Belajar dari Nol lagi!
[0010] menerima bahwa kemampuan yang dulu terasa biasa saja, tidak selalu bisa langsung dibawa ke tempat yang baru.
Belajar dari Nol lagi!
[0010] Hari ini, akhirnya aku menyelesaikan satu gambar di Procreate.

Bukan gambar yang luar biasa. Namun, setelah delapan percobaan sebelumnya berakhir dengan garis bengkok, warna yang tidak sesuai, dan bentuk yang jauh dari bayangan, gambar terakhir ini terasa seperti sebuah pencapaian kecil.
Sebelum menggunakan Procreate, aku sudah terbiasa menggambar di Ibis Paint. Banyak gambar yang pernah kuselesaikan di sana. Tanganku sudah mengenal letak tools, jenis brush, dan cara mengatur goresan. Menggambar terasa seperti sesuatu yang bisa kulakukan tanpa terlalu banyak berpikir.
Lalu aku berpindah ke Procreate.
Sebagai pengguna iPad, rasanya sayang jika tidak mencoba aplikasi yang memang dirancang untuk menggambar. Sekali membeli, bisa digunakan selamanya. Fasilitasnya juga terlihat lebih lengkap.
Kupikir, berpindah aplikasi tidak akan terlalu sulit.
Ternyata aku keliru.
Tools-nya berbeda. Cara menggunakan brush tidak sama. Pen yang biasanya terasa mudah dikendalikan justru menghasilkan garis yang terlalu transparan. Goresan yang seharusnya sederhana berubah menjadi tumpang tindih. Bahkan membuat sketsa dasar pun terasa melelahkan.
Aku mencoba mengikuti beberapa referensi gambar yang paling mudah. Percobaan pertama tidak selesai. Percobaan berikutnya juga tidak lebih baik. Ada gambar yang kuhapus karena garisnya berantakan. Ada yang kutinggalkan di tengah jalan karena bentuk wajahnya tidak sesuai dengan yang kubayangkan.
Sesekali aku membandingkan hasilnya dengan gambar-gambar lamaku di Ibis Paint. Di sana, aku pernah merasa mampu. Di Procreate, aku kembali menjadi pemula.
Mungkin, bagian tersulit dari beradaptasi bukan hanya mempelajari tools baru. Yang lebih sulit adalah menerima bahwa kemampuan yang dulu terasa biasa saja, tidak selalu bisa langsung dibawa ke tempat yang baru.
Hari ini, dari sembilan percobaan, hanya satu gambar yang berhasil kuselesaikan. Namun, satu gambar itu cukup untuk mengingatkanku bahwa mulai dari nol bukan berarti tidak berkembang. Bisa jadi, perkembangan memang sedang berlangsung dalam bentuk yang belum terlalu terlihat.
Hari ini aku belum mahir.
Tapi setidaknya, aku tidak berhenti pada percobaan pertama.
메타데이터
- post_id
- 130d05bfbeae
- slug
- belajar-dari-nol-lagi-130d05bfbeae
- url
- https://medium.com/@sitifatimatusz/belajar-dari-nol-lagi-130d05bfbeae
- canonical_url
- https://medium.com/@sitifatimatusz/belajar-dari-nol-lagi-130d05bfbeae
- author_url
- https://medium.com/@sitifatimatusz
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-09-20 02:24:23