← Back to list

Tiga Cahaya membuka Gerbang Cahaya

Cahaya Pertama Mempunyai Dua Gerbang.

Aroma Kelabu · 2024-02-01 03:31 · 0 claps · 2.4 min read
#sinar #cahaya
Open on Medium ↗

Tiga Cahaya Membuka Gerbang Cahaya

Cahaya menyinari dedaunan (sumber foto sendiri)

Cahaya menyinari dedaunan (sumber foto sendiri)

Cahaya Pertama Mempunyai Dua Gerbang.

Perlu diketahui imajinasi akan tediri dari beragam keunikan terutama cahaya-cahaya. Aku kan menjelaskan cahaya pertama yang unik terdiri dua gerbang dalam memahaminya.

Dua cahaya ini adalah warna dan bentuk dan setiap warna maupun bentuk punya keberadaanya dan sebagian dari kedua itu pastilah nyata dan hanya sebatas konsep mental atau pikiran. Dalam kenyataan, warna dan bentuk berfungsi sebagai pembeda dan setiap pembeda akan memberitaukan keberadaan sesuatu yang akan diketahui. Warna membedakan gerbang keberadaan nyata atau tidaknya sesuatu yang terlihat oleh mata yang dipantulkan oleh cahaya melalui spektrum dan setiap spektrum cahaya matahari memiliki jembatan warna yang unik yaitu mejikuhibiniu.

Setiap spektrum cahaya matahari akan berfungsi sebagai penanda setiap keberadaan yang ada warnanya untuk diteruskan kepada mata. Setiap warna yang dipancarkan oleh matahari akan menyinari dengan setiap warna melalui spektrumnya masing-masing kepada bentuk. Nah untuk bentuk akan saya jelaskan nanti.

Maka karena spektrum tadi mengenai suatu keberadaan yang memiliki bentuk dan tanda untuk setiap spektrum, jadilah mata mampu melihat kebradaan sesuatu itu. Jika seandainya cahaya matahari berwarna putih tanpa daya terang dan spektrum lalu tidak punya kemampuan pantul-memantulkan cahaya maka padangan ini seakan laksana lautan susu mungkin jika seandainya warna itu putih saja dan pasti seakan-akan membuat dunia ini terbakar karena wujud pancaran api matahari harus ke bumi agar menerangi sehingga untuk aman, maka dari itu diberi konsep pantulan cahaya dan panas yang bersifat radiasi saja.

Lalu pola pertama gerbang kedua yaitu bentuk. Bentuk ini tidak saya bahas panjang karena sudah pasti bentuk akan sangat gamblang dipahami. Setiap bentuk mempunyai keberadaan dan setiap keberadaan memiliki dua jagad yaitu jagad fisik dan metafisik. Jagad fisik yang akan saya bahas dan untuk jagad metafisis jika sempat nanti akan saya jelaskan.

Setiap jagad fisik pasti dalam bentukan fisik sehingga akan mampu mata menjangkau sesuai aspek fisik dan kekuatan mata menjangkau. Tapi apabila mata tidak mampu menjangkau adalah bukan karena keberadaanya yang kecil ataulah besar tapi aspek penglihatan yang amat terbatas, karena penglihatan hanya membatasi jangkauan cahaya dan bentuk dalam sebatas fisik kecuali mata mampu menjangkau ranah metafisik maka pasti jangkauan peninderaan mata pasti tidak membatasi hanya pada jarak tapi membuka cakrawala cahaya dari segala arah hingga mampu terlihat.

Cahaya Kedua Adalah Dengan Satu Gerbang

Gerbang kedua ini dinamakan eksistensi atau keberadaan yang memengaruhi pancaran cahaya. Keberadaan memiliki dua jagad juga yaitu fisik dan metafisik, tetapi konteks ini saya akan menerangkan pada jagad metafisik saja.

Jagad metafisik berada di gerbang lain jauh berbeda dengan fisk, untuk mampu menjangkau jagad metafisis maka diperlukan juga cahaya metafisis yang pastinya bukan bersumber dari matahari tetapi jika memperoleh cahaya ini maka akan sangat pelik diutarakan. Simpelnya jagad metafisik pasti ada cahaya metafisik dan untuk melihatnya harus memiliki penglihatan metafisis juga dan mesti amat jernih agar peka akan jagad metafisis yang begitu misterius.

Cahaya Ketiga Dengan Dua Gerbang Ajaib

Gerbang ajaib pertama ini adalah dimensi cahaya dalam cahaya, seakan jika kemampuan ini diperoleh, ku memikirkan kita akan sanggup melihat cahaya sangat kuat seperti cahaya matahari tanpa perlua alat bantuan jika mampu dilewati, seakan melihat cahaya matahri yang hadir waktu malam. Cahaya ini akan terlilhat apabila gerbang kedua telah terbuka tirainya maka cahaya akan saling nerjumpa sehingga akan terlihat dunia metafisis itu dengan jalan yang pastinya akan terasa susah untuk mengontrolnya.

Lalu memasuki gerbang ajaib kedua jika cahaya dalam cahaya dan dalam cahaya lagi, maka segala cahaya akan tiada sehingga sampai pada cahayanya, yang tak bisa di tuangkan dalam lautan huruf maupun kalimat.


메타데이터
post_id
15c4bc8ba5d0
slug
tiga-cahaya-memahami-cahaya-15c4bc8ba5d0
url
https://medium.com/@arkelbu/tiga-cahaya-memahami-cahaya-15c4bc8ba5d0
canonical_url
https://medium.com/@arkelbu/tiga-cahaya-memahami-cahaya-15c4bc8ba5d0
author_url
https://medium.com/@arkelbu
status
ok
fetched_at
2026-07-24 12:20:12