← Back to list

Menyalahkan TIM SAR dan Pemerintah adalah Hal yang Berbeda

Dan Mengapa Sebaiknya Kita Mendukung Petugas Garda Terdepan

Karunia Safitri in Resah Rakyat · 2025-07-04 11:42 · 470 claps · 3.2 min read paywalled
#resah-rakyat #bahasa-indonesia #timsar #indonesia #politik
Open on Medium ↗

Foto oleh: Antara

Foto oleh: Antara

Menyalahkan TIM SAR dan Pemerintah adalah Hal yang Berbeda

Dan Mengapa Sebaiknya Kita Mendukung Petugas Garda Terdepan

Lanjutkan membaca bagi non member dengan klik tautan ini.

Masalah mengenai pendaki yang meninggal di gunung tertinggi ketiga di Indonesia ini belum selesai. Terkini, pihak keluarga mendiang berencana menuntut pemerintah bila hasil otopsi ditemukan bukti meninggalnya karena kelalaian pemerintah Indonesia pada saat evakuasi.

Hal lain yang memantik perhatian kita adalah warga Brazil yang memberikan donasi kepada Agam, seorang penyelamat yang membantu evakuasi jenazah Miss J.

Para netizen beranggapan bahwa “kenapa evakuasinya nggak pakai helikopter saja? kenapa giliran Agam dikasih donasi tim SAR tidak terima kan itu memang tugasnya? Giliran duit saja gerpep” dan komentar selainnya, lebih-lebih menyalahkan pemerintah.

“Warga negaranya saja gak dipeduliin, apalagi ini yang bukan”. Sebuah komentar sarkas yang tidak sepenuhnya tepat tapi juga tidak lantas bisa disalahkan.

Dan menyalahkan tim SAR dengan menyalahkan pemerintah adalah hal yang berbeda. Mari kita urai.

Foto oleh Antara.

Foto oleh Antara.

Pertama, Tim SAR adalah lembaga negara yang berwenang menangani penyelamatan pada bencana. Karena merupakan lembaga negara, maka dalam melaksanakan tugasnya berpijak pada aturan dan ketentuan pemerintah. Tugas mereka tidak mudah, dan sering menjumpai hambatan.

Salah satu hambatan mereka adalah kurangnya SDM dan perlengkapan rescue. Kenapa bisa kurang? Karena anggarannya yang terbatas itu semakin dikurangi. Kenapa dikurangi? Karena efisiensi. Kenapa efisiensi? Saya kira jawabannya kita semua sudah tahu.

Kedua, SAR merupakan akronim dari search and rescue. Mencari dan menyelamatkan. Deskripsi wewenang dan kerjanya tidak hanya mencari dan menemukan, melainkan juga mencegah agar tidak semakin banyak korban. Jangan sampai demi menyelamatkan satu orang, kita kehilangan para penyelamat yang juga berarti kehilangan nyawa selainnya.

Rinjani sendiri merupakan gunung besar, vulkanik, dan memiliki tingkat kesulitan tinggi untuk didaki. Korban ada di ketinggian sekitar 3.600 MPDL. Pada ketinggian ini, kadar oksigen sudah menurun drastis.

Belum lagi kondisi tanah yang berpasir, kondisi cuaca yang berubah-ubah bahkan bisa jadi ekstrem, kondisi mencapai titik terakhir korban yang ada di jurang, dan masih banyak faktor selainnya.

Mendaki Rinjani saja tidak mudah, apalagi ini mengevakuasi orang?

[embed]Gunung, Pendakian, dan Seluk Beluknya Mengenal Pendakian, Kondisi Gunung, dan Dinamikanyamedium.com

Ketiga, proses evakuasi juga tidak bisa lantas menggunakan helikopter. Ada faktor medan, cuaca, keselamatan tim, dan masih banyak lagi yang diperhatikan. Bahkan, kala kondisi cuaca bagus sekalipun helikopter yang dimiliki BASARNAS tidak sebagaimana yang ada di film-film heroik. Kondisi lapangan amat jauh dari ideal untuk melakukan evakuasi.

Keempat, ada tim gabungan yang melakukan evaluasi. Namun, dana dari donasi semata ditujukan kepada Agam. Ini bukan semata karena uangnya, melainkan apresiasi dan dukungan untuk tim yang bertugas. Apalagi Tim SAR Indonesia menduduki peringkat 4 di Asia-Pasifik.

Tim SAR yang melakukan evakuasi terdiri atas gabungan dan kerja sama banyak pihak. Mengapresiasi satu orang saja tentu bukanlah hal yang bijak. Tim SAR hanya sedang menagih haknya, bukan semata ingin uangnya.

Photo by Tolu Akinyemi 🇳🇬 on Unsplash

Photo by Tolu Akinyemi 🇳🇬 on Unsplash

Hal ini juga membuat saya ingin mengajak pembaca menyoroti garda terdepan dalam kehidupan kita terutama kala menghadapi kondisi urgen. Memang pembangunan Indonesia ini perlu di segala aspek, tetapi ada beberapa garda terdepan yang jelas dibutuhkan dan memberikan dampak nyata di masyarakat.

Garda terdepan yang kita butuhkan saat ini tetapi perlu perhatian khusus adalah SAR, damkar, petugas PLN. Tidak terhitung sudah bagaimana kontribusi mereka bagi masyarakat. Bukan berarti lembaga lain tidak penting atau tidak memiliki kontribusi, tetapi lagi-lagi maksud saya adalah yang memerlukan perhatian khusus.

Mereka sudah mengalami ketidakadilan dengan sistem, apakah kita berkenan mereka mengalami ketidakadilan lagi dari donasi yang diberikan? tentu menindaklanjuti donasi tersebut bukan berarti tidak menghargai kontribusi bung Agam dalam evakuasi.

Mari berfokus pada inti masalah, alih-alih terpecah pada hal-hal selainnya. Dalam hal ini pemerintah perlu berbenah mulai dari kebijakan mendaki, kelengkapan rescue di lapangan, keberadaan shelter di titik-titik Rinjani dan gunung-gunung lain, alokasi dana yang sesuai, kesejahteraan SDM, peningkatan kualitas SDM, dan masih banyak lagi.

Tim di lapangan yang berdedikasi melalui tenaga, waktu, hingga mempertaruhkan nyawa, jelas berbeda dengan pihak yang memiliki andil atas kekuasaan namun lebih memilih lempar dari tanggung jawab yang seharusnya.

Bahkan sudah salah dari langkah preventif yang ditujukan agar kejadian serupa tidak sampai terjadi.

Photo by Iqro Rinaldi on Unsplash

Photo by Iqro Rinaldi on Unsplash


메타데이터
post_id
0ce1d8d28dd0
slug
menyalahkan-tim-sar-dan-pemerintah-adalah-hal-yang-berbeda-0ce1d8d28dd0
url
https://medium.com/resah-rakyat/menyalahkan-tim-sar-dan-pemerintah-adalah-hal-yang-berbeda-0ce1d8d28dd0
canonical_url
https://medium.com/resah-rakyat/menyalahkan-tim-sar-dan-pemerintah-adalah-hal-yang-berbeda-0ce1d8d28dd0
author_url
https://medium.com/@karuniasafitri17
status
ok
fetched_at
2026-07-19 03:45:06