← Back to list

Setengah dari Tahun Kabisat

Bulan empat menuju lima, ku kosongkan semua schedule yang tercatat. Semuanya ku reschedule, perlahan tapi pasti. Ku beranikan diri…

phylosof · 2025-11-28 06:09 · 0 claps · 2.8 min read
#poem #poetry-on-medium #sastra
Open on Medium ↗
Wiki topics: LIT · Literature & Writing ✍️ · Writing & Creative 🎵 · Music & Audio

Setengah dari Tahun Kabisat

Photo by Alan Girish on Unsplash

Photo by Alan Girish on Unsplash

Bulan empat menuju lima, ku kosongkan semua schedule yang tercatat. Semuanya ku reschedule, perlahan tapi pasti. Ku beranikan diri mengambil langkah yang besar meski, kerap kali terkendala dengan ruang dan waktu. Kali ini, akan ku tuliskan semuanya melalui kalimat sastra yang tak pernah mati hingga nanti. Bahkan, jika seisi dunia mati sastra akan tetap abadi.

Photo by Disha Yadav on Unsplash

Photo by Disha Yadav on Unsplash

Aku benci ketika diriku mulai mempertanyakan sesuatu hal tentang-Mu, bukan untuk meragukan kuasa-Mu. Namun, aku hanya ingin memastikan akan kalimat-kalimat tanya yang kerap kali menggangguku sedari dulu. Aku tahu, superior yang paling nyata hanya tertanam dalam satu diksi yakni,“God” konsep Tuhan yang kita kenal dengan berbagai asma, begitu kurang lebih dari kutipan buku yang ku baca waktu lalu.

Aku menyadari bahwasannya perkara manusia itu bagaikan

“seluruh lautan dalam bentuk tetesan”, mengutip dari Rumi.

Photo by Hiroko Yoshii on Unsplash

Photo by Hiroko Yoshii on Unsplash

Saking rumit dan kompleksnya manusia, hingga diibaratkan lautan dalam bentuk tetesan yang mengandung berbagai zat yang juga terkontaminasi dengan luasnya lautan. Ketika aku mulai mempertanyakan satu per satu, di situlah aku ada. Sebab Tuhan menciptakanku dengan dibekali akal, bukan begitu..? namun, aku bahkan tak mengerti jika di luar sana malah menyudutkanku akan perkara itu. Bukankah Tuhan membekali kami akal, supaya kami berpikir dan mempertanyakan kenapa kami ada? justru dari situlah aku mulai menelusuri jalan yang Tuhan buat.

Jika bertanya saja tidak boleh, lantas mengapa Tuhan membekali kita dengan akal? jika begitu, sama kan saja dengan hewan yang tidak pernah bertanya akan sesuatu hal. Namun, yakinkah bahwa hewan tidak pernah sekali saja bertanya pada penciptanya?

I don’t get it,

Dewasa ini, banyak sekali alur yang bahkan aku saja tak mengerti arahnya ke mana, yang bahkan aku saja hampir mati di persimpangan jalan sesat itu. Saat bulan menyapa, dan sinarnya mulai merekah sempurna di situlah hati dan logikaku berkecamuk menjadi satu, aku hampir mati dan gila. Nihil.

Photo by Jessica Favaro on Unsplash

Photo by Jessica Favaro on Unsplash

Hampir saja, aku menuruti akal pendek yang tak waras itu. Aku selalu bertanya akan konsep dan perkara “destiny”. Namun, kini perkara ujian yang akan ku tanyakan, pasalnya ada yang mengatakan bahwa ujian itu sesuai dengan batas kemampuan kita lalu, bagaimana dengan mereka yang tidak mampu? apakah konsep itu masih berlaku?

jika dianalogikan kurang lebihnya seperti ini “Pembuat soal ujian apakah mempertimbangkan orang yang menjawabnya bisa atau tidak?”

Mungkin berjuta orang di luar sana, telah menjadi korban bunuh diri, bukankah itu karena ia sendiri tidak kuat akan ujian? lalu, kenapa…?

Aku mengerti konsep fight and flight yang sudah tertanam dalam diri manusia. Mungkin itu alasannya..?

Photo by Rohith Murali on Unsplash

Photo by Rohith Murali on Unsplash

Entahlah, aku mulai kebingungan akan kata tanya itu. Bahkan, sampai detik ini juga aku masih bertanya, sebenarnya di balik itu akan ada hal apa yang akan terjadi? Rencana apalagi yang dibuat oleh pemilik yang sepenuhnya itu, alasan apa untuk membuat mereka bertahan dalam gundah dan gentingnya hati, jalan mana lagi yang harus ditempuh mereka untuk tetap bertahan di situasi yang terpuruk bahkan di situasi yang mungkin akan membawanya terkubur di dalam tanah..?

Aku bahkan tidak bisa menjawabnya, itu pertanyaan terbesarku. Mereka yang sebenarnya tidak tahan dengan segala macam yang didapatkan selama di dunia, lalu bagaimana mereka bertahan untuk tetap menapakki bumi ini dalam situasi yang terpuruk..?

Bukan, maksudku untuk meragukan hal apapun itu, tapi mereka juga punya batas?


메타데이터
post_id
10894d704a9d
slug
setengah-dari-tahun-kabisat-10894d704a9d
url
https://medium.com/@finfiii/setengah-dari-tahun-kabisat-10894d704a9d
canonical_url
https://medium.com/@finfiii/setengah-dari-tahun-kabisat-10894d704a9d
author_url
https://medium.com/@finfiii
status
ok
fetched_at
2026-07-18 07:31:26