Pratama di Muson Barat
(penggalan kisah tanpa pertemuan)
Pratama di Muson Barat
(penggalan kisah tanpa pertemuan)

(xii) Dengan nanar, lelaki pundak ringkih melingkarkan lengan di tengkukku. Lantun sedih yang berbait dijawab syair rindu pada bukan miliknya. Aku harap ia tetap diam sampai nanti bertemu badai besar di bulan Muson Barat.
edisi;
(i) Masuk ke pusaran sama, beda samudera.
(ii) Telingaku, otoritasku. waktumu, kesialanmu.
(iii) Yang gantung biar tak terlihat, sini tanganmu.
(iv) 04.21-sweet glaze>caramel i realized those bullshit of all bullshits, your mistake, my dom, your ego then my words. tonight is the night.
(xiii) Bukan ritme yang sama, namun ada langkah pasti dengan ketukan tepat 5 detik sekali. Mandat dari Gayatri yang bersikukuh dengan senarai di kanannya.
(xiv) Bisa jadi gelap terakhirku mendengar sayupmu sebagai penenang, dan aku, aku tidak lagi sempat mengucap aksara paling kau suka. Ada sebuah cetana dalam kasih yang kita pekik. Masing-masing dariku tinggalkan pikiran untukmu.

.
.
.
.
8 Januari 2019,
Berbulan-bulan bungkam, aku coba pecah yang beku. Tidak ada remah roti untuk kau yang mencari.
(xv)
Muson Barat berlalu, bawa yang dituai dengan jejas di sudut tersembunyi. Pulang dengan bulan sabit terbalik di matanya. Banyak malam yang menunggu untuk dilelapkan, serta kisah biru yang memilu kemudian dirusak gelora buncah pada petang itu.
Aku masih tidak ingin melihat senang, aku selipkan sorak lafal atas jasmani pada Tuhanmu, aku layangkan rasuk merindu untuk masing-masing kasih yang kita topang. Jangan mencari.
메타데이터
- post_id
- 1833138944e
- slug
- pratama-di-muson-barat-1833138944e
- url
- https://medium.com/@soresore/pratama-di-muson-barat-1833138944e
- canonical_url
- https://medium.com/@soresore/pratama-di-muson-barat-1833138944e
- author_url
- https://medium.com/@soresore
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-29 08:19:32