Tiba Tiba Operasi Jantung
First published in Instagram on June 2, 2025. Saya, Budi Handoko, mau cerita.
Tiba Tiba Operasi Jantung

First published in Instagram on June 2, 2025. Saya, Budi Handoko, mau cerita.
Hari Sabtu tanggal 17 Mei 2025, saya waktu olahraga (HIIT Training — memang sudah biasa), saya merasakan nafas kurang enak. Karena harus jongkok untuk nafas.
Di hari Minggu, 18 Mei 2025, saya merasa posisi kepala phang phang (bahasa hakka — light headed, badan semacam mau terbang). Waktu malam hari, selagi jalan jalan di mall, tiba tiba mulai merasakan sempoyongan. Udah hampir mau pingsan, cuma memang tidak pingsan.
Saya akhirnya masuk ke IGD RS EMC. Di sana dicek EKG, dan kondisi EKG kurang bagus (lebih buruk dari kondisi EKG di bulan Maret 2025 yang memang kurang bagus). Dokter jaga bilang ini harus ke dokter jantung buat kateter secepatnya.


Setelah pulang IGD, kita langsung cari dokter jantung dan ada beberapa opsi di Medistra, Abdi Waluyo dan Bethsaida. Saya putuskan untuk ke Prof Dasaad yang ada di Bethsaida.
Hari Senin, tanggal 19 Mei 2025, saya ke IGD sekitar jam 11-an dan langsung rawat inap, dan ada test darah. Pada malam harinya, diadakan CT Scan jantung.
Hari Selasa, 20 Mei 2025, hasil keluar, dan dinyatakan ada 3 sumbatan di 3 Pembuluh Darah.
Pembuluh 1 (LAD) : 3 sumbatan 25–49%, Kalsium: 59 Pembuluh 2 (LCX): di bawah 25%, Kalsium: 1 Pembuluh 3 (RCA): di bawah 25%, Kalsium: 11
Kolesterol juga tinggi.
Kolesterol total: 👎223 (lewat 23) HDL: 👍45 (lewat 5) LDL: 👎141 (lewat 41) Trigilserida: 👎182 (lewat 32)
Prof Dasaad rekomendasi yang pertama harus di kateter, karena hasil CT Scan bisa tidak akurat.
Selasa malam, diadakan Kateter (lewat lengan kanan) dan didapatkan kalau 3 sumbatan itu, 1 mencapai 60% dan 2 mencapai 80%.

Karena saya ada gejala di hari Sabtu dan Minggu, dan karena sumbatan 80%, akhirnya saya mengijinkan untuk treatment DCB (Drug Coated Baloon) untuk 2 titik, dimana di daerah penyumbatan dikasih balon yang sudah ada obat. Setelah balon sampai di titik, dikembangkan biar obat nempel di pembuluh, dan balonnya ditarik keluar.

Treatment nya tidak sakit, anestesi lokal, dan hanya butuh waktu 20 menit. Setelah treatment, penyumbatan nya menjadi 30%.
Setelah dimonitor di UGD satu malam, saya bisa keluar hari Rabu tanggal 20 Mei 2025 dan dirawat jalan.
Setelah treatment, saya sekarang menjalani diet Whole Food Plant Based Diet, dimana kita hanya bisa makan Whole Food (makanan tanpa di proses), tanpa lemak Hewani (vegetarian), gula dan garam berkecukupan, dan tidak boleh konsumsi minyak sama sekali. Dengan diet ini, kita bisa memputarbalikkan keadaan, agar penyumbatan bisa mengecil atau hilang.
Tentu saja dilengkapi dengan banyak obat untuk jantung, kontrol kolesterol dan darah tinggi. Kalau kondisi di reverse, semoga bisa cepat lepas dari obat obatan.
Pada tanggal 28 Mei 2025 (1 minggu setelah treatment, dan diet WFPB ketat), saya control dengan Prof Dasaad dan hasilnya OK.
Kesimpulan Penting:
- Kalau memang sudah umur 35 tahun ke atas, ada darah tinggi, diabetes atau kolestrol, dan ada gejala, harus secepatnya cek ke IGD atau dokter jantung. Gejala bisa berupa keringat dingin, lightheaded kayak vertigo, sesak nafas. Bisa konsultasi dokter untuk lengkapnya.
- Kalau Hasil CT Scan menunjukkan moderate risk dan kalsium tendensi tinggi, maka jangan takut untuk kateter.
Karena kalau seandainya saya mengabaikan gejala saya, mungkin jalan cerita sudah beda.
Satu lagi yang penting, jangan lupa asuransi, khususnya buat pria karena resiko penyakit jantung lebih tinggi.
Semoga cerita ini bermanfaat dan bisa disebarkan agar membantu semua orang.
CeritaSehatBudi
메타데이터
- post_id
- 07f66a462ef0
- slug
- tiba-tiba-operasi-jantung-07f66a462ef0
- url
- https://medium.com/@iniceritabudi/tiba-tiba-operasi-jantung-07f66a462ef0
- canonical_url
- https://medium.com/@iniceritabudi/tiba-tiba-operasi-jantung-07f66a462ef0
- author_url
- https://medium.com/@iniceritabudi
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-08-09 11:43:26