← Back to list

Dilema Menyapa

“Hidup adalah pilihan,” demikian mereka berkata.

Helmi Santosa · 2026-06-04 02:42 · 1 claps · 2.3 min read
#dilema #dilemma #pilihan-hidup #problem-solving #masalah-hidup
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🥊 · Combat Sports

Dilema Menyapa

Photo by Lennon Kong on Unsplash | first published on 4 May 2020

Photo by Lennon Kong on Unsplash | first published on 4 May 2020

“Hidup adalah pilihan,” demikian mereka berkata.

Pernyataan yang sangat tepat untuk menggambarkan realita kehidupan, baik dari sudut pandang dunia maupun kacamata agama.

Pilihan adalah sesuatu yang pasti dijumpai dalam hidup.

Terkadang, seseorang akan dihadapkan pada beberapa pilihan dalam hidupnya.

Sebagian orang akan mengambil sikap bijak dan selektif, sebagian ada yang bingung, sebagian lagi bahkan ada juga yang tidak mau ambil pusing dan berjalan mengekor kepada hawa nafsunya. Wallahul musta’an

Pada sebagian kasus, ada saatnya kita akan dihadapkan pada dua pilihan, hanya dua.

Dua pilihan yang amat berat dan tidak bisa dihindari. Yang paling manisnya pun masih terasa pahit.

Dialah dilema.

Kadang, ia “mampir” ke dalam hidup kita, dan bukan kuasa kita untuk menolak kehadirannya jika ia berkunjung lagi di waktu lain. Sebab, Allah ta’ala yang telah menakdirkannya.

Ada pihak yang memandang si dilema sebagai beban hidup yang menyusahkan.

Ada lagi yang menjadikannya sebagai barometer penentu kedewasaan dan kecerdasan dalam menjalani lika-likunya hidup; dia menyadari bahwa kehadiran dilema adalah hal yang wajar.

Sebab, ia tahu bahwa hidupnya tidaklah datar dan monoton. Pasti ada banyak hal yang mewarnai hidupnya, termasuk dilema yang juga turut serta.

Seorang yang cerdas akan menilai segala sesuatu dengan kacamata syariat dan berusaha meneliti lebih lanjut: apakah ada maslahat atau malah mafsadat.

Pandangannya jauh ke depan.

Ia hanya ingin menyingkap tirai yang menghalangi dirinya dengan si dilema; mencari kejelasan di setiap pilihan yang dihadapkan agar ia tidak menjadi seorang mukmin yang terjatuh ke dalam lubang yang sama dua kali.

Mungkin, ada waktu ia perlu menoleh ke belakang, itu pun sebatas mengambil pelajaran dan berkaca dari masa lalu.

Para salaf umat ini telah memberikan solusi ketika dihadapkan dengan si dilema, yaitu dengan melihat di antara dua pilihan tadi: manakah yang lebih disenangi oleh hawa nafsu, maka tinggalkanlah.

Mengapa?

Karena sudah menjadi suatu kepastian bahwa jiwa itu selalu mengajak kepada kejelekan.

*“Karena sesungguhnya nafsu itu selalu mengajak pada kejelekan.” (*Yusuf: 53)**

Seseorang yang selalu memperturutkan hawa nafsu dalam setiap tindakannya, sejatinya ia telah berbelok dari bimbingan syariat yang lurus dan telah menutup akal sehat serta hatinya dari kebenaran.

Dia enggan mempertimbangkan baik dan buruknya; dan ketika ia masih seperti itu, jadilah ia seorang muslim yang dungu lagi bebal.

Tidak hanya terjatuh dua kali, bahkan berkali-kali. Selalu terjatuh pada lubang yang sama, memalukan.

Cara lain untuk menyambut kedatangan dilema adalah dengan meminta solusi, bimbingan, dan arahan dari orang yang kita anggap lebih berilmu dan lebih berpengalaman dari kita.

Barangkali karena kebodohan dan keawaman kita, kita belum bisa menentukan mana yang terbaik, bahkan untuk diri sendiri.

Setelah mantap, siapkan ramuan terakhir: istikharah kepada Allah ta’ala dan yakinlah bahwa yang Dia takdirkan adalah yang terbaik untuk kita.

Sebagai seorang mukmin, keyakinan itu mutlak harus ada.

Sebab, Allah ta’ala Maha Mengetahui; semua takdir dan hikmah-Nya itu dipenuhi kebaikan dan keadilan. Kalaupun terasa pahit, itu karena kebodohan si hamba sendiri.

Demikianlah beberapa cara mempersiapkan kedatangan si dilema.

Jadi, apakah kedatangannya masih akan dianggap sebagai perusak suasana, atau justru sebagai sarana yang membantunya untuk menentukan pilihan hidup?

Ya, benar. Hidup memang pilihan, maka tentukanlah pilihan terbaikmu dengan bijak.

Selamat memilih.

Santosa, Mochammad Helmi. 2017. “Dilema Menyapa,” Uswah, hlm. 23.

Ponpes Darul Atsar, Temanggung, Jawa Tengah.

Suka tulisan saya? Silakan share ya, biar semakin bermanfaat buat banyak orang. 👍🏻

Traktir saya kopi 📲 di sini 😁

Mungkin kamu bakal butuh 📲 ini


메타데이터
post_id
1024d91ee318
slug
dilema-menyapa-1024d91ee318
url
https://medium.com/@helmisantosa/dilema-menyapa-1024d91ee318
canonical_url
https://medium.com/@helmisantosa/dilema-menyapa-1024d91ee318
author_url
https://medium.com/@helmisantosa
status
ok
fetched_at
2026-07-10 06:45:42