← Back to list

Lagu yang Terlalu Viral

#199–[122]: Ketika Lagu Bagus Berubah Menjemukan

Yasir Fuadi in Sua Suara · 2025-06-30 09:53 · 285 claps · 2.3 min read paywalled
#bahasa-indonesia #sua-suara #mangu #akad #musik-indonesia
Open on Medium ↗
Wiki topics: MIC · Microbiology & Immunology 📺 · Media · General

SINGGAH SEJENAK

Lagu yang Terlalu Viral

#199–[122]: Ketika Lagu Bagus Berubah Menjemukan

Photo by Usman Yousaf on Unsplash

Photo by Usman Yousaf on Unsplash

Saya sedang makan malam di sebuah tempat makan bersama istri saya ketika dia bertanya, “Ini lagunya kok nggak selesai-selesai? Diulang-ulang kali ya?” Saat itu, *Mangu sedang diputar tapi bukan satu versi saja. Lagu itu terus dimainkan dalam berbagai versi cover,* seperti putaran tak berkesudahan. Jadinya memang lagu itu terasa tidak pernah selesai.

Operator musik di tempat itu mungkin sedang jatuh cinta pada Mangu, atau sekadar tidak sadar bahwa pelanggan bisa saja punya perasaan yang berbeda. Baginya, Mangu adalah sajian istimewa, berbeda dengan saya dan istri yang justru merasa terganggu dengan lagu itu. Bukan karena lagunya buruk tapi justru sebaliknya—karena bagus dan menjadikannya terlalu sering diputar di mana-mana.

Belum bergabung di Medium? Lanjutkan membaca di sini.

Saya sebenarnya suka dengan Mangu dan makna di lagunya. Tapi karena terlalu viral dan terlalu sering diputar, lama-lama saya merasa jenuh. Lihat saja di Spotify, Mangu telah diputar sebanyak 218 juta kali, hampir mendekati You’ll be in My Heart dari NIKI yang merupakan lagu internasional dengan 245 juta kali putar. Artinya—dengan ditambah berbagai cover yang sudah dibuat— lagu itu sudah terlalu sering diputar

Seperti yang sudah-sudah, popularitas yang terlalu cepat dan terlalu luas justru bisa jadi pisau bermata dua. Lagu yang tadinya istimewa, perlahan kehilangan keistimewaannya. Mangu berubah menjadi lagu yang repetitif dan tidak menarik untuk didengarkan lagi.

Fenomena serupa pernah terjadi beberapa tahun lalu saat lagu *Akad *dari Payung Teduh viral. Lagu yang terasa segar, romantis, dan menyentuh itu, begitu masuk ke fase “diputar di mana-mana”, dari kafe ke resepsi pernikahan, dari iklan hingga akun YouTube coveran, menjadi kehilangan pesonanya.

Daya magis lagu Akad terasa luntur bukan karena lagu itu berubah, tapi karena kita terlalu sering dipaksa mendengarnya, sampai-sampai maknanya tak lagi menyentuh hati.

Mangu bagi saya seperti akan mengalami nasib serupa. Lagu itu sekarang memang sudah mulai jarang dijadikan latar video TikTok, tapi masih cukup sering diputar di radio, restoran, bahkan di ruang tunggu bank. Karena terlalu sering diputar, saya merasakan lagu itu pelan-pelan kehilangan makna yang dulu membuatnya istimewa.

Mungkin inilah yang dinamakan semacam kutukan popularitas. Lagu yang bagus, jika terlalu populer karena viral, akan cepat pula kehilangan daya tarik bagi sebagian pendengarnya. Kita tidak lagi merasa memiliki emosi yang khas terhadap lagu itu.

Bukan berarti saya membenci Mangu. Sama sekali tidak dan buat apa juga. Saya hanya jenuh. Saya hanya ingin ketika mendengar lagu ini, momennya pas sehingga tidak merasa “halah, lagu ini lagi.”

Seperti Akad yang kini mulai bisa saya nikmati kembali setelah bertahun-tahun absen dari playlist, mungkin suatu hari Mangu akan kembali terdengar indah. Tapi untuk sekarang, saya tidak ingin lagu itu lewat di telinga saya.

Saya ingin memberi ruang bagi lagu-lagu lain untuk singgah. Menariknya, justru ketika saya memilih menjauh dari lagu-lagu viral, telinga saya terbuka pada lagu yang lain. Saat Spotify memutar *Nurlela* dari Trio Lestari, saya terseret ke nostalgia.

Dari situ saya mundur ke *Sedari Dulu dan [Menghujam Jantungku](https://open.spotify.com/track/6VmfI8TnfhrFHqImmvubvZ?si=vPTaoii9R1m4EWWo3GwIzw)*-nya Tompi, lalu tanpa diduga nyasar ke *Maling Jemuran* milik NonaRia. Lagu-lagu itu tidak viral, tapi memberi kejutan-kejutan kecil yang menyenangkan.

Dan mungkin, justru di situlah letak kebahagiaannya, menemukan lagu-lagu yang belum terlalu viral, yang belum jadi properti publik, yang masih terasa seperti milik pribadi.


메타데이터
post_id
090dd14e04bc
slug
lagu-yang-terlalu-viral-090dd14e04bc
url
https://medium.com/sua-suara/lagu-yang-terlalu-viral-090dd14e04bc
canonical_url
https://medium.com/sua-suara/lagu-yang-terlalu-viral-090dd14e04bc
author_url
https://medium.com/@yasirfuadi
status
ok
fetched_at
2026-06-25 12:15:08