Merekah Setelah Patah
Ketika realita datang memberitahu bahwa kadang ia hadir dengan rasa sakit. Memberitahu bahwa ia hadir atas kehendak-Nya, dan bukan kehendak…
Merekah Setelah Patah

Ketika realita datang memberitahu bahwa kadang ia hadir dengan rasa sakit. Memberitahu bahwa ia hadir atas kehendak-Nya, dan bukan kehendak mu.
Kadang ia hadir memelukmu, kadang pula ia hadir menghantam keras pundakmu. Dan kamu dituntut untuk terus kuat sekalipun hanya berpura-pura.
Tapi di realita hidup yang terus mencoba mematahkanmu, harus tetap tegap badanmu. Harus tetap kuat langkahmu.
Karena percayalah, di realita hidup yang selalu mencoba mematahkanmu, akan selalu terselip hal indah yang menguatkanmu.
Tak peduli seberapa gugur dirimu, semoga segera datang musim semi mu. Tak peduli seberapa patah dirimu, semoga segera tumbuh dan merekah pula dirimu.
Terkadang seseorang harus patah, sebelum tumbuh lalu merekah. Selayaknya benih yang pecah untuk mengeluarkan akar dan tunas.
Tidak akan mudah, tapi bukan berarti akan selalu susah. Dan sabar adalah harga yang harus dibayar
إن مع العسر يسراً
메타데이터
- post_id
- 0811d2f95be2
- slug
- merekah-setelah-patah-0811d2f95be2
- url
- https://medium.com/@muh.iman014/merekah-setelah-patah-0811d2f95be2
- canonical_url
- https://medium.com/@muh.iman014/merekah-setelah-patah-0811d2f95be2
- author_url
- https://medium.com/@muh.iman014
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-24 11:06:28