Yang berhutang lebih galak?!! ๐ฎ
#04 Alasan-alasan kenapa orang berhutang lebih galak daripada yang meminjamkan
Yang berhutang lebih galak?!! ๐ฎ
04 Alasan-alasan kenapa orang berhutang lebih galak daripada yang meminjamkan

Utang dapat menimbulkan konflik
Utang (bentuk tidak baku: hutang)[1] adalah sesuatu yang dipinjam, baik berupa uang maupun benda itu sendiri.
Mungkin #KawanMedium sudah sering dengar bahwa yang meminjam lebih galak daripada yang meminjamkan ketika ditagih, namun hal tersebut berhubungan dengan psikologi para peminjam dan faktor eksternal juga. Berikut beberapa alasan kenapa peminjam/penghutang cenderung lebih galak dibanding yang meminjamkan:
1. Peminjam Merasa Terancam
Orang yang berhutang merasa terancam karena ditagih, ada masalah lain di kehidupan si penghutang yang lebih ia prioritaskan dibanding hutangnya.
2. Tidak Tahu Malu
Jika memang belum punya uang untuk membayar, setidaknya memberi kabar dan bisa dibicarakan secara baik-baik dengan pemberi hutang. Namun seringkali penghutang pura-pura lupa. Bahkan terkadang ketika ditagih penghutang lebih kasar daripada yang memberikan pinjaman.
3. Orang yang Berhutang sedang pailit / tidak sesuai plan
Terkadang kita tidak pernah tahu dunia berputar yang mana penghutang sudah PEDE bisa membayar pada waktu tertentu namun tidak sesuai rencana bahkan jauh daripada waktu yang dijanjikan. Namun pemberi hutang juga memiliki tenggat waktu untuk kebutuhan pribadinya, nah ketika menagih penghutang justru malah belum ada untuk mengembalikan hutangnya.
4. Tidak Ingin Ditagih dan Berniat Kabur
Tidak jarang kondisinya penghutang memutuskan untuk lari dan kabur karena tidak ingin ditagih. Misalnya dengan lari tidak ingin ditemui hingga menghilangkan jejak kontak dengan pemberi hutang agar tidak ditagih. Niat kabur ini bisa terjadi memang niat dari awal sebelum meminjam atau karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk membayar.
5. Peminjam Tidak Tanggung Jawab
Seringkali pemberi pinjaman salah tangkap mengenai sifat/karakter peminjam sehingga bisa percaya, padahal terkadang orang bisa khilaf ataupun tidak sesuai dengan kesehariannya.
6. Psikologi Perilaku Berhutang
Hasil penelitian ini memberikan gambaran jika ternyata dalam konteks perilaku berhutang, perilaku berhutang tersebut didorong oleh adanya intensi yang mana intensi dipengaruhi oleh norma subjektif. Norma subjektif terkait dengan penerimaan lingkungan sosial, budaya juga keluarga. Individu akan cenderung untuk berupaya memenuhi harapan orang lain di sekelilingnya dan berkonformitas dengan harapan orang lain tersebut (Franzoi, 2003)
Nah, Sebelum #KawanMedium memutuskan untuk meminjamkan uang/barang kepada seseorang sebaiknya dipikirkan beberapa kali sebelum membalas pesan/menjawab rekan,teman,saudara ataupun orang yang baru dikenal mengenai meminjamkan uang/barang. Apalagi Uang merupakan hal yang sangat krusial yang dapat menimbulkan konflik apabila peminjam tidak bertanggungjawab. Dan jangan disangka ya, peminjam bisa berubah-ubah sifat dan karakternya, bisa kali pertama meminjam membayar tepat waktu namun setelahnya sulit untuk membayar atau mencicil.
Disarankan untuk #KawanMedium Lebih Bijak dalam meminjamkan uang/barang, terkecuali si pemberi utang mengikhlaskan apapun yang terjadi pada uang/barang yang dipinjamkan ke orang lain.
KawanMedium menjadi hastag untuk penulisan saya.
Instagram : @Kurniaindahs
Tiktok : @Kurniaindahs
๋ฉํ๋ฐ์ดํฐ
- post_id
- 06ee3f6bacf8
- slug
- yang-berhutang-lebih-galak-06ee3f6bacf8
- url
- https://medium.com/@kurniaindahs10/yang-berhutang-lebih-galak-06ee3f6bacf8
- canonical_url
- https://medium.com/@kurniaindahs10/yang-berhutang-lebih-galak-06ee3f6bacf8
- author_url
- https://medium.com/@kurniaindahs10
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-27 23:56:40