← Back to list

Tanya Jawab Paling Susah Untuk Semua Agama

Escape 7: Agama Paling Baik di Indonesia? (Ft. Bintang Emon dan Veren Ornela)

DyPa Dinara · 2025-03-08 16:31 · 98 claps · 3.6 min read paywalled
#ramadhan #escape #rejeki #belajar-islam #habib
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🕊️ · Religion

Tanya Jawab Paling Susah Untuk Semua Agama

Escape 7: Agama Paling Baik di Indonesia? (Ft. Bintang Emon dan Veren Ornela)

https://youtu.be/Uqb0PD9srbA?si=HZFuEwNi2xYsTq39

https://youtu.be/Uqb0PD9srbA?si=HZFuEwNi2xYsTq39

Dalam Escape episode ketujuh, Veren memberikan pernyataan. Yang akan dijawab dengan setuju atau tidak setuju, disertai penjelasan oleh Raymond Chin, Bintang Emon dan Ustadz Felix Siauw.

Belum jadi member Medium? Lanjut baca, klik tautan teman ini

Pernyataan pertama:”Tuhan tidak perlu disembah karena Tuhan tidak butuh manusia”

Setuju. Tuhan tidak butuh di sembah. Namun, sebagai hamba, kita yang butuh menyembahNya.

Pernyataan kedua; “Hidup akan adil di Indonesia, kalau kamu muslim”

Setuju dan tidak setuju.

Setuju, karena dalam beberapa hal, merasa dimudahkan ketika menjadi muslim

Tidak setuju, karena previledge, tidak semata mata berdasar agama, kadang juga dikarenakan pribumi dan nonpribumi.

Pernyataan Ketiga: “Hukum potong tangan, cocok untuk koruptor, karena lebih efektif dan mampu mengurangi angka korupsi di Indonesia”

Tidak Setuju. Karena hukum potong tangan untuk kasus pencurian yang nilainya hanya seperempat dinar. Sedangkan kasus korupsi, menyengsarakan banyak orang. Jadi hukuman untuk koruptor, seharusnya lebih berat daripada potong tangan.

Sebagai informasi tambahan, pada tahun 2011, Prabowo pernah men-tweet: “Setuju bila koruptor dihukum mati”. Saat ini, tweet tersebut diretweet sebanyak sebelas ribu kali.

Pernyataan keempat:”Manusia tidak butuh agama, untuk jadi orang baik dan masuk surga”

Setuju dan tidak setuju.

Memang tidak butuh agama untuk jadi orang baik. Tapi, konsep surga dan neraka adalah konsep agama. Tanpa agama, tidak mungkin masuk surga.

Pernyataan kelima:”Banyak muslim lebih takut kepada ustadz atau Habib daripada kepada Allah.

Sepakat. Lebih tepatnya, banyak muslim yang lebih takut kepada selain Allah daripada kepada Allah. Contoh konkrit, bila atasan melarang, kita patuh karena takut dipotong gaji, sedang bila Allah yang melarang, kita masih mencari cari kompensasi, dan sejenisnya, untuk tetap menjalankan larangan tersebut.

Pernyataan keenam: ”Tidak ada agama yang benar benar sempurna, karena semuanya ditafsirkan oleh manusia “

Mari pahami konteksnya. Pertama, bahwa manusia tidak sempurna. Kedua, karena ketidak sempurnaannya tersebut, maka manusia butuh penyempurna yaitu agama. Dalam hal ini, agama absolut benar. Agama sempurna. Perbedaan tafsir terhadap agama, karena manusia sebagai ahli tafsirnya adalah tidak sempurna.

Selama itu, ada landasan berpikirnya, kita tidak bisa memastikan siapa yang paling benar? Hanya bisa menentukan, mana yang benar dan mana yang lebih benar.

Pernyataan ketujuh: ”Di Indonesia jualan agama laku keras, karena umatnya bodoh”

Sepakat, karena tidak ada opsi untuk orang bodoh, kecuali dibodohi. Bukan hanya dalam hal agama tapi juga yang lain.

Pernyataan kedelapan: “Muslimah yang memilih bekerja, daripada menjadi ibu rumah tangga, dianggap melawan kodrat Islam, walaupun, suaminya mokondo (Modal kunci doang) ”

Tidak sepakat. Dalam Islam, perempuan tidak berhak menguasai laki laki, sebaliknya laki laki tidak boleh menguasai perempuan. Karena yang berhak menguasai manusia adalah Allah SWT.

Laki laki wajib bekerja, sedangkan perempuan sunnah. Bekerja adalah pilihan bagi perempuan, Laki laki tidak punya pilihan, ia harus bekerja.

Pernyataan kesembilan: “Poligami lebih banyak menyakiti perempuan, daripada yang dijanjikan Islam”.

Disclaimer, tidak mau melakukan sesuatu bukan berarti melawan syariat. Dalam hal poligamu, seperti memakai baju. Mau memakai warna hitam, pink atau lainnya adalah pilihan. Tidak ada keharusan. Demikian pula poligami. Dengan kondisi saat ini, dengan kualitas laki laki seperti sekarang. Poligami akan cenderung mudarat. Dalam arti, mudarat bukan pada syariat islamnya, tapi pada pelakunya.

Pernyataan kesepuluh: “Kaya atau miskin, nasib seseorang sudah ditentukan oleh Tuhan sejak lahir”

Setuju dan tidak setuju

Dalam ranah tawakal, semua sudah ditentukan oleh Allah. Namun, dalam tanah ikhtiar, kita akan semakin semangat untuk mengejar rejeki, ketika kita yakin, bahwa rejeki itu sudah Allah siapkan untuk kita.

Pernyataan kesebelas: “Kiamat adalah konsep yang tidak bisa dibuktikan secara ilmiah.”

Setuju, tapi ada penjelasan nya.

Apa yang tersisa, dari sesuatu yang ada? Jawabnya adalah tidak ada yang tersisa. Karena ciri ciri dari orang mati, adalah bernapas. Jadi kiamat ada, untuk membuktikan bahwa semua yang ada saat ini, akan berakhir tidak ada.

Pernyataan keduabelas: “Seharusnya tidak ada gelar kehormatan, seperti ‘habib' dalam Islam, karena setiap orang setara di mata Allah”

Differensiasi sosial pasti ada, maka timbul panggilan kehormatan, seperti ‘pak’, ‘bu' termasuk ‘habib’. Penghormatan kepada ‘habib' karena nasab, yang memang dimuliakan dalam Islam. Demikian juga, untuk jabatan tertentu, misal kita menghormati dokter, dengan panggilan pak dokter. Bukan berarti anak atau keturunan dokter, merasa dirinya dokter. Jadi yang perlu digarisbawahi, dimana penghormatan bersifat aktif, diberikan oleh orang orang, bukan bersifat pasif, diminta oleh yang bersangkutan. Kita tidak boleh minta dihormati. Dan jabatan atau posisi yang terhormat tadi, tidak sertamerta diwariskan. Ambil contoh, ketika khalifah Umar bin Khottob, ingin mencari pengganti khalifah, orang orang menunjuk pada Abdullah bin Umar, anak dari Umar sendiri. Dan Umar menolak hal tersebut, menolak anaknya menjadi pengganti posisi khalifah. “Musibah cukup datang satu kali saja, di keluarga Umar” Beliau menganggap amanah kepemimpinan sebagai musibah. Dan keturunan tidak serta merta mendapat previledge untuk meneruskan amanah tersebut.

Pernyataan terakhir: “Sains tidak berasal dari Tuhan. Karena agama tidak bisa dijelaskan secara sains”

Sains menjawab What dan How, sedangkan agama menjawab Why.

Dimana what dan How menjadi tidak berguna, tanpa why. Misal, ada sebuah kejadian di kereta, seorang anak bertingkah laku gaduh yang mengganggu penumpang lain, sedangkan ayah si anak, diam saja tidak menegur sikap anaknya yang salah. Tidak tahan terhadap kondisi tersebut, seorang penumpang bertanya pada si ayah, mengapa membiarkan anaknya mengganggu para penumpang? Jawaban sang ayah, membuat semua orang mengerti: ‘Anak itu, baru saja kehilangan ibunya.”

Jawaban si ayah, menjawab pertanyaan ‘kenapa' sehingga penumpang menerima ‘apa' yang dilakukan si anak dan ‘bagaimana' ayah dari anak tersebut diam, tidak menegur si anak.

Begitulah agama, menjawab pertanyaan ‘kenapa' dan sains menjelaskan ‘apa' dan ‘bagaimana’


메타데이터
post_id
0e78f7cfd1bf
slug
tanya-jawab-paling-susah-untuk-semua-agama-0e78f7cfd1bf
url
https://medium.com/@dypa/tanya-jawab-paling-susah-untuk-semua-agama-0e78f7cfd1bf
canonical_url
https://medium.com/@dypa/tanya-jawab-paling-susah-untuk-semua-agama-0e78f7cfd1bf
author_url
https://medium.com/@dypa
status
ok
fetched_at
2026-06-26 06:47:43