Merekah Menawan
Kepada sang pemilik lengkung senyum rupawan,
Merekah Menawan
Photo by James Lee on Unsplash
Kepada sang pemilik lengkung senyum rupawan,
yang merekah begitu menawan.
Kau hadir bak pijar bintang di malam pekat,
menjelma sekepal harapan bagi mereka yang nyaris tamat.
Tiada yang menitahmu maju bak ksatria,
namun kau terjun, menerjang hujan, menantang badai yang gila.
Di medan perang, kau pertaruhkan segalanya.
Tatkala surya padam dan cakrawala meremang,
kau rebahkan busur di atas tanah yang gersang.
Darahmu luruh, berbaur debu dan pekatnya tanah,
bersama ambisi yang hangus oleh dendam yang membara.
“Apakah kau memenangkan pertarungan?”
Bukan, bukan itu tanya yang ingin kau dengar.
Dunia terlampau naif, hanya peduli pada siapa yang tegak dan siapa yang terkapar,
tanpa pernah sudi meraba jiwamu yang koyak dan gemetar.
Ribuan anak panah menembus tanpa suara,
mengoyak batin, merenggut nyawa dalam diam yang menyiksa.
Ragamu penuh bilur, berlubang oleh luka yang tak terucap,
namun esok, senyum indah itu akan kembali kau dekap.
Hanya agar mereka tetap hidup,
meski jiwamu sendiri telah lama redup.
메타데이터
- post_id
- 1067dc00643a
- slug
- merekah-menawan-1067dc00643a
- url
- https://medium.com/@zhielapw/merekah-menawan-1067dc00643a
- canonical_url
- https://medium.com/@zhielapw/merekah-menawan-1067dc00643a
- author_url
- https://medium.com/@zhielapw
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-11 18:55:18