← Back to list

Masih Banyak yang Belum Kusampaikan

Ratapan kasih sayang yang kian hari semakin mengerikan

Endah Yuliana in Ruang Kontemplasi · 2026-07-15 23:15 · 53 claps · 0.8 min read
#ruang-kontemplasi #kematian #sajak #puisi #menulis
Open on Medium ↗

Masih Banyak yang Belum Kusampaikan

Ratapan kasih sayang yang kian hari semakin mengerikan

Foto oleh Julien di Unsplash

Foto oleh Julien di Unsplash

Harus kuapakan hatiku yang sakit sekali ini supaya bisa tenang? Rasanya seperti ditusuk seribu pisau berdarah dalam kegelapan. Sesak … seakan langit runtuh dan tak bisa kembali seperti sedia kala. Bagaimana aku bisa terus hidup dengan kepahitan yang terus menghantui setiap kali aku bepergian?

Haruskah aku bersiap menyusul kepergianmu agar kita bisa bersatu sekarang?

Akankah kau menungguku di jalan?

Akankah kau bahagia jika aku menyusulmu sekarang?

Apakah aku sangat tak sabaran?

Apakah aku sangat menyedihkan?

Apakah ada jalan keluar?

Apakah ini sudah benar?

Haruskah aku lewat jalan memutar? Ke mana aku harus bersandar?

Ke mana aku harus pulang?

Apakah tak apa sekarang kau sendirian? Apakah tak apa sekarang kau kesepian?

Bukankah sekarang kau sedang melihatku dari kejauhan?

Bisakah kau melihatku … kini menjadi kian menyedihkan?

Sangat disayangkan, aku bahkan membayangkan yang seharusnya tidak kupikirkan.

Sangat tidak nyaman, aku bahkan tidak dapat membayangkan seberapa jauhnya kau sekarang.

Aku kesakitan. Aku kesepian. Aku sendirian. Aku berantakan.

Tunggu aku di keabadian, Sayang.


메타데이터
post_id
0d1d2d806bdc
slug
masih-banyak-yang-belum-kusampaikan-0d1d2d806bdc
url
https://medium.com/ruang-kontemplasi/masih-banyak-yang-belum-kusampaikan-0d1d2d806bdc
canonical_url
https://medium.com/ruang-kontemplasi/masih-banyak-yang-belum-kusampaikan-0d1d2d806bdc
author_url
https://medium.com/@edhyln
status
ok
fetched_at
2026-07-16 16:02:15