Biopsi Prostat Transperineal VS Transrektal
Artikel ini membahas rangkuman podcast oleh “TheUroOnc Minute” yang membahas mengenai perbandingan antara biopsi prostat trans perineal dan…
Biopsi Prostat Transperineal VS Transrektal
Artikel ini membahas rangkuman podcast oleh “TheUroOnc Minute” yang membahas mengenai perbandingan antara biopsi prostat trans perineal dan biopsi trans rektal. Diskusi dengan dokter Giancarlo Marra seorang dokter urologi yang juga peneliti ini membahas perbandingan antara kedua jenis biopsi dengan beberapa poin menarik selama diskusi yaitu menajemen penggunaan antibiotik dan resiko infeksi, keefektifan deteksi dari kanker dan tingkat kejadian retensi urin, serta tingkat pemulihan pasien pasca tindakan.

Resiko infeksi dan penggunaan antibiotik
Temuan yang menjadi perhatian utama pada kedua metode ini adalah rendahnya tingkat infeksi pasien biopsi transperineal dibandingkan dengan biopsi pasien transrektal
Rendahnya temuan infeksi pada prosedur trans perineal menyebabkan penggunaan antibiotik dapat di tekan bahkan dapat di pertimbangkan untuk tidak diberikan antibiotik.
Tambahan prosedur kultur antibiotik dari rektal pada prosedur biopsi transrektal juga menjadi perhatian lebih karena dengan tidak ditemukannya perbedaan yang bermakna pada hasil kedua prosedur biopsi maka efisiensi sumber daya dapat dilakukan dengan memilih prosedur biopsi trans perineal, yang mana tidak membutuhkan sumberdaya tambahan seperti kultur, pembacaan hasil kultur serta antibiotik tambahan
Efektifitas deteksi kanker dan retensi urin
Secara umum menurut hasil meta analisis terbaru menyatakan tidak adanya perbedaan tingkat deteksi kanker prostat antara biopsi trans perineal dan trans rektal. namun faktor lokasi kanker juga dapat menjadi perhatian khusus karena terdapat beberapa bagianyag lebih mudah di jangkau dengan metode teretentu.
Tingkat retensi urin akut pada kedua prosedur ini tidak terdapat perbedaan yang bermakna. Untuk tingkat retensi urin pada prosedur transperineal yang dilaporkan tinggi pada penelitian-penelitian sebelumnya setelah di telaah mengarah kepada efek samping prosedur anestesi
Pemulihan pasien dan prospek kedepan
Kontrol perdarahan pada pasien dengan transperineal dianggap lebih baik dari transrektal karena hanya memerlukan intervensi perdarahan yang lebih rendah. area perineum efektif dalam menekan perdarahan ringan.
Pengalaman pasien relatif sama pada kedua tindakan mulai dari tingkat intensitas nyeri yang dirasakan dan lama pengrjaannya. sehingga
Secara kesimpulan dr. Marra menyatakan seharusnya dari bukti penggunaan antibiotik yang lebih rendah pada prosedul biopsi transperineal sudah menjadi alasan kuat untuk para ahli urologi lebih memilih biopsi trans perineal.
Beberapa poin ini merupakan rangkuman dari podcast oleh dr. Marra. Dalam diskusi ini kita dapat melihat prospek positif mengenai pengurangan resiko resisten antibiotik dengan memilih teknik biopsi transperineal, walaupun tidak dapat di pungkiri teknik-teknik tersebut memiliki keunggulannya masing-masing dan dapat tetap dipilih sesuai dengan kebutuhan pasien karena tingkat keefektifitasannya yang sama.
Anda dapat melihat video lengkapnya pada tautan ini https://youtu.be/kHekLwuB1e8?si=87_OhiOfHK5XAPgE
메타데이터
- post_id
- 12ec2fd68f17
- slug
- biopsi-prostat-transperineal-vs-transrektal-12ec2fd68f17
- url
- https://medium.com/@andiagungriatmojo.123/biopsi-prostat-transperineal-vs-transrektal-12ec2fd68f17
- canonical_url
- https://medium.com/@andiagungriatmojo.123/biopsi-prostat-transperineal-vs-transrektal-12ec2fd68f17
- author_url
- https://medium.com/@andiagungriatmojo.123
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-11 04:18:25