Berbeda tetap Sama
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." (QS. At-Tin: 4).
Berbeda Tetap Bersama
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." (QS. At-Tin: 4).

AI
Tuhan menciptakan manusia dengan kondisi yang berbeda, itu harus kita yakini, ini bukan tentang rupa, warna kulit atau hal-hal yang sering kita jumpai, tapi tentang kondisi manusia yang memiliki fisik dan perilaku yang tidak bisa mereka kondisikan sebab apa yang mereka alami.
Saya rasa memanusiakan-manusia perlu kita pertanyakan pada diri kita masing-masing apakah sudah melakukan itu ?
Kita tidak bisa memandang orang yang berlainan fisik dan perilaku dengan kita dengan sebelah mata, bahkan merasa aneh, sebab bukankah Tuhan telah mengatakan bahwa ia menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya, dan saya rasa jika kita melakukan hal yang sehina itu, itu sama saja kita melecehkan Tuhan.
Terlahir dengan Down Syndrome atau kondisi genetik atau kelainan kromosom bukan berarti harus kita kucilkan, hargai mereka layaknya kita menghargai diri kita sendiri, beri mereka ruang bebas, panggil mereka dengan nama dan hindari kata penggunaan kata cacat. Itu bukan kemauan mereka, bukan pula keinginan orangtua mereka, itu kehendak Tuhan, mahluk Tuhan, dan patut kita cinta.
Kita tidak perlu merasa sempurna dari mereka, merasa punya lebih sebab tidak terlahir seperti mereka, saya rasa itu pemikiran yang sungguh-sungguh cacat bagi mereka yang berpendidikan tapi tidak menggunakan otak dan hatinya.

Sub : Pinterest
“Seperti orang lain yang tidak memiliki pendidikan yang cukup, saya mengira Tourette’s hanya tentang mengumpat”_Aktor Robert Aramyo
Beberapa hari yang lalu saya baru menyelesaikan sebuah film yang menurut saya merubah pola pikir dan menambah pengetahuan saya perihal penyakit Down Syndrome, judul film tersebut “I Swear” (2025) yang di perankan oleh Robert Aramyo, peran yang sangat apik dan emosional menurut saya.
Film I Swear mengajarkan saya bahwa, sebelum berpendapat yang buruk tentang seseorang, baiknya kita perlu terlebih dahulu mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, apa yang membuat mereka berkelakuan beda dari yang lain.
Dalam film I Swear yang terinspirasi dari kisah nyata kehidupan nyata John Davidson, yang berasal dari Galashiels di Scottish Borders dan mengidap syndrom Tourette, dengan gejala-gejala khasnya seperti tic, pola perilaku kompulsif, dan teriakan cabul yang tiba-tiba.
Saya tidak akan spoiler dalam tulisan ini, baiknya para pembaca menonton sendiri bagaimana sebuah hal biasa membuat kita nampak luar biasa sebab tahu apa yang orang lain tidak tahu.
“ Baca buku itu tidak bisa digantikan dengan Tiktok dan nonton Film, Karena kerja otak hanya bisa dilatih tajam kalau otak berdialog, yaitu dengan membaca buku”_ Karlina Supelli
Saya sepakat dengan apa yang dikatakan Karlina Supelli diatas bahwa membaca buku tidak bisa digantikan dengan Tiktok dan nonton film. Dan harus diperjelas juga, ini pendapat saya pribadi, terkadang membaca buku membuat kita lelah dan bosan, dan pelarian saya pasti ke film, dalam film saya bisa mengetahui tentang kehidupan, politik, dan beberapa film biografi yang sangat saya sukai, saya jarang menonton film fiksi atau yang menurut saya tidak ada manfaatnya bagi saya, saya lebih suka menonton film yang terinspirasi dari kisah nyata dan biografi seseorang.
Ada beberapa film yang akan saya rekomendasikan, yakni, Captain Fantastic, Into The Wild, I Swear, Society of the Snow, Hacksaw Ridge, Oppenheimer. Carilah versi filmmu sendiri, Sekian.
메타데이터
- post_id
- 09261be7fed3
- slug
- perbedaan-bukan-penghalang-pertemanan-09261be7fed3
- url
- https://medium.com/@idhammuh908/perbedaan-bukan-penghalang-pertemanan-09261be7fed3
- canonical_url
- https://medium.com/@idhammuh908/perbedaan-bukan-penghalang-pertemanan-09261be7fed3
- author_url
- https://medium.com/@idhammuh908
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-09 15:37:30