Ya mana gue tau, gue kira juga udah engga.
Kita seperti Bumi dan planet yang lain, selalu bergerak di garis edar nya, bergerak dalam satu lautan angkasa. Namun tak pernah ditakdirkan…
Ya mana gue tau, gue kira juga udah engga.
Kita seperti Bumi dan planet yang lain, selalu bergerak di garis edar nya, bergerak dalam satu lautan angkasa. Namun tak pernah ditakdirkan untuk searah.

pin.
Awalnya ku kira.. Aku sudah tak merasakan apa pun. Bagaikan planet Uranus yang dingin, kering, dan hampa.. maka.. itu lah penampakan hati ku sekarang. Aku sudah tak merasakan ada nya bunga-bunga itu yang bermekaran, entah kemana hilang nya bunga-bunga itu.
Nama mu sudah tak pernah lagi terlintas dalam benak ku, cerira-cerita ceria kita mulai terhapus dalam buku diary ku.
Namun, seperti lagu lama yang mulai diputra ulang, nama mu juga akhirnya berhasil masuk kembali dalam benak ku.

pin.
Semua kembali dalam benak ku secara tiba-tiba, entah bagaimana awal mula nya. Entah mungkin karena diriku terlalu sibuk sampai lupa bahwa ada satu rahasia kecil yang masih tersimpan erat dalam benak.
Aku pikir, waktu akan bisa melepas semua nya, ternyata tidak. Kita sendiri lah yang harus melepas.
Mungkin memang begitu akhirnya, bukan cuma korupsi yang bisa tumbuh jadi besar, namun juga.. rasa ku kepada nya yang dari awal ku biarkan. Dan ternyata.. rasa itu belum selesai.
메타데이터
- post_id
- 16bf4f5556cb
- slug
- ya-mana-gue-tau-gue-kira-juga-udah-engga-16bf4f5556cb
- url
- https://medium.com/@delisa_5485/ya-mana-gue-tau-gue-kira-juga-udah-engga-16bf4f5556cb
- canonical_url
- https://medium.com/@delisa_5485/ya-mana-gue-tau-gue-kira-juga-udah-engga-16bf4f5556cb
- author_url
- https://medium.com/@delisa_5485
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-23 21:39:52