← Back to list

Apakah Umat Islam Benar-Benar Tertinggal dalam Sains dan Teknologi?

Ketika mendengar kata “sains” dan “teknologi”, kebanyakan orang langsung membayangkan Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, atau…

Levali Givace Kayanna · 2026-06-16 12:43 · 10 claps · 3.0 min read
#islam #science #technology #education #muslim
Open on Medium ↗
Wiki topics: EDU · Education & Learning 🔬 · Science · General 🕊️ · Religion

Apakah Umat Islam Benar-Benar Tertinggal dalam Sains dan Teknologi?

Ketika mendengar kata “sains” dan “teknologi”, kebanyakan orang langsung membayangkan Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, atau negara-negara Eropa. Jarang sekali yang spontan menyebut negara-negara Muslim sebagai pusat inovasi dunia. Akibatnya, muncul anggapan bahwa umat Islam telah tertinggal jauh dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pandangan tersebut memang tidak muncul tanpa alasan. Jika melihat perusahaan teknologi terbesar dunia, jumlah publikasi ilmiah, hingga pengembangan kecerdasan buatan (AI), nama-nama yang mendominasi sebagian besar berasal dari negara-negara non-Muslim. Namun, benarkah kesimpulannya sesederhana itu? Apakah umat Islam benar-benar tertinggal dalam sains dan teknologi, atau sebenarnya persoalannya lebih kompleks dari yang sering dibicarakan?

Pertanyaan ini menarik karena jika kita menoleh ke belakang, sejarah justru menunjukkan hal yang berbeda. Dunia Islam pernah menjadi pusat ilmu pengetahuan dunia. Pada masa yang sering disebut sebagai Masa Keemasan Islam, Baghdad, Cordoba, dan berbagai kota lainnya menjadi tempat berkumpulnya para ilmuwan, penerjemah, filsuf, dan peneliti dari berbagai latar belakang. Di sana lahir berbagai karya yang kemudian memengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan modern.

Nama-nama seperti Ibnu Sina, Al-Khawarizmi, dan Ibnu al-Haytham bukan sekadar tokoh dalam buku sejarah. Pemikiran mereka menjadi fondasi bagi perkembangan kedokteran, matematika, astronomi, dan berbagai disiplin ilmu lainnya. Bahkan banyak karya ilmuwan Muslim yang dipelajari di universitas-universitas Eropa selama berabad-abad.

Yang menarik, semangat keilmuan tersebut tidak lahir begitu saja. Dalam Islam, mencari ilmu bukan hanya kebutuhan intelektual, tetapi juga bagian dari ibadah. Wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad saw. diawali dengan perintah membaca. Banyak ayat Al-Qur’an yang mengajak manusia berpikir, mengamati alam, dan mengambil pelajaran dari berbagai fenomena kehidupan. Tidak mengherankan jika tradisi keilmuan pernah tumbuh sangat kuat dalam peradaban Islam.

Lalu mengapa hari ini muncul kesan bahwa umat Islam tertinggal?

Sebagian jawabannya memang dapat ditemukan pada data-data modern. Kontribusi negara-negara mayoritas Muslim terhadap publikasi ilmiah dunia masih relatif kecil jika dibandingkan dengan proporsi jumlah penduduknya. Sebuah penelitian yang mengkaji kontribusi negara-negara mayoritas Muslim terhadap sains global menunjukkan bahwa kontribusi mereka terhadap publikasi ilmiah dunia masih tergolong rendah dibandingkan proporsi populasi yang mereka miliki.

Namun menurut saya, persoalan utamanya bukan karena Islam tidak mendukung sains. Justru sejarah membuktikan sebaliknya. Yang lebih tepat dipertanyakan adalah bagaimana hubungan umat Islam dengan tradisi ilmu pengetahuan saat ini.

Di banyak tempat, budaya membaca dan meneliti belum menjadi kebiasaan yang kuat. Tidak sedikit pelajar yang belajar hanya untuk lulus ujian, bukan untuk memahami atau menghasilkan pengetahuan baru. Di sisi lain, riset sering kali belum menjadi prioritas utama dalam pembangunan. Padahal kemajuan teknologi yang dinikmati dunia hari ini lahir dari investasi panjang dalam pendidikan dan penelitian.

Ada pula kecenderungan untuk lebih bangga pada kejayaan masa lalu daripada membangun prestasi baru di masa sekarang. Kisah tentang ilmuwan-ilmuwan Muslim memang layak dibanggakan, tetapi kebanggaan itu tidak akan menghasilkan apa-apa jika berhenti sebagai nostalgia. Dunia tidak berubah karena kita mengingat nama Al-Khawarizmi. Dunia berubah ketika lahir generasi baru yang memiliki semangat belajar dan berkarya seperti dirinya.

Di era kecerdasan buatan, robotika, dan teknologi digital saat ini, tantangan yang dihadapi umat Islam jauh berbeda dibandingkan beberapa abad lalu. Persaingan tidak lagi hanya terjadi antarindividu, tetapi juga antarbangsa. Negara yang menguasai ilmu pengetahuan akan memiliki pengaruh besar dalam ekonomi, pendidikan, bahkan politik global.

Karena itu, menurut saya pertanyaan “Apakah umat Islam tertinggal?” sebenarnya bukan pertanyaan yang paling penting. Pertanyaan yang lebih penting adalah: apa yang sedang kita lakukan untuk mengejar ketertinggalan tersebut?

Jika umat Islam ingin kembali memberikan kontribusi besar bagi peradaban dunia, maka yang perlu dibangkitkan bukan sekadar romantisme sejarah, melainkan budaya ilmu. Semangat membaca, berpikir kritis, meneliti, dan menciptakan inovasi harus kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Sejarah menunjukkan bahwa peradaban Islam pernah mencapai puncak kejayaan ketika ilmu pengetahuan dihargai dan para ilmuwan diberikan ruang untuk berkembang.

Pada akhirnya, saya tidak sepenuhnya setuju jika dikatakan bahwa umat Islam tertinggal karena ajaran Islam. Yang lebih tepat adalah bahwa banyak umat Islam belum mampu memanfaatkan sepenuhnya nilai-nilai keilmuan yang sebenarnya telah diajarkan agamanya sejak berabad-abad lalu. Islam tidak pernah menjadi penghalang bagi kemajuan sains. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana umat Islam kembali menjadikan ilmu pengetahuan sebagai bagian penting dari peradaban mereka.

Mungkin kita memang belum menjadi pemimpin dunia dalam bidang sains dan teknologi saat ini. Namun sejarah membuktikan bahwa hal itu bukan sesuatu yang mustahil. Pertanyaannya bukan lagi apakah umat Islam pernah berjaya, melainkan apakah generasi Muslim hari ini memiliki kemauan untuk membangun kejayaan yang baru.


메타데이터
post_id
079e9baf2982
slug
apakah-umat-islam-benar-benar-tertinggal-dalam-sains-dan-teknologi-079e9baf2982
url
https://medium.com/@lgivace/apakah-umat-islam-benar-benar-tertinggal-dalam-sains-dan-teknologi-079e9baf2982
canonical_url
https://medium.com/@lgivace/apakah-umat-islam-benar-benar-tertinggal-dalam-sains-dan-teknologi-079e9baf2982
author_url
https://medium.com/@lgivace
status
ok
fetched_at
2026-06-17 10:21:25