LULLABY
Pengantar produksi planetheatrum "lullaby" dalam eksperimen performing-performance dll.
Perkara lagu tidur dan mental issue

tubuh hancur dalam lintasan waktu
pengantar produksi planetheatrum “lullaby” dalam eksperimen performing-performance dll.
SEMACAM PENGANTAR (riset kecil-kecilan)
Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir terdapat 40 an kasus percobaan dan bunuh diri di kota Malang yang tersebar di pelbagai tempat : Jembatan Soehat, Gedung bertingkat perguruan tinggi, Apartemen, rel kereta api dan masih banyak tempat misterius lainnya. Juga dengan motif bermacam-macam. Dalam 3 tahun terakhir pula sebanyak 1086 individu tercatat terpapar penyakit menular seksual (HIV/Aids, Sifilis, Gonore…). Dua kasus yang berbeda, dua kasus yang sama sama merengggut cita-cita para pengelana yang bertaruh mimpi di jalan-jalan.
Periodisasi kontemporer banyak menghasilkan sekaligus merenggut banyak hal. Periodisasi pasca pandemi covid-19 membuat upaya digitalisasi global berhasil, upaya penurunan presentase manusia sebagai makhluk social di masyarakat juga berhasil sehingga melahirkan sifat individualitas (ansos barangkali) dan kenyamanan menjadi avatar atau anonim dalam jagat dunia maya. Kenyamanan yang mengerikan sebab kemungkinan hidup tak lagi hanya ada di bumi (dunia nyata) tapi juga ada dalam dunia buatan (virtual).
Ketika membicarakan kemungkinan terdapat pertanyaan perihal perbedaan besar tentang kepuasan imajinasi dan tren; kenapa kenangan tentang kisah-kisah 1001 malam, dongeng si kancil atau program televise si unyil melekat kuat dalam ingatan sehingga melahirkan petualangan-petualangan masa kecil (non-virtual) serta kecelakaan-kecelakaan kala roleplay menjadi tokoh-tokoh utama cerita aksi (bekas luka menjadi cerita dimasa mendatang). Anehnya ingatan itu melekat kuat. Apa yang terjadi di masa sekarang ketika kepuasan imaji dikuasai dengan periodisasi endless scrooling?
Fyp cepat berubah, tren cepat bergulir dan screen time berlaku ugal-ugalan. Kepuasan dan relasi pemenuhan hasrat makin mudah, kepuasan seksual difasilitasi; macam-macam alat bantu seksual serta situs-situs only-fans dan mi-chat. Lagi menjamurnya club/bar, kos bebas, blind date, living together serta hotel-hotel murah membuat banyak penghelana termenung di kamar sempit atau di pinggir jalan dalam keputusasaan dan kehampaan jiwa pada dini hari sambil mengkhatamkan playlist lagu sedih.
Masyarakat kontemporer adalah frasa indah tentang cita-cita dan pelarian-pelarian. Sebuah periodisasi yang didalamnya individu-individu terfragmentasi total menjadi potongan-potongan kecil dan terserak kemana-mana.

perayaan kesepian dalam nada minor
SEMACAM EKSPERIMEN
Eksplorasi bentuk pertunjukan transdisipliner yang memadukan disiplin media baru (visual proyektor mapping) dan live musik lintas genre dalam format 8 fragmen, 2 ending, dan visual 3 dimensi ; ruang kamar/kos bebas sebagai gambaran masyarakat urban masa kini, Dimensi televisi/media sebagai gambaran teraihnya cita-cita di masa depan yang banyak didambakan karena besarnya pengaruh entertain bagi eksistensi diri, dan dimensi supranatural bagi hantu sebagai gambaran masa depan yang jauh, gaib dan penuh sesal. Semacam visual yang banyak dipengaruhi oleh gaya realisme magis atau sains-fiksi dimana tidak ada penanda waktu (lalu, kini dan nanti) semua berkelindan dalam satu masa.
Dengan menggunakan pendekatan performance-performing dimana performer diarahkan untuk memainkan dua lapis kesadaran: sebagai tokoh dalam cerita dan sebagai diri-utuh yang menyadari bahwa ia sedang “memperagakan” tokoh tersebut sehingga performer lebih menekankan teknik showing daripada becoming. Selain itu tokoh-tokoh juga dihadirkan dalam nama-nama perangkat computer sebagai tubuh-jajahan media ; pasangan kamar/kos bebas bernama; enter dan backspace, pasangan ruang supranatural hantu-hantu bernama ; ctrl+ c dan ctrl+ v dan pasangan ruang televise /media bernama ; tab dan capslock sebagai gambaran hidup yang berputar dalam siklus monton ; pengulangan-sesal.
Hasilnya adalah sebuah percobaan mengubah aktivitas tubuh-tabu (privat; seperti live tiktok/ig, living togheter, dan bunuh diri) menjadi tontonan publik diluar algoritma, juga melacak kalcer/kultur via medsos dan AI dengan pendekatan praktik pastiche atau copy-paste adegan-adegan yang berseliweran di medsos dalam upaya pencarian bentuk untuk menghasilakan tubuh-kultural yang mekanis (terjajah praktik sirkular), dialog serta adegan yang hampa nan lambat seperti pesan WA yang dibaca namun tak kunjung dibalas, krisis identitas (identitas material dan immaterial) dan lupa akan kemungkinan adanya kehidupan selanjutnya/alternatif (ending 2).
Lampiran naskah
(telah dipentaskan pada 18 Juli 2026 di Dewan Kesenian Malang)

pembunuhan kalong
LULLABY (2026)
(YANG KHAYALI DAN YANG LEBIH DEKAT DARIPADA URAT NADI)
DIMENSI :
Kamar Imajiner, Ruang Hantu, Televisi.
TOKOH :
Dua pasangan kamar imajiner bernama; enter dan backspace
Dua pasangan ruang hantu bernama ; ctrl+ c dan ctrl+ v
Dua pasangan Entertain televise bernama ; tab dan capslock
FRAGMEN 1
panggung sebagai televisi. Strobo backlight menyala menampilkan siluet tabib gila dengan iringan kasar music. Kalong muncul bermain gerak indah lalu perlahan menuju balik layar putih dan dieksekusi dengan letusan gitar pemusik, kalong menggelepar dan mematahkan tulang-tulangnya
Music dan Lampu belakang perlahan mati transisi televisi.
FRAGMEN 2
Di kamar indekos imajiner yang futuristic Dua aktor duduk di sofa dengan bosan mematikan televisi imajiner
enter : apakah binatang sempat juga merasakan kesia-siaan sebagaimana manusia? Benarkah dia mempunyai naluri menyakiti diri sendiri untuk melampiaskan kekecewaan hidupnya?
backspace : Mengapa kita harus menyaksikan drama tersebut
enter : Mengapa kalong itu merusak sayapnya? Apakah ia tahu bahwa yang diburu orang darinya adalah tulang sayapnya?
Backspace : kenapa pula memikirkannya, dan juga menikmatinya , seperti kata-kata Nietzsche : Semboyanku ialah Amorfati: ...tidak saja tabah menanggung segala keharusan termasuk penderitaan, tapi juga mencintainya."
enter : Apakah binatang punya rasa harga diri, kecewa, pasrah, ingin mati, dan sebagainya?
Backspace : manusia juga
enter : Apakah merusak bagian tubuh hingga demikian fatalnya dapat disamakan dengan upaya bunuh diri seperti yang dilakukan manusia?
Backspace : bisa iya bisa tidak
enter : mengapa pula kau mengutip nietche apakah kau saudaranya
Backspace : mengapa pula kau pikirkan bukankah kau menikmati drama itu
enter : tapi bukakah itu hal yang tak pantas ditonton?
Backspace : itu Cuma hewan
enter : kita juga hewan
Backspace : kau penganut vegan? Coba serukan seperti orang-orang “GO VEGAN”
Enter : argument sampah, estetika sampah
Backspace : ada beberapa orang menikmati genre gore dan thriller
enter : termasuk video amatir kecelakaan?
Backspace : termasuk video amatir kecelakaan
enter : nirempati
Bckspace : begitulah industri terbangun
Berdua diam dengan posisi tubuh berubah-rubah tidak nyaman
backspace : Bagaimana kalau kita bermain acting seperti film tadi
enter : siapa takut
Backspace mengambil kotak make up dan mereka berdua mulai berhias terkadang saling berhias terkadang merias diri sendiri
enter : tak perlu cantik kau hanya acting
backspace : patriarki. Pasti ketika jadi ayah kau akan memperlakukan wanita seperti pembantu
enter : Feminis Fomo. Kau hanya membaca satu paragraf feminis dalam novel mainstream rekomendasi tik-tok
Backspace : biarin. Zaman serba instan untuk apa muluk-melihat tontonan dan membaca berdurasi lama. Bosan
Enter : tolol. Lalu untuk apa kamu hidup
Backsapce : untuk mengulangi hal-hal kecil tiap hari
enter : seperti sysypus?
Backspace : seperti sishypus. Nah aku sudah cantik kamu sudah selesai?
enter : hampir
Dialog dan gestur improvisasi apabila riasan belum selesai.
FRAGMEN 3
Di ruang imajiner diantara kamar hippie dan ruang televise hantu-hantu serba tahu bermain gerak indah dan pistol gelembung
Ctrl+c : andai mereka tahu kematian itu menyeramkan
Ctrl+v : ya karena kau bermaksiat sepanjang hidup
Ctrl+c : tau apa kau tentang dosa dan pahala
Crtl+v : setidaknya aku sekarang tahu
Ctrl+c : andai mereka tak percaya liberalitas barat
Ctrl+v : dan sok atheis
Ctrl+c : padahal Cuma malas
Ctrl+v : dan agar terlihat keren
Ctrl+c : fomo : hahahahaha, lucunya mereka bertengkar gara gara sinetron
ctrl+v : kau tahu definisi kematian?
Ctrl+c : yang pasti bukan saat tertembak peluru, sakit keras, ditabrak mobil, Tapi ketika dilupakan
ctrl+v : tidak ada yang menyebut namamu lagi,rumah ini sudah ditempati orang lain foto kita sudah dibuang, bahkan doa pun tak lagi sampai untukmu
ctrl+c : apakah ini neraka? aku belum siap
ctrl+v : tidak ada yang pernah siap, siapapun mati tak berarti dan hidup tak berarti
ctrl+c : apakah masih ada kesempatan?
ctrl+v : kau ingin kembali? Untuk apa?
ctrl+c : untuk benar-benar hidup
FRAGMEN 4
Di panggung imajiner televise dua aktor sibuk sendiri karena bosan dengan dunia entertain ACTION!!! Sutradara dibalik panggung teriak untuk memulai menjadi pembawa acara melakukan intermezzo (interaksi dengan penonton dll) dengan topik :
-
Opening acara
-
Perkenalan presenter
-
Jargon
-
Tanya2 penonton
-
Perkenalan tabib gila
dan memulai program music.
aktor ruang televisi bergerak mengikuti alunan lagu
FRAGMEN 5
Panggung hippie dua aktor televise imajiner memulai obrolan (televise tetap menyala menampilkan koreo tanpa suara)
enter: (bersiul)
Backspace: romantis
enter: cukup membuat bulu kuduk bergetar
Backspace: nah aku sudah cantik
enter: aku sudah ganteng
backspace: bagaimana kalua kita roleplay seperti itu
enter: adegan bunuh diri?
Backspace : bukan sayang. Kita bernyanyi seperti acara tadi
enter: kita jadi musisi imitasi ya
Backspace : YA dan mereka menonton kita
FRAGMEN 6
Aktor televise bertukar tempat dengan aktor kamar imajiner
Aktor kamar imajiner menyanyikan noorwegian wood dengan alat music sederhana dalam televise
Aktor televise beraktivitas di kamar dan merespon televise
(bertukar tempat lagi) aktor televise memulai acara reality show rate Instagram/tiktok yang ditampilkan lewat proyektor.
topik :
-
Opening (perkenalan)
-
Rules (definisi program tv dan rules rating 1/10 – 10/10 = HAPUS AJA MAS, koreksi, approve)
-
menawarkan penonton
-
rating
-
close
FRAGMEN 7
Tablo aktor televise dan kamar imajiner. hantu hantu masuk roleplay ke semua ruang:
hantu Menjadi pasangan romatis dalam kamar imajiner berimprovisasi dialog semasa menjadi pasangan romantic dan aktor kamar imajiner bermain tubuh sesuai dialog hantu
ctrl+c : ingatkah ketika kepala penuh kecamuk sampai meluber ke botol-botol obat
ctrl+v : dan aku sibuk mengecer tubuh dijalan-jalan
ctrl+c : gemetar karena segala makro kosmos dan mikro kosmos bukan lagi bukan
ctrl+v : dijalanan terjadi heningnya hening, dinginnya dingin, dan cemasnya cemas
ctrl+c : kutelan yang itu itu lagi agar segala dulur kembali pada pancer
ctrl+v : angin menderu mmpercepat langkah
ctrl+c : romeo juliet
ctrl+v : ternyata hanya vitamin C
hantu Menjadi aktor di televise dan menirukan aktivitas bosan pasangan entertainment
ctrl+c : segala warna kontras
ctrl+v : ketika impian-impian tercapai
ctrl+c : segala khianat
ctrl+v : segala cinta
ctrl+c : segala anu
ctrl+v : segala anu
FRAGMEN 8
Lampu set menyala semua semua aktor bergerak hancur diiringi lagu bernada minor
Lampu set berubah redup berwarna magenta. Semua aktor dan aktris bermain kembang api dan hantu bermain gelembung sabun di tempat asal mereka
Lampu perlahan terang Semua aktor memilih cara mati dan ketika sudah siap, bersama membacakan puisi Chairil Anwar
“Derai-Derai Cemara”
Cemara menderai sampai jauh
Terasa hari akan jadi malam
Ada beberapa dahan di tingkap merapuh
Dipukul angin yang terpendam
Aku sekarang orangnya bisa tahan
Sudah berapa waktu bukan kanak lagi
Tapi dulu memang ada suatu bahan
Yang bukan dasar perhitungan kini
Hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah.
ENDING 1
(Music psychedelic tabib gila mengalun ketika satu aktor bunuh diri dan diikuti oleh kematian aktor lain)
ENDING 2
(para aktor beraktivitas masing-masing sambil mendengar music)

Percobaan dan pencegahan bunuh diri
Refrensi
- Norwegian wood_Haruki Murakami (1987)
- Norwegian Wood_movie (2010)
- Eksistensialisme dan humanisme_Jean Paul Sastre (2002)
- Tali pati: Kisah-kisah bunuh diri di Gunung Kidul_Iman Budhi Santosa dan Wage Daksinarga (2003)
- Performance art dan medan pasca seni_Afrizal Malna (2023)
- Aku ini Binatang jalang_Chairil Anwar (1986)
- Lamun Sumelang (Short Movie, 2019).
- Waktu, batu, rumah yang terbakar_Teater garasi (2023)
- Serakan Konten-konten di Medsos
(catatan pribadi, kolektif maupun kritikus dan pengamat seni pertunjukan dimuat dalam tulisan selanjutnya)
Malang. 2 Agustus 2026
메타데이터
- post_id
- 18692bde91c5
- slug
- lullaby-18692bde91c5
- url
- https://medium.com/@martyrr/lullaby-18692bde91c5
- canonical_url
- https://medium.com/@martyrr/lullaby-18692bde91c5
- author_url
- https://medium.com/@martyrr
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-08-07 05:30:10