← Back to list

Drama Pelik Dibalik Perjodohan

Fahdin Nur Ainulyaqin · 2024-08-25 11:13 · 1 claps · 4.3 min read
#esai-pendek #baha #perjodohan #opinion #feminisme
Open on Medium ↗
Wiki topics: SOC · Sociology & Politics ✊ · Equality & Identity

Drama Pelik Dibalik Perjodohan

Ilustrasi Pernikahan, source: ChanFactory

Ilustrasi Pernikahan, source: ChanFactory

‘Gender’ sebuah kata yang belakangan ini cukup hangat diperbincangkan di ruang publik. Mendengar kata gender, tentu ada sebagian orang mengingat kejadian-kejadian yang tidak mengenakan, apakah itu? ketidakadilan perlakuan berdasarkan gender. ketidakadilan perlakuan berdasarkan gender cukup banyak terjadi, baik itu di ruang publik maupun di ruang yang sedikit privasi. permasalahan ini sudah mengakar di kehidupan manusia karena dianggap sebagai budaya yang dilakukan secara turun-menurun bahkan dapat dikatakan sebagai tradisi yang dijalankan. Dahulu, orang-orang tidak merasakan bahwa ia mendapatkan ketidakadilan berdasarkan gendernya. Namun, semakin berkembangnya zaman orang-orang mulai paham bahwa ia mendapatkan ketidakadilan tersebut, mereka mulai menyuarakan ketidakadilannya dengan berbagai cara, misalnya berdemo, menyinggung melalui karya sastra dan lain sebagainya. Setelah kamu membaca kalimat-kalimat sebelumnya pasti kamu sudah mengetahui tulisan ini akan mengarah kemana. Ya, benar tulisan ini akan menyinggung permasalahan yang diangkat oleh feminisme.

Salah satu permasalahan yang diangkat dalam feminisme yaitu, keterbatasan seorang wanita dalam menentukan pilihan atau bisa disebut budaya patriarki. “Menentukan pilihan, Apa?” biasanya asmara. Asmara mereka diatur oleh orang tuanya melalui perjodohan. Mendengar kata perjodohan, apakah kamu pernah mendapatkan cerita dari seseorang yang harus dijodohkan oleh orang tuanya? atau kamu sendiri yang mengalaminya? lalu, mengapa mereka harus dijodohkan? Pertanyaan yang terakhir ini sering terjadi di dalam pikiran seseorang yang mengalaminya, alasan klasik para orang tua menjodohkan anaknya terutama yang berjenis kelamin wanita karena ia takut anaknya terjerumus pergaulan bebas, misalnya zina. Alasan selanjutnya, yang paling umum budaya patriarki yang masih mengakar di dalam kehidupannya. Mereka menganggap bahwa posisi wanita berada di bawah pria. Dalam bentuk kehidupan yang sering terjadi, ketika wanita lulus dari Sekolah Menengah Atas tidak boleh melanjutkan pendidikan karena kodrat wanita yaitu di dapur, memasak, mengurus suami, dan mengurus anak. Jadi, menurutnya percuma saja di sekolahi tinggi-tinggi toh pada akhirnya akan kembali ke dapur. Bentuk lainnya, mereka takut kalau nanti wanita akan lebih pintar dan mengambil peran yang biasanya dilakukan oleh pria.

Selain itu, para wanita sering mendapatkan sebuah pertanyaan-pertanyaan sosial seperti “kapan menikah? padahal usiamu sudah matang untuk menikah” dan tuntutan-tuntutan sosial lainnya yang dibebankan kepada wanita. Seperti pada paragraf sebelumnya, salah satu bentuk upaya menyuarakan keadilan gender dan menggambarkan bentuk ketidakadilan gender dengan karya sastra, seperti cerita pendek “Dibalik Perjodohan” karya Syamsul Arifin yang disampaikan melalui tingkah tokoh utama untuk menolak perjodohan dengan cara menerima perilaku cinta dari pacarnya. Sedangkan, dalam cerita pendek “Dipaksa Nikah” karya Mas’udi yang disampaikan melalui penggambaran sifat ayahnya yang memaksa anaknya untuk menikah dengan pilihannya ketika si anak berada pada jenjang Sekolah Menengah Atas. Kedua cerita pendek ini memiliki genre yang sama dan awal yang sama. Namun, memiliki akhir yang berbeda karena perilaku sang tokoh utama. Maka dari itu, untuk mengupas kedua cerita pendek tersebut, saya memakai kajian ideologi dengan judul “Drama Pelik Dibalik Perjodohan”.

Ketika kita membaca cerita pendek “Dibalik Perjodohan” karya Syamsul Arifin mungkin kamu akan merasa sedikit kesal dan ‘geli’. Merasa kesal karena alasan mungkin sedikit sepele dan ‘geli’ karena perbuatan tokoh utama yang menolak perjodohan dengan cara ‘anu-anu’ walaupun bermakna tersirat, menurut saya itu hal yang wajar. Cerita ini berawal dari seorang wanita bernama Irma yang merasa tertekan karena ayahnya mau menjodohkan dengan seseorang. Ia pun mencoba kembali mempertanyakan “mengapa ayah tega menjodohkan dirinya dengan anak teman ayahnya”. Namun, ia mendapat jawaban berupa alasan yang bisa dikatakan sepele dirinya dijodohi dengan anak temannya. Tak berhenti disini, Irma yang sedang kesal mendengar jawaban dari ayahnya bergegas pergi dari rumah. Ketika Irma di jalan bertemu pacarnya dan ia menerima tanpa menolak perilaku cinta dari pacarnya.

Dari sini bisa terlihat, terdapat ketidakbebasan tokoh Irma dalam menentukan asmaranya. Ia telah ditentukan asmaranya/jodohnya oleh ayahnya karena kesepakatan antara ayahnya dengan teman wanitanya yang tidak berjodoh itu. di akhir cerita tindakan dari tokoh Irma ini cukup mengejutkan, mengapa? tokoh Irma yang pembawaanya sedang kesal sama ayahnya dan bertemu pacarnya ia menerima semua perilaku cinta dari pacarnya bahkan hingga kebablasan. Tindakan tokoh Irma tersebut merupakan bentuk representasi dia menolak perjodohan yang dilakukan oleh ayahnya. Ia melakukan hal tersebut karena suatu kejiwaannya yang mengatakan “lebih baik sama prianya sendiri yang sama-sama mencintai kemudian hamil, daripada sama pria yang dijodohi sama ayahnya dan ia tidak mencintainya”.

Berbeda ketika kita membaca cerita pendek “Dipaksa Nikah” karya Mas’udi mungkin kamu akan merasa kesal dengan sifat ayahnya yang keras kepala dan tidak mendengar alasan anaknya yang meminta untuk tidak menjodohinya. Menurut saya hal tersebut juga wajar, berarti penulis berhasil mengaduk-adukan emosi pembaca. Cerita ini berawal dari seorang wanita bernama Hamdah yang baru saja masuk ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) yang bercita-cita terus melanjutkan pendidikan hingga setinggi-tingginya. Namun, cita-citanya yang ia rancang sedari kecil harus kandas, karena abahnya mau menjodohkan dirinya dengan orang pilihannya dengan alasan abahnya dan umminya sudah tua dan sakit-sakitan dan memaksakkan kehendaknya itu, bahkan akan di laksanakan dalam waktu seminggu lagi. Hamdah hanya bisa bersedih ditambah umminya tidak bisa membantu banyak untuk membatalkan perjodohan itu. tak hanya berhenti di sini, selama seminggu itu, Hamdah berusaha berbagai cara untuk menggagalkan perjodohannya. namun, usaha itu sia-sia karena Abahnya terus memaksakan kehendaknya dan membuat pilihan yang menurut Hamdah itu sulit. Dan pada akhirnya Hamdah merelakan semua cita-citanya dan menerima perjodohannya walau dengan hati yang tidak ikhlas.

Dari cerita pendek tersebut, terdapat pemaksaan terhadap memilih jalan kehidupan yang sangat amat keras yang dialami oleh seorang wanita dan pembatasan peran wanita dari pria. Hal tersebut, terlihat dari sifat dan sikap abahnya yang keras terhadap anaknya, bahkan ia menyuruh anaknya untuk membuang cita-citanya, dan berucap bahwa “perempuan itu tempatnya hanya di kasur, sumur dan dapur” dan ia membandingkan perempuan yang melanjutkan pendidikan di lingkungannya bahwa perempuan tersebut tidak mendapat apa-apa alias sia-sia. Hal tersebut, menandakan sifat dan budaya patriarki yang masih mengakar dalam diri Abahnya, ia membatasi gerak wanita. Usut punya usut, abahnya mempunyai sifat dan budaya patriarki karena dulunya ia menikah dengan istrinya atas dasar perjodohan.

Dengan demikian, cerita pendek “Dibalik Perjodohan” karya Syamsul Arifin terlihat ada paksaan dalam menentukan jodoh. Namun, pergerakan dengan atas dasar ideologi feminisme untuk membatalkan perjodohan terlihat jelas pada tingkah laku peran utamanya dan membuahkan hasil meskipun tindakannya negatif.

Lain halnya, cerita pendek “Dipaksa Nikah” karya Mas’udi terlihat jelas budaya patriarki sangat kental melalui sifat tokoh abah yang sangat memaksa, keras terhadap anaknya. Tetapi, Tokoh Hamdah dalam memperjuangkan keadilan gendernya tidak membuahkan hasil karena pada akhirnya tokoh Hamdah mengikuti kehendak abahnya.

Kalau hal ini terjadi denganmu, apa yang kamu lakukan?

Cerpen-Cerpennya:

[embed]Dibalik Perjodohan Syamsul Arifin Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Keluarga Lolos moderasi pada: 13 February 2019Bulan tanggal tua mengapung…cerpenmu.com

[embed]Dipaksa Nikah Mas'udi Kategori: Cerpen Kehidupan, Cerpen Pendidikan, Cerpen Sedih Lolos moderasi pada: 12 July 2015Pendidikan…cerpenmu.com


메타데이터
post_id
109b45bfe9ef
slug
drama-pelik-dibalik-perjodohan-109b45bfe9ef
url
https://medium.com/@fahdinnurainulyaqin/drama-pelik-dibalik-perjodohan-109b45bfe9ef
canonical_url
https://medium.com/@fahdinnurainulyaqin/drama-pelik-dibalik-perjodohan-109b45bfe9ef
author_url
https://medium.com/@fahdinnurainulyaqin
status
ok
fetched_at
2026-08-23 04:48:29