Hubungan Olahraga, Otak, dan Memori Buruk
Siapa yang tak pernah merasakan sakit atau patah hati? Ditinggal orang tersayang, dimaki maki atasan,kehilangan sesuatu entah seseorang…
Hubungan Olahraga, Otak, dan Memori Buruk
Siapa yang tak pernah merasakan sakit atau patah hati? Ditinggal orang tersayang, dimaki maki atasan,kehilangan sesuatu entah seseorang atau benda kesayangan, kecelakaan, atau peristiwa traumatis lainnya. Tentu peristiwa yang menyakitkan dan mematahkan itu akan tersimpan menjadi memori buruk oleh otak kita.
Studi neurosciences menjelaskan bahwa terjadinya peristiwa yang membentuk ingatan emosional negatif akan mengaktifkan wilayah otak tertentu (amigdala, hipokampus, korteks prefrontal) secara intens daripada sesuatu yang netral dan positif..) Ingatan emosional negatif memicu hormon stres yang memantik serangkaian proses yang menghasilkan peningkatan fungsi amigdala dan peningkatan konektivitas amigdala-hipokampus dan sinergi aksi. Amigdala bekerja selaras dengan hipokampus, yang mengatur ingatan, dan korteks prefrontal, yang menafsirkan dan mengkontekstualisasikan pengalaman emosional. Ketika individu menghadapi situasi yang mengancam atau traumatis, ketiga bagian otak ini terlibat secara kuat, memastikan bahwa ingatan tersebut dikodekan dan mudah diingat kembali.).
Peristiwa yang membentuk ingatan emosional negatif tersebut berubah menjadi memori yang suatu waktu akan terpantik entah oleh kejadian serupa yang terulang namun diwaktu berbeda atau terpantik ketika melihat sesuatu yang menjadi penyebab terjadinya memori negatif tersebut. Bagaimana respon ketika memori negatif tersebut muncul kembali, setiap orang biasanya memiliki respon yang berbeda-beda. Namun, respon yang dimunculkan biasanya akan takut atau menghindar.
Misal, kamu patah hati oleh karena perasaanmu yang tidak terbalas dan seseorang memilih untuk pergi meninggalkanmu. Keputusan orang tersebut menjadi sesuatu yang menyakitkan dan menjadi peristiwa yang mengundang emosi negatif sehingga akan lebih mudah direkam, diterima, dan disimpan ke dalam memori. Hingga, setiap kali melihat orang yang meninggalkanmu, akan memantik memori buruk tersebut dan membuat sikapmu ketika melihatnya berubah, yang semula netral, atau bahagia, berubah entah menjadi takut, memilih untuk menghindar, menangis, menjadi lebih waspada atau lainnya. Ivan Pavlov menyebut ini sebagai Conditioning Classic Theory yang memberikan pengaruh dalam aliran pemikiran psikologi yang dikenal dengan Behaviorisme.
Namun, memori buruk yang tersimpan di dalam otak dan memengaruhi sikap atau perilaku kita terhadap penyebabnya dapat dilupakan dengan sejumlah cara salah satunya adalah dengan berolahraga dan atau aktivitas fisik. Sehingga sikap atau perilaku kita maupun emosi yang akan muncul ketika melihat penyebab memori buruk itu akan kembali netral. Sejumlah penelitian mengungkapkan hal tersebut, diantaranya, penelitian yang dilakukan oleh Risako Fujikawa, Adam I. Ramsaran, Axel Guskjolen, Juan de la Parra, Yi Zou, Andrew J. Mocle, Sheena A. Josselyn, and Paul W. Frankland dituangkan ke dalam jurnal berjudul “Neurogenesis Dependent-Remodeling of Hippocampal Circuits Reduces PTSD-Like Behaviors in Adult Mice”.
Jurnal tersebut menjelaskan bagaimana penelitian yang dilakukan terhadap tikus untuk menguji apakah neurogenesis hipokampus (pembentukan sel otak baru) dapat mengurangi gejala PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder). Hasilnya, tikus yang dijadikan alat percobaan dengan diberikan tindakan traumatis terlihat tidak menunjukkan gejala PTSD setelah dimasukkan kembali ke dalam kandang yang di dalamnya terdapat roda berputar. Aktivitas yg dilakukan tikus setelah diberikan tindakan traumatis dengan berolahraga di roda berputar setelah diteliti dapat menciptakan sel otak baru dalam hipokampus yang mampu mengurangi gejala PTSD.
Wendy Suzuki seorang neuro scientist menjelaskan dalam YouTube TED berjudul The Brain Changing Benefits of Exercise, bahwa berolahraga dapat membentuk sel otak baru dalam hipokampus yang meningkatkan volume otak dan level neurotransmitter (dopamin, serotonin, dan nor adrenalin) sehingga akan menaikkan mood setelah berolahraga, juga memengaruhi bagaimana fokus dan perhatian menjadi lebih baik.
Penelitian lain berjudul Relationship between physical activity and individual mental health after traumatic events: a systematic review mengungkapkan bahwa seseorang yang melakukan aktivitas fisik atau berolahraga secara tinggi sebelum mengalami peristiwa traumatis akan mendapatkan efek krisis psikologis lebih rendah. Sementara mereka yang telah mengalami peristiwa traumatis dan melakukan aktivitas fisik tinggi atau berolahraga dapat mengurangi stimulasi stres yang disebabkan oleh peristiwa traumatis, mengurangi depresi, kecemasan, PTSD, dan gejala psikologis lainnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa berolahraga atau aktivitas fisik yang tinggi dapat meningkatkan kesehatan mental seseorang.
Berdasarkan penelitian maupun dokumentasi ceramah ahli tersebut, menegaskan bagaimana memori buruk yang disimpan di dalam otak dapat dihapus atau dikurangi respon emosionalnya ketika hal yang memantik memori buruk itu muncul atau terjadi kembali. Hal ini tidak lepas dari sinergitas amigdala, hipokampus, dan korteks prefrontal yang menjadi sistem dalam mengelola emosi dan ingatan.
Jadi, bila mau sedikit demi sedikit merasa tenang dan aman akan memori buruk yang dipunya, coba tingkatkan olahraga dan aktivitas fisik. Lalu rasakan kembali bagaimana hal-hal yang memantik memori buruk itu tidak lagi terasa sebagai suatu yang menakutkan atau menyedihkan. Stay sane!
Catatan: Tulisan ini ditulis dengan keterbatasan pengetahuan dan informasi, bila ada masukan dan komentar, dipersilakan. Mohon maaf atas kekurangan. Terima kasih!
메타데이터
- post_id
- 17a2fbdbeb6d
- slug
- hubungan-olahraga-otak-dan-memori-buruk-17a2fbdbeb6d
- url
- https://medium.com/@abdyppaxmahmenulis/hubungan-olahraga-otak-dan-memori-buruk-17a2fbdbeb6d
- canonical_url
- https://medium.com/@abdyppaxmahmenulis/hubungan-olahraga-otak-dan-memori-buruk-17a2fbdbeb6d
- author_url
- https://medium.com/@abdyppaxmahmenulis
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-20 20:29:01