SATU-SATUNYA MASALAH YANG DIMILIKI MANUSIA.
Kita sering menganggap banyak hal sebagai masalah — kemiskinan, kehilangan, penyakit, kegagalan, bahkan kesepian. Kita sibuk menyusun…
SATU-SATUNYA MASALAH YANG DIMILIKI MANUSIA.
Kita sering menganggap banyak hal sebagai masalah — kemiskinan, kehilangan, penyakit, kegagalan, bahkan kesepian. Kita sibuk menyusun strategi agar terhindar dari apa yang kita anggap musibah. Kita mencari jalan keluar dari keterpurukan, berharap menemukan solusi untuk setiap tekanan yang datang silih berganti. Tapi, benarkah semua itu adalah masalah?
Mari kita renungkan ulang. Menurut Al-Qur’an, semua yang datang dari Allah — baik berupa nikmat maupun hal yang menyulitkan — adalah ujian.
Ya, Allah menyebutkan secara eksplisit dalam berbagai ayat bahwa hidup ini adalah tempat ujian: “Kami pasti akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan…” (QS. Al-Baqarah: 155)
Dan dalam ayat lain, Allah juga berfirman: “Kami menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan.” (QS. Al-Anbiya: 35)
Artinya, ujian bukan hanya datang dalam bentuk kesusahan, tapi juga dalam bentuk kemudahan. Yang kita sebut sebagai nikmat, harta, jabatan, kesehatan, bahkan cinta — itu semua adalah ujian.
Maka jika semuanya ujian, pertanyaan berikutnya adalah: Apa sebenarnya “musibah” yang sejati? Mengapa banyak orang merasa memiliki masalah dan tertimpa musibah?
Sependek yang aku cari, Tidak ada satu ayat pun yang menyebut kata mushkilah (مشكلة) — yang artinya problem atau masalah — secara eksplisit.
Tapi… Allah menyebut hal-hal tertentu sebagai bencana, kerusakan, kesesatan, dosa, dan azab —
a. Kesesatan (ضلال) → Masalah spiritual
“Barang siapa Allah sesatkan, maka tidak ada baginya penunjuk.” (QS. Az-Zumar: 23)
📌 Ini adalah krisis terbesar: tersesat dari jalan Allah.
b. Syirik (kemusyrikan) → Masalah terbesar dalam iman
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik…” (QS. An-Nisa: 48)
📌 Ini masalah akidah yang paling fatal.
c. Kemunafikan (نفاق)
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu di dasar neraka yang paling bawah.” (QS. An-Nisa: 145)
📌 Ini masalah karakter dan batin yang sangat serius: bermuka dua.
d. Hati yang mati (قساوة القلب)
“Kemudian setelah itu, hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi.” (QS. Al-Baqarah: 74)
📌 Ini masalah hati yang membuat seseorang tidak bisa tersentuh oleh kebenaran.
e. Kerusakan di bumi (فساد)
“Telah tampak kerusakan di darat dan laut karena perbuatan tangan manusia…” (QS. Ar-Rum: 41)
📌 Masalah sosial dan lingkungan akibat dosa dan kerakusan manusia.
Jika kita semua terlahir dalam kondisi fitrah. Islam. Maka apa yang membuat manusia bisa sampai pada masalah-masalah di atas? Apa akar masalah dari ini semua?
Mungkin jawabannya ada pada kata “ujian”. Dunia ini dikeliling dengan ujian (bukan masalah) dan beruntunglah mereka yang lulus atau berhasil mengerjakan ujian dengan jawaban yang Allah tetapkan. Sebaliknya, merugilah mereka yang kebanyakan mengerjakan ujian dengan jawaban terkaan mereka. Dan disinilah mereka mulai mendapat masalah sejati manusia.
Bentuk ujiannya tidaklah begitu berpengaruh. Berlimpah atau pun tidak, terdepan maupun tertinggal. Semua adalah ujian (bukan masalah). semua mulai menjadi masalah ketika kita menjawab atau merespon ujian tersebut bukan dengan jawaban atau apa yang Allah mau dan ridhoi. Sehingga ikatan kita dengan Allah mulai merenggang. Hingga terus menjauh dan sampai pada masalah-masalah di atas. Atau sedikitnya hati mereka tidak akan tenang menjalani kehidupan. Ketika hati tidak tenang menjalani kehidupan, maka semuaaa ujian akan menjadi masalah dipandangannya.
“Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, baginya kehidupan yang sempit…” (QS. Thaha: 124)
Dan sebaliknya:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
✅ Dekat dengan Allah = Hati tenang, Hidup lapang
❌ Jauh dari Allah = segalanya kehilangan makna. Bahkan harta berlimpah pun bisa menjadi masalah untuknya.
Karena itu, kita tidak bisa menyebut kehilangan sebagai musibah, atau kegagalan sebagai bencana. Justru satu-satunya musibah sejati adalah:
Ketika ujian itu — baik nikmat maupun sebaliknya — membuat kita menjauh dari Allah.****
Kita bisa menghindari kehilangan, tapi tidak bisa menjamin hadirnya kebahagiaan. Kita bisa mengobati luka, tapi tak selalu bisa menyembuhkan hati. Kita bisa meraih kesuksesan, tapi tetap merasa kosong. Karena, jiwa manusia diciptakan untuk dekat dengan Tuhan-nya.
Begitu jauh, maka seisi dunia pun tak akan pernah cukup. Begitu dekat, maka dunia pun tak akan terasa terlalu berat.
Maka terus bersamailah Rabb mu.. Hatta kau di hadapkan pada dua hal baik.. Mintalah fatwa kepada hatimu. Pilihlah yang terbaik menurut Rabb mu…
.والله أعلم بالصواب.
و بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ
메타데이터
- post_id
- 076b28d2fc2b
- slug
- satu-satunya-masalah-yang-dimiliki-manusia-076b28d2fc2b
- url
- https://medium.com/@Amirakyas/satu-satunya-masalah-yang-dimiliki-manusia-076b28d2fc2b
- canonical_url
- https://medium.com/@Amirakyas/satu-satunya-masalah-yang-dimiliki-manusia-076b28d2fc2b
- author_url
- https://medium.com/@Amirakyas
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-22 07:15:07