Menjadi Perempuan yang Utuh
Perempuan tetap bisa berkeluarga dan melaksanakan hobinya.
Menjadi Perempuan yang Utuh

Sumber: https://pin.it/4ybTquYwj
Menurutku, kalimat perempuan pasti suka emas adalah sesuatu yang tidak selamanya benar. Ketika pengalaman menjadi perempuan yang betransformasi menjadi istri, selalu dikaitkan dengan perempuan pasti suka emas karena emas dekat dengan kondisi ekonomi seseorang, terutama dengan keluarga adalah sesuatu yang tidak sepenuhnya benar.
Bagian Satu: Ilusi Keamanan dalam Kilau Emas
Boleh jadi perempuan menyukai emas, tetapi yang membuatnya semakin bermakna bukan sesuatu yang berkilau, tetapi apa yang tertanam selamanya di dalam kepala, yakni dari apa yang ia baca.
Perempuan yang memilih emas tidaklah salah, tetapi menjadi tidak tepat apabila pilihan itu dianggap sebagai satu-satunya standar kebahagiaan bagi seluruh perempuan.
Bagian Dua: Investasi Kepala
Ketika ada perempuan dengan mimpi dan ide yang besar mengatakan, akan tetap menyukai dan memilih buku, ada sebagian orang yang berpaham patriarki mengatakan bahwa “Karena sekarang kamu belum menikah makanya kamu berpikir seperti itu, lebih memilih buku daripada emas”
Apabila seorang perempuan memilih untuk menikah, akan muncul beragam ekspektasi kolot semacam “menikah berarti meniadakan hobi”

Sumber: Dokumentasi Penulis
Menurutku, perempuan tetap bisa berkeluarga dan melaksanakan hobinya. Tidak melulu soal menjadi istri berarti akan selamanya berperan dalam ranah domestik. Tidak, perempuan mampu lebih dari itu semua. Perempuan boleh mengaktualisasikan mimpi dan ide-idenya, bertemu dengan orang-orang baru, dan melihat dunia dari matanya.
Bagian Tiga: Identitas yang Tidak Boleh Terbelah
Aku pikir, pengalaman perempuan dalam menjadi dirinya sendiri yang utuh ataupun akhirnya perempuan membagi dirinya menjadi dua, sebab berkeluarga ataupun memiliki anak tidak menentukan hal-hal mendasar yang sudah tertanam kokoh di dalam dirinya.
Perempuan tidak harus menyukai emas
Perempuan bisa memilih dia mau mempunyai apapun, termasuk buku, pendidikan, dan hobi
Meskipun ia nantinya menikah dan berkeluarga
It sounds like the idea of being woman in this generation perspective and past generation perspective are different
Lebih lanjut, pengalaman menjadi perempuan yang dirasakan oleh sebagian orang, terlebih generasi lama tidak bisa didiktekan seluruhnya kepada perempuan masa kini. Mengatakan bahwa perempuan hanya akan menyukai emas dibanding buku karena alasan ekonomi adalah generalisasi yang tidak lagi valid.
Kesimpulan

Sumber: Dokumentasi Penulis
Sebab, perempuan tidak hanya dinilai dari perhiasan yang melingkar di jemarinya, tetapi dari ide dan mimpi-mimpinya.
메타데이터
- post_id
- 149fd99391e9
- slug
- menjadi-perempuan-yang-utuh-149fd99391e9
- url
- https://medium.com/@isnamjayn/menjadi-perempuan-yang-utuh-149fd99391e9
- canonical_url
- https://medium.com/@isnamjayn/menjadi-perempuan-yang-utuh-149fd99391e9
- author_url
- https://medium.com/@isnamjayn
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-24 04:09:36