← Back to list

Ditemani Jazz di Sepanjang PengerjaanTulisan

Sebuah Upaya Bersiasat Ketika Isi Kepala Mampat

Ridho Ismail in Berbagi & Berdampak · 2026-07-07 04:01 · 94 claps · 2.5 min read
#jurnal #berbagi-dan-berdampak #jazz #kebiasaan #kepenulisan
Open on Medium ↗
Wiki topics: SAF · Safety & Alignment 🎵 · Music & Audio

KOMBINASI MUSIK DAN MENULIS

Ditemani Jazz di Sepanjang PengerjaanTulisan

Sebuah Upaya Bersiasat Ketika Isi Kepala Mampat

Photo by Bruno Justo Pego on Unsplash

Photo by Bruno Justo Pego on Unsplash

Musik masih menjadi dopamin instan yang mampu menggenjot kembali semangat untuk menulis. Tubrukan antara waktu dan musik yang tepat, maka terciptalah ledakan dopamin yang cukup signifikan. Dorongan inilah yang pada akhirnya menjadikan rutinitas tersendiri ketika sedang demotivasi.

Musik juga memberikan banyak referensi. Baik kata, melodi, pemaknaan dan lain sebagainya. Ketika sedang stuck, lalu mendengarkan musik akan sedikit mengobati atau setidaknya dapat menelusuri jalan keluar.

Perkenalan saya dengan musik Jazz ternyata semakin hari semakin akrab. Setahun yang lalu, saya mulai menceburkan diri ke dalam dunia Jazz. Dan semakin hari, Jazz menjadi teman solid yang sangat padu dan membantu saya dalam menulis.

[embed]Perkenalan dengan Jazz Melodi rumit yang membuat seseorang berdansamedium.com

Akhir-akhir ini, saya sering stuck dan tidak memiliki motivasi untuk menulis. Progres tulisan ada setiap harinya, tapi tidak bisa dikatakan banyak atau ideal. Hanya cukup untuk memenuhi target harian saja. Menemukan ide, observasi, bikin outline, tulis, sunting, unggah.

Ada masanya bosan dan mulai bingung tentang arah tulisan. Akan tetapi, tuntutan harian harus diselesaikan. Dan mulai ada metode-metode yang mulai dijalankan. Salah satunya adalah dengan mendengarkan musik Jazz.

Jujur saja, biasanya saya mengerjakan tulisan dengan tidak mendengarkan musik atau podcast sama sekali. Sebab, rasanya agak pusing jika menulis sambil mendengarkan musik yang memiliki lirik, atau menulis dengan mendengarkan orang yang membicarakan suatu tema dengan rekan podcast-nya. Seperti ada pertarungan hebat yang ada di kepala.

Biasanya, teman ketika menulis hanyalah suara kipas yang geleng-geleng, anak tetangga yang nangis, atau gerobak sayur yang kebetulan lewat depan kos-kosan. Selebihnya saya menulis dengan sangat sunyi.

Namun, beberapa bulan terakhir, saya merasa bosan atau lebih tepatnya susah menemukan referensi. Ditambah lagi, beban kerja yang cukup padat mengakibatkan saya susah untuk fokus dan pada akhirnya memaksakan diri untuk multitasking.

Kemudian, saya teringat pada playlist Jazz yang sudah ada dari lama. Dan mendengarkan musik Jazz yang dominan instrumental yang melodis, ternyata cukup membantu dalam proses menulis. Meskipun tidak berdampak secara signifikan pada konteks tulisan, tapi nyatanya cukup membantu memperlancar proses mengeluarkan ide menjadi tulisan.

Kata-kata seperti mampu terangkai secara otomatis. Meskipun memang nantinya ada proses sunting di akhir sebelum dipublikasikan. Musik Jazz di sini membantu menjebol sumber pemikiran yang sedang mampet akibat banyak hal. Sewaktu dua buah TWS menyumpal telinga kanan dan kiri, lalu dilanjut dengan memutar lagu pertama, seketika cipratan motivasi datang berhamburan.

Ditambah lagi jika musik Jazz yang otomatis shuffle dari playlist adalah genre Jazz yang sedikit ngebut. Melodi yang bertabrakan, dentum irama yang tak lagi melankolis, ditambah dengan ketukan drum yang ambisius. Keserasian tersebut seolah-olah memaksa diri untuk memecut lebih keras lagi isi kepala. Otak dipaksa untuk memeras segala isi di dalamnya untuk digelontorkan pada layar putih di depan mata.

Tidak hanya berlaku pada tulisan non fiksi, justru mendengarkan musik Jazz sangat membantu ketika sedang menulis tulisan fiksi. Untuk orang yang sedang belajar dan dikejar deadline tulisan fiksi, musik Jazz sejauh ini cukup membantu. Rasa kompleksitas dari musik Jazz seperti berusaha mendongrak celah-celah potensial yang terdapat pada bagian terdalam isi kepala.

Dan begitulah, banyak tulisan-tulisan saya lahir. Dari musik ke tulisan, semuanya tidak saling bertentangan, tapi justru melengkapi dan menciptakan harmoniasasi tersendiri. Akan lain cerita jika musiknya selain Jazz. Intinya terletak pada musik yang lebih dominan akan instrumental yang kompleks, alih-alih lirik yang kontekstual.

Pada akhirnya, musik dan kebiasaan adalah hal yang subjektif. Menyoal tentang konsisten, semua bisa diupayakan, apapun caranya. Dan setiap penulis tentu memiliki ritualnya tersendiri ketika sedang mendobrak kebuntuan berpikir.

Terima kasih sudah apresiasi dan membaca sampai akhir. Jika ada kritik, saran, atau ingin berdiskusi, silakan tulis di kolom komentar. Jika suka dengan tulisan saya di Medium, kalian bisa dukung saya di sini.

Sekian dan sampai jumpa!


메타데이터
post_id
0b54dd776099
slug
ditemani-jazz-di-sepanjang-pengerjaantulisan-0b54dd776099
url
https://medium.com/berbagi-berdampak/ditemani-jazz-di-sepanjang-pengerjaantulisan-0b54dd776099
canonical_url
https://medium.com/berbagi-berdampak/ditemani-jazz-di-sepanjang-pengerjaantulisan-0b54dd776099
author_url
https://medium.com/@ridhoismail
status
ok
fetched_at
2026-07-08 18:29:56