Foto oleh Zhivko Minkov di Unsplash
Aku berlari kencang, menyusuri lorong jalan yang gulita, Berharap kutemukan bayangmu berdiri di ujung sana.
Namun seketika langit runtuh, menumpahkan hujan yang lebat, Membasuh sekujur ragaku yang menggigil dalam pelukan sepi.
Di bawah malam yang membeku ini, aku berlutut, mencoba merengkuhmu, Namun jemariku hanya menyentuh ruang kosong; kau tak lagi mengenaliku.
Padahal di dalam keras kepalanya dada ini, aku hanya ingin menua bersamamu, Sebab bagiku, tak ada satu pun jiwa yang sanggup mengarungi dunia sendirian…
Termasuk aku, yang telanjur rapuh tanpamu.
Kau yang berdiri di hadapanku saat ini, Adalah sosok asing yang tak lagi tahu siapa aku, Jiwa yang telah mengunci rapat ingatan tentang masa lalu kita, Dan takkan pernah sudi memahami sedalam apa rasa yang kupunya.
Melihatku sehancur ini, kau mungkin takkan peduli... Kau hanya akan melempar seulas senyum asing penuh jarak, lalu melangkah berlalu.
메타데이터
- post_id
- 064f5139664a
- slug
- amnesia-senja-064f5139664a
- url
- https://medium.com/@PengenPuitis/amnesia-senja-064f5139664a
- canonical_url
- https://medium.com/@PengenPuitis/amnesia-senja-064f5139664a
- author_url
- https://medium.com/@PengenPuitis
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-10 00:10:16