Masih Banyak yang Belum Kusampaikan
Ratapan kasih sayang yang kian hari semakin mengerikan
Masih Banyak yang Belum Kusampaikan
Ratapan kasih sayang yang kian hari semakin mengerikan
Foto oleh Julien di Unsplash
Harus kuapakan hatiku yang sakit sekali ini supaya bisa tenang? Rasanya seperti ditusuk seribu pisau berdarah dalam kegelapan. Sesak … seakan langit runtuh dan tak bisa kembali seperti sedia kala. Bagaimana aku bisa terus hidup dengan kepahitan yang terus menghantui setiap kali aku bepergian?
Haruskah aku bersiap menyusul kepergianmu agar kita bisa bersatu sekarang?
Akankah kau menungguku di jalan?
Akankah kau bahagia jika aku menyusulmu sekarang?
Apakah aku sangat tak sabaran?
Apakah aku sangat menyedihkan?
Apakah ada jalan keluar?
Apakah ini sudah benar?
Haruskah aku lewat jalan memutar? Ke mana aku harus bersandar?
Ke mana aku harus pulang?
Apakah tak apa sekarang kau sendirian? Apakah tak apa sekarang kau kesepian?
Bukankah sekarang kau sedang melihatku dari kejauhan?
Bisakah kau melihatku … kini menjadi kian menyedihkan?
Sangat disayangkan, aku bahkan membayangkan yang seharusnya tidak kupikirkan.
Sangat tidak nyaman, aku bahkan tidak dapat membayangkan seberapa jauhnya kau sekarang.
Aku kesakitan. Aku kesepian. Aku sendirian. Aku berantakan.
Tunggu aku di keabadian, Sayang.
메타데이터
- post_id
- 0d1d2d806bdc
- slug
- masih-banyak-yang-belum-kusampaikan-0d1d2d806bdc
- url
- https://medium.com/ruang-kontemplasi/masih-banyak-yang-belum-kusampaikan-0d1d2d806bdc
- canonical_url
- https://medium.com/ruang-kontemplasi/masih-banyak-yang-belum-kusampaikan-0d1d2d806bdc
- author_url
- https://medium.com/@edhyln
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-16 16:02:15