Perihal Januari
Januari adalah bulan pembuka untuk setiap kisah sekaligus menjadi lembaran baru. Jika ia bisa berbicara mungkin januari adalah ia yang…
Perihal Januari

Pic by me
Januari adalah bulan pembuka untuk setiap kisah sekaligus menjadi lembaran baru. Jika ia bisa berbicara mungkin januari adalah ia yang paling berat menanggung harap.
Sebagai pembuka dan awal kisah, banyak harapan dan tujuan yang ia tanggung. Semua diisi oleh ucap dengan keberuntungan dan keberhasilan dalam setiap proses. Namun sebetulnya ia hanya bisa berjalan, berjalan sesuai aturan alam semesta.
Tetapi, pada akhirnya jika mereka berhasil mereka akan berterima kasih pada diri sendiri. Lalu jika mereka gagal pada pengujung januari mereka akan memaki kehadirannya. Tak semua tetapi kebanyakan memang seperti itu.
Ketika itu januari datang dan menjadi sebuah permulaan dari hidupku. Januari yang selalu kubenci setiap kali ia datang. Januari yang selalu kuusahakan untuk hilang dari ingatan setiap kali ia hadir. Alasannya karena ia telah membawaku ada.
Januari telah memabawaku pada banyak hal. Dalam beberapa masa januari berhasil menunjukan kisah yang indah. Tapi dibanding itu, terlalu banyak pengorbanan dan derita yang telah terjadi. Oleh karena itu, setiap kali ia datang rasa bersalahku semakin besar.
Orang bilang jalanmu masih sangat panjang dan jauh. Namun januari terlalu banyak membawa luka. Januari selalu menyuguhkanku pada kesendirian. Sejak saat itu maupun hingga sekarang.
Jadi ketika riuh harapan terucap di januari. Aku hanya termangu menyaksikan mereka yang sorot matanya berbinar. Aku takut untuk berharap. Takut untuk semuanya.
Kilasan memori kelam itu mungkin kian menyamar dalam otakku. Tapi dalam nuraniku masih terasa sesak. Luka itu ternyata aku masih belum bisa untuk sembuh.
Tapi, tatapan mata yang penuh harap itu membuatku takut sekaligus menjadi alasan untukku bisa berdiri. Derita itu terkadang menjadi pecutan untukku agar bisa melangkah. Rasa derita yang dialaminya membuatku merasa bertanggung jawab atasnya.
Meski sukar tapi memang aku tidak ingin menyerah. Aku ingin membuat derita itu menjadi sukacita. Aku ingin membuat pengorbanan itu menjadi tidak sia-sia.
Aku masih ingin mencari makna kedangan januari kala itu. Aku tidak ingin pergi tanpa pernah berandil memberi manfaat pada sesama.
Tapi maaf sampai saat ini kedatangan januari masih menjadi hal yang kubenci. Kuharap rasa ini akan segera berakhir. Tak sepenuhnya benci, hanya saja seharusnya aku memang tidak ada.
메타데이터
- post_id
- 0bdd225c19bb
- slug
- perihal-januari-0bdd225c19bb
- url
- https://medium.com/@Blueeeeee/perihal-januari-0bdd225c19bb
- canonical_url
- https://medium.com/@Blueeeeee/perihal-januari-0bdd225c19bb
- author_url
- https://medium.com/@Blueeeeee
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-09 15:37:30