← Back to list

Jejak Struktur Bata di Situs Balekambang Landungsari

Situs arkeologi merupakan suatu sumber penting dalam memahami kehidupan manusia pada masa lampau melalui tinggalan yang tersisa. Salah satu…

DIANAFITA NIMASAYU · 2026-05-05 13:50 · 0 claps · 2.3 min read
#landungsari #situs #batas #malang
Open on Medium ↗

Jejak Struktur Bata di Situs Balekambang Landungsari

Situs arkeologi merupakan suatu sumber penting dalam memahami kehidupan manusia pada masa lampau melalui tinggalan yang tersisa. Salah satu situs yang menunjukkan potensi tersebut adalah Situs Balekambang di Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Situs ini menjadi menarik karena temuan utamanya berupa struktur bata yang masih dalam tahap ekskavasi, sehingga membuka peluang untuk mengkaji bentuk, fungsi, dan konteks historisnya secara lebih mendalam.

Penelitian awal darisitus ini dilakukan melalui kegiatan survei penyelamatan pada tahun 2025. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi dan merekam data arkeologis yang terpendam serta menyelamatkan temuan yang berpotensi rusak. Proses ini menggunakan metode ilmiah seperti survei permukaan, ekskavasi sistematis, dokumentasi, serta wawancara dengan masyarakat setempat. Lokasi situs berada di lahan kas desa dengan luas sekitar 510 m² dan menunjukkan indikasi kuat sebagai objek diduga cagar budaya berupa struktur bata.

Hasil ekskavasi menunjukkan adanya struktur bata yang tersebar di beberapa titik penggalian, terutama pada kotak TP 9, TP 10, dan TP 11. Struktur tersebut tersusun membujur dari arah timur ke barat dan terdiri dari beberapa lapisan bata yang relatif masih in-situ. Pada beberapa bagian, ditemukan hingga enam sampai tujuh lapisan bata yang tersusun rapi, yang menunjukkan adanya pola konstruksi tertentu. Akan tetapi, tidak semua titik menunjukkan kondisi yang utuh, karena beberapa struktur telah mengalami gangguan akibat aktivitas sebelumnya atau kondisi tanah.

Selain struktur utama, ekskavasi juga menghasilkan berbagai temuan lepas seperti fragmen gerabah, keramik, tulang hewan, serta koin dari masa kolonial. Keberadaan artefak tersebut menunjukkan bahwa situs ini tidak hanya berfungsi sebagai struktur bangunan, tetapi juga berkaitan dengan aktivitas manusia. Temuan fragmen bata dengan motif hias, seperti daun kalpataru dan ada juga warga sekitar mengidentifikasikan seperti daun pohon jati. Dimana hal ini mengindikasikan adanya unsur estetika dan kemungkinan fungsi simbolik dalam konstruksi bangunan tersebut.

Berdasarkan hasil temuan yang ada, situs ini diperkirakan berasal dari masa klasik Hindu-Buddha dan memiliki kemungkinan keterkaitan dengan periode Mpu Sindok. Indikasi ini diperkuat oleh keberadaan Prasasti Wurandungan yang berkaitan dengan wilayah keagamaan atau dharma kahyangan. Selain itu, kesinambungan sejarah hingga masa Kerajaan Kadiri menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki peran penting dalam sejarah Jawa Timur.

Meskipun demikian, bentuk dan fungsi pasti dari struktur bata di Situs ini belum dapat ditentukan secara pasti. Temuan struktur yang membujur lurus dapat menunjukkan bagian dari tembok, fondasi bangunan, atau bahkan kompleks yang lebih luas. Indikasi keberadaan lantai batu dan bata di area sekitar situs juga memperkuat dugaan bahwa struktur ini merupakan bagian dari bangunan yang lebih besar. Oleh karena itu, diperlukan ekskavasi lanjutan secara menyeluruh untuk mengetahui denah, dimensi, serta fungsi dari bangunan tersebut.

Dalam kajian arkeologi, interpretasi terhadap struktur tidak dapat dilakukan secara terpisah, melainkan harus mempertimbangkan konteks susunan lapisan tanah, hubungan antar temuan, serta kondisi lingkungan sekitar. Setiap lapisan tanah dan posisi artefak memiliki informasi penting yang dapat membantu merekonstruksi aktivitas manusia di masa lalu. Dengan demikian, struktur bata di Situs Balekambang tidak hanya dipahami sebagai sisa bangunan, tetapi sebagai bagian dari sebuah budaya yang lebih kompleks.

Jejak struktur bata di Situs Balekambang, Landungsari menunjukkan adanya potensi arkeologis yang penting, meskipun masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Temuan yang ada memberikan gambaran awal mengenai keberadaan aktivitas manusia pada masa lampau, sekaligus membuka peluang untuk pengungkapan sejarah yang lebih luas lagi. Oleh karena itu, upaya ekskavasi lanjutan dan pelestarian menjadi langkah penting untuk menjaga sekaligus mengembangkan nilai dari situs ini sebagai bagian dari warisan budaya.

Referensi

Atmodjo, Junus Satrio. 2011. Vademekum Benda Cagar Budaya. Jakarta: Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI. 2025. Laporan Survei Penyelamatan di Dusun Bendungan, Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Renfrew, Colin & Bahn, Paul. 2016. Archaeology: Theories, Methods and Practice.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.


메타데이터
post_id
154bc5b1fb95
slug
jejak-struktur-bata-di-situs-balekambang-landungsari-154bc5b1fb95
url
https://medium.com/@dianafita.nimasayu.2507326/jejak-struktur-bata-di-situs-balekambang-landungsari-154bc5b1fb95
canonical_url
https://medium.com/@dianafita.nimasayu.2507326/jejak-struktur-bata-di-situs-balekambang-landungsari-154bc5b1fb95
author_url
https://medium.com/@dianafita.nimasayu.2507326
status
ok
fetched_at
2026-06-23 06:34:20