Pergi dari Rutinitas
Menyebalkan sekali menulis tentang ini. Hari itu, hari Jum’at. Ada sebuah kegiatan besar di tempatku bekerja. Sebuah festival yang hanya…
Pergi dari Rutinitas
Menyebalkan sekali menulis tentang ini. Hari itu, hari Jum’at. Ada sebuah kegiatan besar di tempatku bekerja. Sebuah festival yang hanya diadakan satu tahun sekali. Harusnya atau haruskah ku menikmatinya? Hampir 10 tahun menjalani kegiatan tersebut. Siapa yang tak jenuh. Aku tentu. Meski bukan hanya aku. Tahun ini, kuputuskan untuk memasrahkan semua teknis pekerjaan ini kepada mereka yang seharusnya bekerja.
Aku diam. Yes. Sangat terdiam. Akhirnya menimbulkan huru-hara di beberapa tempat sekitarku. Aku tak aktif grup Whatsapp, entah berapa kali aku sudah ditandai, ditelpon, tetap saja tak ku gubris. Aku tak peduli. Itu bukan lagi giliranku. Lagipula, kadang peran kita yang tertua ini dianggap terlalu banyak, hingga porsi muda termarginalkan.
Pukul 6 pagi. Mobilku ke stasiun sudah siap. Eh? aku kemana? Ke Jakarta. Bukan kabur. Tapi boleh juga dibilang begitu. Meski begitu, kaburku ada alasan. Kaburku ada tujuan. Kaburku pun bermanfaat. Ada sebuah acara konferensi. Artikelku diterima. Terlebih, ada pendanaan untuk diriku berangkat.
Yap. Pagi itu, setelah sekian lama aku mengendap di tempat ini. Akhirnya aku keluar juga. Keluar dengan rasa senang dan tenang melihat bentuk dunia luar sekeja[. Keluar dengan alasan yang lebih baik di mata orang. Percayalah, aku terlalu muda untuk melihat ruang dunia yang begitu luas.
Seporsi nasi pecel gratis dari 2 mahasiswiku. Sebotol air mineral gratis dari kamarku. Dan terlahap. 10 menit lagi, bus itu datang. Aku berangkat
메타데이터
- post_id
- 0fb0cc188bb3
- slug
- pergi-dari-rutinitas-0fb0cc188bb3
- url
- https://medium.com/@aiiyasmin/pergi-dari-rutinitas-0fb0cc188bb3
- canonical_url
- https://medium.com/@aiiyasmin/pergi-dari-rutinitas-0fb0cc188bb3
- author_url
- https://medium.com/@aiiyasmin
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-15 11:02:28